TPI Kota Pekalongan

Hari masih pagi ketika kami tiba di gerbang TPI Kota Pekalongan yang ada di kawasan PPNP (Pelabuhan Perikanan Nasional Pekalongan). Persis di samping Sungai Loji. Sungai selebar 100 meter-an ini dalam keadaan normal bisa dilalui oleh kapal nelayan berbobot 30 gross ton.

Suasana ramai saat kami masuk tempat pelelangan TPI Kota Pekalongan dengan atap tumpang tinggi dan tanpa dinding di ketiga sisinya. Terdengar suara pria memakai pengeras , memandu pelelangan. Sementara orang-orang bergerombol mengelilingi tumpuk ikan yang sedang dijual.

Saya cukup terkesan ketika melihat area pelelangan yang cukup bersih, dengan jejeran ikan siap lelang dalam kantung plastik yang rapi, serta proses pelelangan ikan yang tertib. Sesekali saya berhenti untuk mengambil foto yang menarik perhatian. Hanya saja saya tak sempat melihat proses bongkar ikan dari kapal nelayan saat merapat ke dermaga TPI.

TPI Kota Pekalongan 1
Seorang pria tampak sedang mengayuh becak atap terbuka, melintas pelan melewati depan gerbang masuk ke kawasan TPI Kota Pekalongan. Kebanyakan kendaraan yang terlihat parkir di halaman pelelangan adalah sepeda motor. Namun ada juga sejumlah truk ukuran tanggung, dan mobil sekelas Hi-Ace dengan bak terbuka untuk mengangkut ikan dalam jumlah besar.

Pelabuhan Pekalongan semula merupakan pelabuhan umum, namun pada Desember 1974 statusnya diubah menjadi Pelabuhan Khusus Perikanan. Lalu sejak 25 Mei 1978 pelabuhan ini telah resmi menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Penetapan statusnya jauh lebih awal dari pengoperasian Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan yang ada di Kota Cirebon.

TPI Kota Pekalongan 2
Seorang pria yang duduk di atas sebuah kursi tinggi dengan mic di tangannya adalah petugas juru lelang TPI Kota Pekalongan yang sedang beraksi pagi itu. Cara penyampaian proses lelangnya terdengar unik di telinga, bisa menjadi hiburan buat yang mendengarkan. Proses lelang ikannya biasa, pemenang lelang adalah peserta dengan tawaran harga tertinggi.

Umumnya nelayan yang menjual hasil tangkapan ikannya di setiap TPI akan dikenakan retribusi, demikian juga ada retribusi bagi bakul ikan. Tempat ini mengutip retribusi atau ongkos lelang sebesar 3%, yaitu 1,5% dari hasil penjualan ikan oleh nelayan dan 1,5% dari bakul. Di kota lain ada yang mengutip 5% dari nelayan, dan 3% dari bakul. Terlalu besar.

TPI Kota Pekalongan 3
Suasana pelelangan ikan di TPI Kota Pekalongan bisa tertangkap dalam foto ini, dengan deretan kantung plastik bersih dalam keranjang berisi ikan yang sudah ditimbang. Peserta lelang bergeser dari tumpuk ikan ke tumpuk berikutnya, sementara juru lelang menyebut harga penawaran yang disambut acungan tangan peserta yang bersedia membayar dengan harga itu.

Hampir setiap peserta memegang catatan di tangannya. Selain untuk menulis jumlah bungkus ikan yang sudah dibeli dan harga yang disepakati, mungkin juga untuk mencatat jumlah ikan yang dibeli oleh pesaingnya. Peserta lelang berpengalaman tentu memiliki strategi untuk mendapatkan harga ikan terbaik. Sementara nelayan berharap mendapat harga tertinggi.

TPI Kota Pekalongan 4
Seorang pria muda tampak tengah memecah es balok menjadi potongan es yang lebih kecil dan kemudian dimasukkan ke dalam wadah plastik tebal untuk mengapit tumpukan ikan hasil pembelian lelang, sebelum dibawa pergi dengan kendaraan. Selain es batu, juga ditambahkan butiran yang sepertinya garam, yang konon membuat ketahanan ikannya bisa sampai 16 jam.

Hal itu penting karena pembeli ikan bukan saja dari Pekalongan, namun juga datang dari kota dan daerah jauh yang perjalanannya bisa memakan waktu lebih dari 8 jam. Pelabuhan Pekalongan merupakan salah satu pelabuhan perikanan tertua di Nusantara, dan kabarnya pernah menjadi salah salah satu tempat pendaratan ikan terbesar di negri ini, bahkan di Asia Tenggara.

Ikan yang biasa dilelang di TPI Kota Pekalongan ini adalah Banyar, Bentong, Layang, Lemuru, Tembang, Tongkol dan beberapa jenis tangkapan ikan lainnya. Belakangan terjadi masalah dengan pendaratan kapal nelayan bertonase besar, lantaran pendangkalan di muara Sungai Loji. Pengerukan lumpur pernah dilakukan pada 1992 dan baru dilakukan lagi pada tahun 2015.

Gerbang masuk ke TPI Kota Pekalongan berada persis di depan warung Gulai Kepala Manyung Pak Rozi yang sudah saya cicipi kelezatannya pada hari sebelumnya. Lokasi pelelangan ikan ini juga sangat dekat dengan Pantai Pasir Kencana dimana di dalamnya terdapat Wisata Bahari PPNP yang populer dengan sebutan Sea World Kota Pekalongan.

TPI Kota Pekalongan

Alamat : Kompleks PPNP (Pelabuhan Perikanan Nasional Pekalongan), Jl WR Supratman, Pekalongan Kota. Telp 0285-425165. Lokasi GPS : -6.8613183, 109.6910593, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan: Peta Wisata Pekalongan, Tempat Wisata di Pekalongan, Hotel di Pekalongan. Galeri (13 foto) TPI Kota Pekalongan : 1.Gerbang . 2.Lelang . 3.Suasana . 4.Es . 5.Rapih . 6.Nasib . 7.Angkut . 8.Profesional . 9.Pembersihan … s/d 13.Menunggu.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Pekalongan Kota » TPI Kota Pekalongan

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 22 Juli 2017. Tag: ,