Warung Kopi Ake Tanjung Pandan Belitung

Adalah Bang Karna yang ‘setengah ngotot’ mengajak saya mampir ke Warung Kopi Ake, karena katanya warung ini sangat terkenal di Tanjung Pandan, sebagaimana Mie Belitung Atep. Letak kedua warung itu pun berdekatan, hanya saja Warung Kopi Ake masuk ke sebuah gang yang terkenal dengan sebutan kawasan Kafe Senang.

Memang semula agak ‘setengah hati’ saya memenuhi ajakan ini, lantaran saya bukan peminum kopi. Bukan tidak menggemarinya, namun karena lambung tidak tahan dengan kopi, bahkan pada tegukan pertama. Lagipula perut baru diisi sepiring Mie Belitung dan Es Jeruk Kunci.

Tapi tak mengapalah, mumpung sudah dekat, dan biasanya warung semacam ini juga menyediakan teh yang masih bisa saya sruput. Beberapa puluh langkah setelah berjalan kaki melipir gang, kami sudah sampai di kawasan Kafe Senang itu. Sebuah kawasan nongkrong sederhana dan terlihat sudah tua.

warung kopi ake tanjung pandan belitung
Tampak depan Warung Kopi Ake Tanjung Pandan, warung di tengah yang ada orangnya, di sebelah kanan warung yang jendelanya bercat hijau. Meja-meja bulat dan kursi yang berada di depan warung merupakan tambahan dari tempat duduk utama yang ada di dalam, juga menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menyeruput kopi di ruang terbuka.

Kesederhanaan warung ini agak mengejutkan, meskipun saya sama sekali tidak terganggu dengan itu karena sudah terbiasa makan minum di pinggiran jalan. Jelaslah bahwa orang datang ke Warung Kopi Ake karena lebih tertarik dengan rasa kopi yang diseduh di situ, ketimbang kenyamanan tempatnya. Namun nyaman memang sangatlah relatif.

Bang Karna memesan Kopi Hitam, sedangkan saya memesan Teh Tarik, teh dengan krim susu. Ketika ditawari apakah mau pakai telor setengah matang, saya mengiyakan saja, hanya untuk mencobanya dan untuk memenuhi rasa ingin tahu, karena saya kira telur itu dimasukkan ke dalam teh tarinya.

warung kopi ake tanjung pandan belitung
Tempat menyiapkan minuman di Warung Kopi Ake. Memunggungi kamera adalah Akiong, pemilik Warung Kopi Ake yang sekarang, cucu Abok pendiri warung kopi ini. Nama Ake diambil dari nama anak Abok, ayah Akiong, yang mengelola warung kopi ini setelah Abok wafat, sebelum kemudian diserahkannya ke Akiong.

Akiong yang lahir pada 1955 adalah pemilik Warung Kopi Ake yang sekarang. Menurut ceritanya, Warung Kopi Ake ini didirikan tahun 1922 oleh Abok, sang kakek. Saya amati wajahnya terlihat kurang cerah, seperti ada sesuatu rasa yang dipendamnya. Namanya warung kopi, pemilik warungnya biasanya ramah untuk membuat nyaman pengunjung.

Adanya komunitas orang-orang Tionghoa di Belitung tidak lepas dari dimulainya eksplorasi Timah secara besar-besaran di Belitung sejak Timah ‘ditemukan’ oleh John Francis Loudon dan rombongannya yang mendarat di Tanjung Pandan pada 27 Juni 1851. Belanda kemudian mendatangkan orang-orang Tionghoa secara berkala sejak 1856 untuk dijadikan pekerja parit Timah di Belitung.

Akan halnya kompleks Kafe Senang, dimana Warung Kopi Ake ini berada, juga merupakan bangunan warisan Belanda yang didirikan tahun 1898. Keaslian bangunannya tampaknya masih dipertahankan, meskipun pernah terdengar berita bahwa kawasan ini akan direvitalisasi.

warung kopi ake tanjung pandan belitung
Kopi Hitam, Teh Susu, dan telor setengah matang, khas Warung Kopi Ake. Semula saya kira telurnya telah dimasukkan ke dalam Teh Tariknya, pikiran yang membuat saya ingin mencobanya. Walhasil penuhlah perut setelah telur dan Teh Tarik itu dikosongkan dari gelasnya.

Harga-harga di Warung Kopi Ake ini tidaklah mahal, sangat terjangkau untuk kebanyakan orang yang biasa nongkrong di warung-warung kopi. Segelas Kopi Susu harganya Rp.5.000, Kopi Hitam Rp. 4.000, Teh Susu Telor Rp.8.000, dan Teh Susu Rp.5.000 saja.

Tempat menjerang air Warung Kopi Ake masih menggunakan cara sangat tradisional, yaitu anglo dengan bahan bakar bara arang. Cara tradisional yang tampaknya sengaja dipertahankan untuk menjaga orisinalitas warung. Selain itu warung ini juga menggunakan dua buah ceret model kuno dengan pegangan melengkung dan badan ceret yang tinggi.

Tidak jelas bagaimana kelanjutan nasib Warung Kopi Ake yang telah berumur 90 tahun ini rupanya mengganggu pikiran Akiong. Dengan memelas Akiong bercerita bahwa belum ada satu pun anaknya yang berminat untuk meneruskan usaha yang dirintis oleh kakeknya itu. Semoga ada anaknya yang sadar untuk tidak menyia-nyiakan begitu saja aset merk Warung Kopi Ake yang telah begitu kuat di Belitung ini.

Warung Kopi Ake Belitung

Alamat : Kawasan Kafe Senang, Tanjung Pandan, Belitung. Buka 5.30 – 18.30. Telp 0719-21462. Lokasi GPS : -2.73979, 107.63321, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Galeri : 7 foto. Rujukan : Peta Wisata Belitung, Tempat Wisata di Belitung, Hotel di Belitung. Galeri 7 foto Warung Kopi Ake Belitung : 4.Sendirian 5.Sang Kakek 6.Terjangkau 7.Tradisional

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Bangka Belitung » Belitung » Warung Kopi Ake Tanjung Pandan Belitung

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 16 Juli 2017. Tag: