Tugu Datu Lolong Lasut

Lokasi Tugu Datu Lolong Lasut bisa saya temukan lebih karena faktor tidaksengajaan, yaitu setelah berjalan meninggalkan Taman Kesatuan Bangsa Dotu Lolong Lasut, menuju daerah pertokoan dimana banyak orang ramai berlalu lalang di koridornya. Seorang teman tengah mereparasi tas, dan saat berjalan kaki untuk mengisi waktu inilah mata saya tertumbuk pada tugu yang mirip sebuah waruga kecil.

Waruga adalah sebuah kosakata baru buat saya, yang benar-benar melekat di kepala ketika saya berkunjung ke Sulawesi Utara ini. Saya tidak ingat sama sekali apakah kata waruga ini pernah saya dapatkan pada mata pelajaran ilmu bumi atau sejarah.

Tugu Datu Lolong Lasut
Tugu Datu Lolong Lasut yang berbentuk waruga. Waruga adalah sebuah batu persegi berlubang dan berpenutup yang dahulu kala dipergunakan oleh penduduk Minahasa sebagai tempat untuk menyimpan jasad orang yang telah meninggal. Si mati diletakkan dalam posisi duduk dengan kaki dilipat di depan tubuh dan dipeluk kedua tangan.

Tugu Datu Lolong Lasut
Tugu Datu Lolong Lasut terletak terpencil kesepian di tepian Jl. Datu Lolong Lasut, yang ramai dilewati oleh kendaraan bermotor, dan nyaris tidak diperhatikan orang yang ramai berseliweran.

Tugu Datu Lolong Lasut
Lingkungan dimana tugu ini berada, sangat tidak mendukung bagi penduduk maupun pengunjung untuk memberi perhatian dan penghormatan selayaknya bagi orang yang dipercayai sebagai pendiri Kota Manado ini.

Tugu Datu Lolong Lasut
Sebuah tulisan pada Tugu Datu Lolong Lasut yang memperlihatkan bahwa tugu ini dibuat pada 15 Desember 1970 semasa pemerintahan Gubernur HV Worang.

Tugu Datu Lolong Lasut
Saat dibangun, lingkungan di mana Tugu Datu Lolong Lasut mungkin masih cukup memadai. Namun dengan berjalannya waktu dan semakin ramainya kota Manado, saya kira pemerintah daerah Manado perlu memikirkan penataan ulang tempat-tempat bersejarah dan monumen seperti Tugu Datu Lolong Lasut ini.

Tugu Datu Lolong Lasut
Pemerintah Kota Manado telah mencanangkan Manado sebagai tempat wisata dunia 2010 ini. Namun rupanya masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah daerah, agar Manado tidak disinggahi turis semata karena keindahan laut dan biotanya, namun juga karena kekaguman mereka pada kekayaan seni budaya serta peninggalan nenek moyang yang dirawat dengan baik dan semestinya.

Tugu Datu Lolong Lasut

Alamat: Jl. Datu Lolong Lasut. Lokasi GPS: 1.49160, 124.84098. Tempat Wisata di Manado, Hotel di Manado, Peta Wisata Manado

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Sulawesi Utara » Manado » Tugu Datu Lolong Lasut
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 19 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap