Tentang Response Time

Mengapa saya pindah ke server Singapura dan lalu ke server USA adalah buruknya response time server IIX di hosting yang saya gunakan. Response time adalah waktu yang dibutuhkan mulai dari orang meng-klik tautan, atau menekan tombol enter, sampai halaman yang diminta terbuka.

Situs untuk menguji response time adalah host-tracker.com. Situs ini sedikitnya memiliki 51 monitoring network di seluruh dunia. Mulai Moscow dan kota-kota di Eropa Timur, sampai ke kota-kota di Eropa Barat, USA, Canada, dan Asia yang diwakili oleh Hong Kong dan Bangkok.

Hasil test response time ketika itu adalah lebih dari 10 detik, dan tidak ada data dari beberapa kota karena response time-nya terlalu lama. Setelah pindah ke server Singapura, tidak ada kota yang gagal mengakses, dan response time membaik menjadi sekitar 4 detik.

Uji response time untuk thearoengbinangproject.com, yang sekarang menggunakan server USA, menghasilkan rerata response time 0,77 detik dari 51 monitoring network. Tercepat dari Dallas: 0,01 detik, dan terlama dari Kiev, Urkaine: 4,31 detik. Dari Hong Kong 1,09 detik, dan dari Bangkok 1,22 detik.

Pertanyaannya adalah: jika pengunjung situs ini kebanyakan dari Indonesia, mengapa tidak menggunakan server IIX saja? Satu-satunya alasan adalah karena kunjungan ke situs ini tidak mengandalkan blog walking, namun hampir sepenuhnya mengandalkan pada mesin pencari, Google terutama. Karenanya saya ingin agar Google tidak mengalami kesulitan ketika melakukan perayapan.

Mantranya adalah kecepatan, dan memilih server hanya salah satu dari banyak hal yang perlu dilakukan agar situs bisa lebih cepat dibuka dan dilihat oleh pengunjung. Silahkan uji response time situs anda. Rerata 2 detik masih bagus, dengan maksimum 10 detik, yaitu batas waktu yang bisa diterima kebanyakan orang sebelum mereka merasa jengkel dan pergi meninggalkan situs.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Blog » Blogging » Tentang Response Time

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 20 Maret 2017. Tag:

Tulisan lainnya : Transportasi di Banda Aceh | Gereja Tua Watumea Minahasa | Curug Bandung Karawang | Hotel Melati di Jakarta Selatan | Masjid Kajiwatu Karanglewas Banyumas | 13 Tempat Wisata di Sidoarjo | Candi Kalasan Sleman Jogja | Hotel di Bandar Lampung | Kolam Pemancingan Telaga Cibubur | Kelenteng Tay Kak Sie Semarang |