Warung Apresiasi Bulungan

Wapres, atau Warung Apresiasi Bulungan Jakarta Selatan, adalah sebuah tempat nongkrong yang cukup nyaman dimana setiap malam para pengunjung bisa menikmati makanan dengan harga yang lumayan murah, sambil menikmati penampilan grup band baru yang menunjukkan kebolehan mereka bermain musik di sebuah panggung permanen yang terletak di tengah warung.

Wapres terletak di sebelah belakang Blok M Plaza, dekat GOR Bulungan. Saya mengunjungi tempat itu karena Komunitas Pecinta Musik Konser Rakyat Leo Kristi (LKers) akan kembali menyelenggarakan acara ririungan (kumpul-kumpul) pada Minggu, 17 Februari 2008, bertepatan hari bagi para Pecinta. Wapres dipilih sebagai tempat untuk acara itu. Lagu-lagu Konser Rakyat Leo Kristi, khususnya yang bertemakan cinta akan dibawakan oleh Grup LKers. Namun kali ini LKers berencana untuk mengundang Leo Kristi untuk menyanyikan beberapa lagunya yang bertemakan cinta itu.

Saya ditemani oleh Yoosca untuk pergi ke sana dan ia memperkenalkan saya dengan Nurhadi dan Yoyi yang mengelola Wapres. Kami setuju untuk menggunakan sound system yang ada dengan membayar Rp.500,000 dan memesan ayam bakar dengan harga Rp.12.000 per porsi, serta kopi dan teh. Maka berlangsunglah acara LKers di sana.

warung apresiasi bulungan jakarta selatan
Seorang wanita dari sebuah media yang saya lupa namanya tengah mewawancarai musisi Leo Kristi di salah satu meja di Warung Apresiasi Bulungan, beberapa saat sebelum acara pada 17 Februari itu dimulai. Duduk di sebelah Leo adalah Heny, teman dekat wanitanya saat itu. Agak di belakang adalah Ari Nurtanio, seorang LKers yang tinggal di Bandung.

Pada hari kerja, bisa sampai tiga grup band yang tampil setiap malamnya. Grup band yang bermain pada hari Jumat malam, adalah mereka yang dinilai bagus pada penampilan hari-hari sebelumnya. Hal yang unik adalah bahwa setiap grup band harus membawa komposisi lagu orisinil mereka sendiri. Ini tentu baik untu memacu kreativitas.

warung apresiasi bulungan jakarta selatan
Suasana di lajur tengah Warung Apresiasi Bulungan yang menghadap langsung ke arah panggung. Pemisah dengan jalan waktu itu menggunakan kain hitam yang dikaitkan ke blandar atap. Meja dan kursi kayu meski kecil namun lumayan kokoh dan cukup sebagai tempat untuk meletakkan makan minum pengunjung.

Duduk semeja dengan LK menghadap ke samping adalah Boni Imam Hidayat, kakak kandung LK. Warung Apresiasi Bulungan bentuknya seperti huruf U, dengan tempat duduk dan dekor yang sederhana, yang mampu menampung sampai 100 orang. Sebuah panggung berukuran 4×4 meter berada di tengah ruangan, lengkap dengan perlatan musik dan sound system yang siap untuk digunakan, kecuali keyboard dan perkusi.

warung apresiasi bulungan jakarta selatan
Paling kiri pada foto di atas adalah Asep Rezza Suhendra, gitaris maut LKers yang tinggal di Bogor, dan di sebelahnya adalah sang musisi troubador Leo Imam Soekarno, aka Leo Kristi. Sebelahnya lagi adalah BA, LKers yang tinggal di Jakarta, dan lalu Gamawan Waloejo, LKers yang tinggal di Bandung.

LKers naik panggung bersama Leo, setelah tampil secara terpisah. Saat tampil sendiri Leo mengundang Gayatri naik panggung, dan Naniel Khusnul Yakin didapuk penonton untuk juga naik yang mendapat tepuk riuh. Ini reuni tak terencana. Naniel adalah salah satu tulang punggung Konser Rakyat Leo Kristi pada masa-masa awal. Ia banyak membuat notasi lagu KRLK.

warung apresiasi bulungan jakarta selatan
Pemain dan vokalis LKers yang kemudian ikut bergabung naik panggung adalah Sena Warman Reksalegora, Aries Ducat, Thanty Soemasno, Ayu Kharie, dan Linda Haslinda Totot. Lagu yang mereka bawakan adalah Gulagalugu, Kereta Laju, Salam dari Desa, dan Lenggang-lenggung Badai Lautku. Lanjut Surabaya Bernyanyi, Nyanyian Musim, dan beberapa lagu lainnya. Mood Leo sedang baik malam itu.

Semalam sebelumnya Leo menginap di Kota Wisata, Cibubur, dan bermain santai bersama LKers dari sekitar jam 4 sore sampai jam 10 malam, disambung makan malam telat di Pondok Seafood, Cibubur. Besok paginya tiga pemain inti LKers yang juga menginap di rumah sama mendapat kesempatan bermain di depan Leo Kristi dan masing-masing mendapat masukan berharga darinya.

Malam itu Wapres penuh. Cukup banyak LKers yang hadir. Ada Kurnia Effendi dan Yoosca yang membuka acara, lalu Ari Nurtanio yang membaca cerita pendek. Sena membawakan lagu Simon & Garfunkel. Henry Wijaya memotret dan hasilnya ditampilkan pada tulisan ini. Hadir juga Henry Ismono, Ramdan Malik, Albert Go, Totot Susanto, dan banyak lagi. Hadir juga Sujiwo Tejo dan Faisal Basri, keduanya penggemar berat Leo Kristi.

Sound system Warung Apresiasi Bulungan meskipun sudah terlihat tua, namun masih cukup bagus dan memadai untuk seukuran tempat itu. Kami hanya perlu membawa amplifier untuk gitar akustik dan beberapa buah mikrofon tambahan, oleh karena ada cukup banyak pemain dan vokalis yang akan ikut bermain dalam acara LKers.

Warung Apresiasi Bulungan

Alamat : Jl Bulungan Blok C No 1, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Lokasi GPS : -6.243468, 106.796773, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : 19.00 – 00.00. Harga makanan : Rp 15.000 s/d Rp 35.000. Rujukan : Peta Wisata Jakarta . Tempat Wisata di Jakarta . Hotel di Jakarta Selatan. Galeri (153 foto) Warung Apresiasi Bulungan Jakarta Selatan : 1.Wawancara, 2.Tengah, 3.Leo, 4.LK – LKers, 5.Pojok, 6.Kef, 7.Ari, 8.Ramdan, 9.Henry … s/d 153.Menang.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jakarta » Jakarta Selatan » Warung Apresiasi Bulungan
Tag : , , , , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 17 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap