78 Tempat Wisata di Surabaya

Cari, kirim ke FB | Tweet | WA | Print!.

Tulisan ini merupakan catatan tentang Tempat Wisata di Surabaya dan Peta Wisata Surabaya yang dibuat terpisah. Surabaya memiliki sejarah sangat panjang. Muara Kali Mas Surabaya dahulu kala merupakan gerbang Kerajaan Majapahit. Hari jadi Kota Surabaya pun, 31 Mei 1293, merupakan hari kemenangan Raden Wijaya yang memimpin pasukan Majapahit ketika melawan pasukan Mongol.

Surabaya juga tercatat dengan tinta emas dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, tempat berlangsungnya pertempuran heroik yang dikobarkan para pejuang melawan pasukan Sekutu, kemudian menjadi Hari Pahlawan. Lihat juga tulisan Hotel di Surabaya. Ada banyak pilihan yang tersedia.

Tempat Wisata di Surabaya

1. Akademi TNI Angkatan Laut
Pantai Utara Surabaya, dengan Taman Mordofa, jangkar, Tank, Patung Kadet, Monumen Karyono-Risdiyanto, Audio Visual, Planetarium dan Museum AAL.

2. Benteng Kedung Cowek
Desa Kedung Cowek, Bulak, menghadap ke Selat Makassar, peninggalan Belanda dan Jepang, yang masih tertutup untuk umum, di bawah pengawasan militer.

3. Ciputra Waterpark
Citraland, Surabaya Barat, yang merupakan wana wisata air terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara.

4. Gedung Aperdi
Merupakan gedung tua dengan arsitek H.P. Berlage, berdiri 1901, sebelumnya digunakan sebagai kantor asuransi warga Belanda.

5. Gedung Balai Kota
Jimerto No. 25-27, Surabaya, dibangun tahun 1923 dan selesai 1927, dengan arsitek C. Citroen.

6. Gedung Balai Pemuda
Jalan Gubernur Suryo 15, Surabaya, sebelumnya dikenal dengan nama De Simpangsche Societeit.

7. Gedung Balai Sahabat
Jalan Genteng Kali 89 – 91, Surabaya, Telp 031-5316973, berdiri pada tahun 1930-an, namun tidak jelas siapa arsitek yang merancang bangunannya.

8. Gedung Bank Mandiri
pojok Jalan Pahlawan dan Jl. Kebun Rojo, Surabaya, dibangun tahun 1911, hasil rancangan Biro Arsitek Hulswit.

9. Gedung Cerutu
Rajawali 5, Surabaya, di dekat Jembatan Merah, memiliki obyek menara berbentuk cerutu khas, dibangun tahun 1916.

10. Gedung Don Bosco
Tidar 115, yang pernah menjadi Gudang Senjata Jepang. Pada 1 Oktober 1945 tempat ini direbut para pejuang.

11. Gedung Gereja Kristen Indonesia
Jalan Pregolan, yang diresmikan pada 11 September 1881 oleh de Christeijke Gereformeerde Kerk. Semula bernama Gereja Gereformeerd Surabaya.

12. Gedung Grahadi
Berupa bangunan warisan kolonial yang indah, yang dibangun tahun 1795 oleh Dirk Van Hogendorp, lalu digunakan sebagai Raad Van Justitie.

13. Gedung Hotel Ibis
Rajawali 9-11, Telp. 031-3539994, tidak jauh dari Jembatan Merah, obyek bangunan aselinya berada pada bagian depan hotel ini.

14. Gedung Hotel Majapahit
Tunjungan No. 65, Telp 031-5454333, dibangun 1910 dan dibuka 1911 oleh Lucas Martin Sarkies, tempat terjadinya insiden bendera yang bersejarah.

15. Gedung Internatio
Taman Jayengrono, dirancang biro AIA pimpinan Ghijsels, dibangun 1927-1931. Sebelumnya bernama Internationale Crediet-en Handelsvereeniging “Rotterdam”.

16. Gedung Juang DHD ’45
Mayjen Sungkono, yang diresmikan Soeharto pada 17 April 1993, dengan patung Kolonel Sungkono, dan ukiran bambu runcing.

17. Gedung Kantor Gubernur Lama
Jl. Pahlawan 110, Surabaya, dibangun tahun 1929-1931, sebagai Gouverneurs Kantoor, Residensi Kantoor, dan masih terlihat anggun sampai sekarang.

18. Gedung Kantor Pos Besar
Kebonrojo 10, Telp 031-3536131, dengan arsitek G. Bolsius. Gedung ini dari tahun 1881 – 1926 pernah digunakan sebagai gedung sekolah HBS.

19. Gedung Kantor Pos Simpang
Taman Apsari 1, Telp. 031-5481029, yang merupakan kantor pos pertama di Surabaya yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda.

20. Gedung Monumen Pers Perjuangan
Jl Tunjungan 100, Surabaya, hanya beberapa puluh meter dari obyek wisata Hotel Majapahit, namun sayang tampak terlantar dan tertutup.

21. Gedung Nasional Indonesia
Jl Bubutan 87, tidak jauh dari Stasiun Pasar Turi dan Tugu Pahlawan, di belakangnya terdapat Makam Dr. Soetomo.

22. Gedung Penjara Kalisosok
Kalisosok, Surabaya, yang dibangun Belanda dan pernah menjadi tempat penahanan tokoh pejuang, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan.

23. Gedung PERTAMINA
Jalan Niaga, diduduki Sekutu dibawah Kolonel Pugh pada 25 Oktober 1945. Instruksi Kolonel Pugh untuk merampas senjata pejuang berakhir dengan kematian Mallaby.

24. Gedung PT Artho Ageng Energi
Jalan Veteran. Tidak ditemukan informasi mengenai kapan berdirinya bangunan ini dan siapa arsiteknya.

25. Gedung PTPN XI
Jalan Merak No. 1, Surabaya, merupakan gedung peninggalan Belanda yang terlihat masih cantik, dan dibuka untuk umum.

26. Gedung RRI
jalan Pemuda. Di tempat ini, pada 28-30 Oktober 1945, terjadi pertempuran sengit antara para pejuang dan tentara Sekutu yang memakan banyak korban.

27. Gedung Rumah Sakit Darmo
Raya Darmo 90, Telp 031-5676253. Pada 27 Oktober 1945 tempat ini dijadikan pusat pertahanan tentara Sekutu, dan terjadi insiden penembakan yang mengawali pertempuran besar 10 November 1945.

28. Gedung Santa Maria
Raya Darmo 49, tempat dibentuknya TRIP oleh Mas Isman. Pernah sebagai pusat interniran, dan Markas Kompi-71 dari Resimen-3 Artileri Medan.

29. Gedung Siola
Tunjungan, Surabaya, dibangun 1877 oleh Robert Laidlaw dan dinamai “Het Engelsche Warenhuis”, saat ini telah menjadi sebuah mal.

30. Gedung Soverdi
Jl. Polisi Istimewa 9, Surabaya, dibangun 1925, karya arsitek Hulswit, Fermont & Ed. Cuypers.

31. Gedung Sekolah St Louis
Jalan Polisi Istimewa, yang menjadi Markas Polisi Istimewa pimpinan M. Yasin. Pada 20 Agustus 1945, di sini terjadi penurunan Bendera Hinomaru diganti Merah Putih.

32. Gedung Wismilak
Dr Soetomo 27, yang dibangun pada tahun 1920-an, yang menjadi markas polisi Jepang (Tokubetsu Keisasutai) pada jaman pendudukan.

33. Gereja Katolik Hati Kudus Yesus
Jl Polisi Istimewa 11-15, Telp 031-5677845, 5688092, letaknya persis bersebelahan dengan Gedung Soverdi.

34. Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria
Jl Kepanjen 4-6, Telp 031-3520600, 3551077, 1,2 km dari Tugu Pahlawan, bangunan gereja tua indah di Surabaya.

35. Jembatan Merah
Jl. Jayengrono, di atas Kali Mas, dikenal sebagai Roode Brug. Di jembatan ini mobil Mallaby terkena ledakan yang menewaskannya pada jam 20.30.

36. Jembatan Petekan
Ujung, dekat pelabuhan Tanjung Perak, melintang di atas Sungai Kalimas, dibangun Hindia Belanda pada awal 1900, namun tampaknya kini terlantar.

37. Jembatan Suramadu
Melintasi Selat Madura, menghubungkan Surabaya dan Madura, terpanjang di Indonesia.

38. Kebun Binatang
Setail 1, dengan koleksi 4300 satwa, didirikan 31 Agustus 1916 sebagai “Soerabaiasche Planten-en Dierentuin” atas inisiatif H.F.K. Kommer.

39. Kelenteng Boen Bio
Kapasan 131, dibangun 1883, kelenteng Khonghucu satu-satunya di Asia Tenggara.

40. Kelenteng Hong Tiek Hian
Dukuh, merupakan kelenteng tertua, dibangun tentara Tartar di awal Majapahit.

41. Kelenteng Pak Kik Bio
Jagalan 74-76, Telp 031-3570761, mulai dibangun pada 8 April 1951 dan diresmikan pada 17 Juni 1952.

42. Kelenteng Sanggar Agung
Jl Sukolilo 100, juga disebut Kelenteng Hong San Tang, di kompleks Pantai Ria Kenjeran.

43. Makam Dr. Soetomo
Kompleks Gedung Nasional Indonesia, Bubutan, dimana jasad Dr. Soetomo disemayamkan.

44. Makam Peneleh
Peneleh, merupakan makam modern Belanda yang tertua di Indonesia namun terbengkalai.

45. Makam Sunan Ampel
bagian belakang kompleks Masjid Ampel, Jl. Ampel Suci 45, yang selalu ramai dikunjungi peziarah.

46. Makam Sunan Bungkul
Taman Bungkul, Jl. Progo, berupa makam nayaka Kerajaan Majapahit, mertua Sunan Giri.

47. Makam W.R. Supratman
TPU Rangkah, Jl. Kenjeran, makam pencipta Indonesia Raya yang meninggal 17 Agustus 1938.

48. Masjid Ampel
Jl Ampel Suci 45, Telp. 031-3537948, didirikan Sunan Ampel pada 1421 M, berarsitektur Jawa kuno dan Timur Tengah.

49. Masjid Kemayoran
Jl Indrapura, Surabaya, dibangun 1844-1848, dirancang oleh J.W.B. Wardenaar dengan dua menara.

50. Masjid Muhammad Cheng Ho
Gading, di belakang Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, mulai dibangun 15 Oktober 2001.

51. Masjid Nasional Al Akbar
Pagesangan, Jambangan, Telp. 031-8289755, 8289756, diresmikan 10 November 2000, dengan menara setinggi 99 meter.

52. Monumen Bambu Runcing
Jalan Panglima Sudirman, yang menjadi pengingat tentang peran senjata tradisional bambu runcing dalam perang kemerdekaan melawan tentara kolonial.

53. Monumen Jales Veva Jaya Mahe
Tanjung Perak, berupa patung Perwira TNI AL setinggi 30,6 m yang dibuat Nyoman Nuarta. Di bawah monumen terdapat gong Kyai Tentrem, bergaris tengah 6 m.

54. Monumen Jenderal Soedirman
Yos Sudarso, Surabaya, dengan pahatan kata sang Jenderal, menginspirasi seniman Leo Kristi.

55. Monumen Kapal Selam
Embong Kaliasin, Telp 031-5490410, merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, buatan Soviet tahun 1952.

56. Monumen Perjuangan POLRI
Jl Raya Darmo, untuk mengenang kegigihan pejuang dan POLRI dalam melawan penjajah sehingga berhasil menguasai gedung St. Louis di Jl. Dr. Sutomo.

57. Monumen Suryo
Taman Apsari, Gubernur JaTim pertama yang gugur pada pemberontakan PKI Madiun 1948.

58. Museum 10 November
Jalan Pahlawan, mulai difungsikan pada 1 November 1998, terdiri atas 2 lantai, dengan ruang pemutaran film pertempuran 10 November 1945 dan diorama.

