Ulang Tahun dan Masa Gelap Samar

Apakah yang terpikir saat bangun tidur di hari ulang tahun? Beragam tentu. Mulai dari cuek bebek, sampai harap cemas apakah orang terdekat ingat untuk memberi ucap dan mendaratkan cium selamat serta hadiah memikat, hingga soal makan-minum dan pesta untuk merayakannya.

Bagi yang berulang tahun, selain ucap terima kasih pada teman dan kerabat atas sapa dan doanya, lazimnya ada kewajiban untuk mentraktir teman, dan keluarga. Uniknya di negeri ini, yang ditraktir jarang merasa perlu bawa hadiah. Apa pun, mengongkosi makan minum saat ulang tahun hukumnya tetap wajib.

Yang sering lupa saat bangun di hari ulang tahun adalah ucap selamat kepada ibu yang melahirkan, jika beliau masih hidup. Lupa ungkap berjuta terima kasih kepadanya karena menjaga sepanjang 9 bulan di kandung dan lalu menari dengan maut saat mengeluarkan dari rahim ke alam bebas.

Ketika sang ibu telah wafat maka di pagi ulang tahun adalah saat yang baik untuk ziarah, setidaknya imajiner, sambil mengingat semua kebaikan seraya panjat doa agar beliau dikaruniai tempat nyaman di alam kekal, diterima amalan-baiknya, dihapus salah-dosanya, serta dilimpahi kasih sayang-Nya.

Meski misalnya pun tak pernah bertemu sang Ibu, oleh sebab apa saja, namun keputusannya untuk memelihara dan menjaga hingga si jabang bisa lahir dengan selamat tetap tak terukur nilainya. Sembilan bulan bukanlah waktu pendek, dan ada banyak drama yang harus dijantani sepanjang kurun waktu itu.

Setelah lahir hingga mendekati usia lima tahun adalah rentang yang saya sebut sebagai Masa Gelap Samar. Masa dimana rekam ingatan, yang meski tak pernah hilang, berada dibalik tabir kabut waktu sangat tebal sehingga yang masih tersangkut di ingatan pun sudah sangat kabur.

Nyaris tak tersisa dalam kenang, ingatan pada orang-orang yang menyayang, memelihara, menjaga, menghibur, mengajar, dan menebar kebaikan pada kita selama masa gelap samar itu, yang bagian terbesarnya tak bakal pernah bisa dibalas dengan selayaknya.

Hari ulang tahun adalah saat untuk sapa dan panjat doa bagi ibu terkasih, ayah, dan semua sanak saudara serta siapa saja yang tebaran kasihnya ada di sekitar kelahiran dan di masa-masa yang terpendam dalam-dalam di relung ingatan. Semoga di hidup setelah mati ada pemutar rekam ingatan visual dalam kurun waktu itu, dan ada kesempatan bertemu untuk ungkap rasa terima kasih tulus kepada mereka semua …

Kepada njenengan yang meluangkan waktu merangkai kata doa dan ucap selamat ulang tahun, terima kasih. Semoga yang tertulis menjadi doa yang terkabul, baik untuk saya maupun untuk njenengan sekeluarga. Amin.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Blog » Renungan » Ulang Tahun dan Masa Gelap Samar

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email. Diperbaiki 23 Maret 2017. Tag: