Toko Oen Semarang, Cita Rasa Masa Lalu

Di suatu siang yang terik, kami berjalan menyusuri Jalan Pemuda Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah. Tujuan kami sudah jelas, yaitu berkunjung ke Toko Oen yang terkenal itu. Karena masih berada di jalan sama dengan Lawang Sewu yang baru saja dikunjungi, kami pikir Toko Oen dekat saja. Namun ternyata kami salah besar.

Dengan pedenya kami berjalan kaki dari Lawang Sewu. Tawaran tukang becak tak kami indahkan. Setelah beberapa kali bertanya kepada orang yang kami temui dan berkali melihat GPS, kami akhirnya menemukan Toko Oen yang letaknya di depan mal Sri Ratu, di samping penjual lumpia.

Dari penampakan bangunan luar, cat dinding yang sedikit terkelupas, menegaskan bahwa ini adalah bangunan tua peninggalan Belanda. Tidak heran karena melihat sejarahnya, Toko Oen ini sudah didirikan semenjak tahun 1910. Terpampang di pintu masuk Toko Oen stiker rekomendasi dari Tripadvisor. Stiker yang sama kutemui di beberapa tempat ketika berada di Amsterdam lalu.

toko oen semarang

Kelelahan itu terbayar ketika memasuki Toko Oen. Ruangan toko yang luas dan langit-langit yang tinggi dengan jendela besar menjadikan ruangan ini terlihat lega. Desain ruangannya pun antik dengan lampion merah menghiasinya. Di bagian depan terdapat piano lama dan deretan kue kering yang terpajang di dalam stoples.
Kami langsung menanyakan kepada pelayan tempat duduk yang dekat dengan colokan. Pelayan dengan mode pakaian lama inipun mengarahkan ke bagian belakang yang sepertinya perluasan bangunan utama. Saya sempat berpikir apakah pelayan tersebut berasal dari masa lalu?!

Ini merupakan bagian depan Toko Oen yang dihiasi dengan lampion merah.
Ini merupakan bagian depan Toko Oen yang dihiasi dengan lampion merah.

toko oen semarang
Desain Toko Oen yang dilengkapi dengan jam dan bangku antik.

Berbagai jenis kue homemade terpajang di dalam stoples. Saya membeli kue sus kering sebagai bekal cemilan selama jalan-jalan di Semarang. Untuk makanan utamanya, saya mencoba spagheti aglio. Teman saya lebih memilih hidangan yang konvensional yaitu gado-gado. Spagheti Aglionya cukup sederhana dengan sedikit campuran olive oil dan potongan cabe merah diatasnya. Sementara gado-gado yang saya ikut mencobanya, rasanya mantap dengan bumbu kacang yang kental dan jenis sayuran lengkap.

Salah satu hidangan istimewa dari Toko Oen: Spagheti Aglio. Spagheti dengan irisan lada merah di atasnya. Salah satu hidangan istimewa dari Toko Oen: Spagheti Aglio. Spagheti dengan irisan lada merah di atasnya.

toko oen semarang
Gado-gado dengan bumbu kental dan kerupuk udang diatasnya.

Kami memilih ice cream sebagai desert dan ini memang pilihan yang tepat di siang hari yang panas itu. Menu lainnya yang menjadi signature dishes dari Toko Oen adalah: Bistik Hamburg, Es Krim Tuty Fruty, Nasi Goreng Spesial Ham dan Oen’s Symphony.

Saya lebih memilih ice cream rhum raisin. Ice cream ini disajikan dengan potongan kue lidah kucing diatasnya. Untuk sebuah toko yang memperoleh penghargaan di bidang gastronomi internasional, harga yang ditawarkan cukup pantas dan tidak terlalu mahal. Total kami menghabiskan uang sebesar Rp.95.500,- sesiang itu.

toko oen semarang Rhum raisin dan kue lidah kucing di bagian atasnya.

Mengunjungi Toko Oen di siang hari mungkin suasananya akan berbeda apabila mengunjunginya di malam hari. Saya ingin mencoba dan merasakan Toko Oen di malam hari apabila mengunjungi Semarang lain waktu. Pastinya dengan mecoba menu lain yang belum sempat saya rasakan. Untuk menu lengkap dari Toko Oen mungkin bisa dilihat di www.tokooen.com

Toko Oen Semarang

Alamat : Jl. Pemuda 52, Semarang. Lokasi GPS : -6.9733667, 110.4207194, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Peta Wisata semarang, Tempat Wisata di semarang, Hotel di semarang

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Semarang Kota » Toko Oen Semarang, Cita Rasa Masa Lalu
Tag :

Oleh Rika Febriani. Tinggal di Jakarta, berasal dari sebuah kota di wilayah Sumatera Barat, merasa beruntung bisa berkeliling Indonesia, kadang bersama teman, kadang untuk urusan pekerjaan, dan banyak lagi yang terjadi dadakan. Lebih menyukai pantai ketimbang pegunungan. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 3 Agustus 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap