Waduk Darma Kuningan

Perjalanan dari Paseban Tri Panca Tunggal ke Waduk Darma Kuningan, Jawa Barat, terasa cukup lama, meskipun jarak keduanya hanya sekitar 12 km saja, dan jalanan aspalnya pun sangat mulus. Jalan berkelok dan lalu lintas yang tidak begitu ramai serta pemandangan pepohonan di kiri kanan jalan yang agak monoton yang mungkin menjadi penyebabnya.

Waduk Darma terletak di arah barat daya Kota Kuningan, tepatnya berada di Desa Jagara, Kecamatan Darma, pada lintasan alternatif jalan provinsi Cirebon – Kuningan – Ciamis. Lokasinya menjadikan waduk ini cukup strategis sebagai tempat persinggahan yang menyenangkan bagi para pejalan dan pelancong sambil minum kopi di warung sekitar. Sesampainya di kawasan waduk kami berbelok ke kiri dari jalan utama dan menyusur tepian Waduk Darma sejauh beberapa meter, sebelum mobil akhirnya berhenti diantara pepohonan. Kami pun turun dari mobil dan menuju ke sebuah warung di samping waduk untuk memesan makan dan minum, karena perut sudah terasa lapar dan tenggorokan juga perlu dibasahi.

Deret warung berada di sisi kiri Waduk Darma. Dari mie rebus, mie bakso, nasi rames, serta menu lainnya bisa dipesan di sana. Kopi dan teh panas juga ada, selain minuman botol, kalengan, dan jajanan kecil lain. Antara warung dan danau ada jalur pejalan kaki dengan tempat duduk beratap di setiap jarak tertentu, serta warung tenda.

waduk darma kuningan
Pemandangan pada sisi kiri Waduk Darma Kuningan, dengan sebuah sampan mengambang di atas permukaan air, tanpa penumpang, tanpa ada tukang perahunya pula. Di latar belakang adalah tanggul keliling Waduk Darma dengan beberapa rupiah berdiri di dekat tepiannya. Sejumlah perahu juga ditambat di tepian tanggul itu.

Dengan menggeser pandangan ke sebelah kanan akan terlihat sebuah pulau di tengah Waduk Darma yang bernama Munjul Goong. Pulau itu terlihat rimbun dengan pepohonan, setidaknya begitu yang saya lihat dari kejauhan. Ada pula ‘pulau’ lain berukuran lebih kecil di sebelahnya. Karamba-karamba ikan cukup banyak dijumpai di sekitar tempat itu.

waduk darma kuningan
Pemandangan pada jalan raya yang sekaligus juga berfungsi sebagai tanggul Waduk Darma. Lalu lintas di atas jalan ini tidak lagi padat, karena telah dibangunnya jalur lingkar untuk meringankan beban tanggul waduk, serta memberi kesempatan lebih banyak bagi para pelancong untuk menikmati pemandangan Waduk Darma dari area ini.

Tidak banyak pengunjung yang datang pada sore hari itu, dan perahu yang biasa melayani pelancong untuk bertamasya di atas air Waduk Darma pun terlihat kosong mengambang tanpa penumpang. Angin yang berhembus dari pegunungan yang mengelilingi Waduk Darma terasa cukup kencang menerpa, sehingga ada rasa segan untuk menyewa perahu.

Di tepian waduk terlihat ada menara Flying Fox, hiburan bagi para pengunjung selain perahu wisata dan memancing. Pepohonan di tepian Waduk Darma cukup banyak dan rindang, yang sebagian menaungi area permainan untuk anak-anak. Meskipun area sekitar waduk terlihat cukup terawat, namun perbaikan sarana masih diperlukan di sana sini.

waduk darma kuningan
Di lembah di sebelah kanan jalan tanggul Waduk Darma, terlihat sekelompok anak muda tengah bermain bola di atas lapangan rumput hijau yang cukup luas. Di sebelah kiri lapangan, ada saluran buangan air limpahan waduk, dan di sebelah kiri lagi ada gardu. Di latar belakang tampak deretan perbukitan dengan pepohonan hijau kebiruan.

Area di lembah sebelah kanan itu, dan juga yang ada di atas tanggul Waduk Darma, terlihat lumayan bersih dan rapi. Hanya terlihat beberapa pedagang kaki lima yang mangkal di ujung jalan, dan beberapa orang nongkrong. Dari atas jalan, saya bisa melihat tali Flying Fox menggantung, serta pemandangan perbukitan di ujung waduk.

Selain Flying Fox dengan tower buatan yang meluncur diatas air, di kawasan Waduk Darma juga tersedia area berkemah, kolam renang anak, pondok penginapan, dan perahu wisata. Selain berfungsi sebagai penampungan air untuk irigasi dan budidaya perikanan, Waduk Darma juga dapat dijadikan sarana rekreasi dan kegiatan olahraga air.

Waduk Darma yang luasnya sekitar 425 ha ini pembangunannya dirintis oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1924 dan diperbaiki pada 1964, dengan kapasitas genangan air 39 juta m3. Beberapa tahun terakhir, terutama sejak 2004, daya tampung waduk terus menyusut dan selalu mengalami kekurangan dalam memasok air untuk keperluan irigasi pertanian.

Waduk Darma Kuningan

Alamat : Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan, Jawa Barat. Lokasi GPS : -6.854168,108.517456, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Harga tiket masuk : Rp. 4.000 (Libur: Rp. 5.000), Anak Rp. 2.000 (Libur: Rp. 3.000). Kendaraan roda 2 Rp. 1.000, roda 4 Rp. 2.500, bis Rp. 5.000. Galeri : 20 foto. Rujukan : Tempat Wisata di Kuningan lainnya, Peta Wisata Kuningan, Hotel di Kuningan. Galeri (20 foto) Waduk Darma Kuningan : 1.Sampan, 2.Jalan waduk, 3.Tanggul, 4.Tengara Waduk, 5.Gardu Kontrol 6.Pelampung 7.Pipa Besi 8.Sampan 9.Tepian Waduk … s/d 20.Cantik.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Barat » Kuningan » Waduk Darma Kuningan

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 17 Juli 2017. Tag:

Tulisan sebelumnya : Taman Budaya Tionghoa Indonesia TMII Jakarta | Mengatasi Masalah Remove query strings from static resources | Hotel di Karangasem | 17 Peta Wisata Garut | Merubah Lebar Category Widget Drop-Down | Museum Antonio Blanco Gianyar Bali | 9 Tempat Wisata di Pasaman |