59. Museum House of Sampoerna
Taman Sampoerna 6, Telp 031-3539000, dimiliki oleh keluarga Liem Seeng Tee‚ pendiri Pabrik HM Sampoerna.

60. Museum Kesehatan
Indrapura 17, diresmikan pada 14 September 2004, dengan koleksi benda bersejarah dalam pelayanan kesehatan dari berbagai daerah dan perpustakaan.

61. Museum Mpu Tantular
Jalan Taman Mayangkara No. 6, yang merupakan kelanjutan lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia yang didirikan Von Vaber tahun 1933.

62. Museum TNI-AL Loka Jala Crana
Di Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, dengan koleksi kapal perang, pesawat, helikopter, Tank Amfibi PT 76, artileri pertahanan udara, dan banyak lagi.

63. Pantai Nambangan
Desa Nambangan, Kenjeran, tempat yang baik untuk menikmati pemandangan Jembatan Suramadu.

64. Pantai Ria Kenjeran
Timur kota, dengan fasilitas untuk berolah raga, berkuda, bermain layang-layang, melihat pertunjukan barongsay, sambil menikmati makanan khas Surabaya.

65. Patung Buddha Empat Muka
Di wilayah Kenjeran, pantai yang secara tradisional dikenal sebagai tempat bermesraan.

66. Patung Joko Dolog
Belakang Taman Simpang, berasal dari jaman Majapahit yang masih berdiri dengan kokoh dan cantik.

67. Pelabuhan Kalimas
Merupakan pelabuhan tradisional tempat bongkar muat kapal samudra dan tongkang yang berada di sekitar jalan Rajawali dan Kembang Jepun

68. Pelabuhan Tanjung Perak
Kawasan Tanjung Perak yang dibangun pertama kali pada 1910 oleh W.B. Van Goor dan kini menjadi pelabuhan terbesar kedua setelah Tanjung Priok.

69. Perkemahan Jurang Kuping
Merupakan danau kecil di Kelurahan Benowo, Kecamatan Benowo, dimana pengunjung bisa menikmati ikan bakar, minuman legen, memancing dan berkemah.

70. Pintu Air Jagir
Jl. Jagir, Desa Pacekan, Wonokromo, yang dibangun Belanda tahun 1912, digunakan untuk sebagai pengendali air sungai yang masuk ke Kota Surabaya.

71. Pura Jagad Karana
Jalan Lumba-lumba No.1 yang merupakan pura Hindu terbesar di Kota Surabaya, diresmikan pertama kali pada 29 November 1969.

72. Taman Budaya Jawa Timur
Jl Genteng Kali 85, dibangun 1915 dan pernah sebagai kantor dan rumah dinas Bupati.

73. Taman Hiburan Pantai Kenjeran
Sukolilo 100, yang menjadi tempat penyewaan perahu untuk melihat Jembatan Suramadu.

74. Taman Hiburan Rakyat
Jl. Kusuma Bangsa 110, yang merupakan tempat berbagai pertunjukan seni seperti pementasan drama, konser musik, ludruk, wayang orang, dan Pagelaran Dangdut.

75. Tugu Pahlawan
Jalan Pahlawan, berupa monumen setinggi 45 yard, tubuh berbentuk 10 kanal.

76. Taman Remaja
Jl. Kusuma Bangsa 112-114, Surabaya, yang telah berusia lebih dari 30 tahun, dengan 16 permainan, 2 panggung hiburan dan 4 cafe serta restoran.

77. Taman Simpang
Seberang Gedung Grahadi, yang sebelumnya dikenal dengan Taman Kroesen, diambil dari nama Residen J.C. Th. Kroesen, 1888-1896.

78. Wisata Kuliner Surabaya
Catatan tentang tempat wisata kuliner di Surabaya yang mungkin menarik untuk dicoba kelezatannya.



Kirim ke FB | Tweet | WA | Email | Print!

Home » Jawa Timur » Surabaya » 78 Tempat Wisata di Surabaya
Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »