20 Tempat Wisata di Solok

Home » Sumatera Barat » Solok » 20 Tempat Wisata di Solok
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Di bawah ini adalah catatan awal tentang Tempat Wisata di Solok. Kota dan Kabupaten Solok berada di Provinsi Sumatera Barat, dengan kode area telepon 0755. Kota Solok telah menjadi Kota Madya, dan ibukota Kabupaten Solok saat ini berada di Kota Arosuka.

Tulisan Tempat Wisata di Solok dan peta wisata Solok ini akan diperbarui ketika informasi yang lebih baru telah diperoleh, dan data GPS telah didapat. Anda bisa berbagi catatan perjalanan dan membantu memajukan wisata Indonesia dengan menulis Travelog tentang tempat-tempat wisata yang telah anda kunjungi.

Tempat Wisata di Solok

1. Air Panas Bukit Kili
Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, 8 Km dari Kota Solok, 54 km dari Kota Padang, dengan kolam pria dan wanita terpisah bersuhu 42-45 derajat Celcius.

2. Air Terjun Sarasah Batimpo
Desa Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, 5 km dr pusat Kota Solok, ada kolam pembibitan ikan, tempat trekking / hiking, berkemah, buru babi dan ekowisata.

3. Angin Berhembus
Aripan, 7km dari pusat Kota Solok, pada titik tertinggi di wilayah solok sebelah timur, dengan pemandangan Kota Solok dan Danau Singkarak.

4. Danau Kembar (Danau Diateh dan Danau Dibawah)
Berupa dua danau yang letaknya berdekatan di Kec Danau Kembar, dengan Danau Diateh (Diatas) letaknya lebih rendah, pengunjung bisa berkeliling danau dengan menyewa perahu.

5. Danau Singkarak
Merupakan danau terbesar di Sumatera Barat yang terletak di Kabupaten Solok dan Tanah Datar, seluas 107,8 km², merupakan hulu Batang Ombilin. Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan makanan khas setempat.

6. Danau Talang
Kec Lembang Jaya, 2 Km dari Danau Kembar, merupakan danau vulkanik yang terbentuk dari salah satu kawah Gunung Talang; ditutup jika kegiatan vulkanik Gunung Talang meningkat.

7. Gedung SMP I
Desa Kampung Jawa, Kec. Tanjung Harapan, merupakan bangunan peninggalan kolonial yang dulu digunakan sebagai gedung HIS, sekolah dasar jaman Belanda.

8. Janjang 1000
Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, berupa tangga yang berjumlah seribu menuju puncak sebuah bukit, dengan pemandangan sawah, perkampungan, dan Bukit Merah Putih.

9. Kawasan Kota Solok Lama
Tengah Kota Solok, membujur dari Stasiun Kereta Api sampai Kantor Demang (Kantor DPRD Kota Solok).

10. Kolam Renang Sarimanggis
Nagari Guguk, pinggir Jalan Raya Solok – Padang, 18 Km dari Kota Solokdi, di Kaki Gunung Talang, merupakan kolam renang dengan taman hutan yang cukup luas

11. Lasuang Batu Baiduang
Desa KTK, Kec. Lubuk Sikarah, yang bentuknya menonjol menyerupai hidung manusia dan konon dapat membuka jika musibah menimpa pemilik lesung ini.

12. Lasuang Inyiak Gulambai
Desa Aro IV Korong, Kec. Lubuk Sikarah, yang konon berbunyi menggelegar jika akan terjadi musibah, juga tempat mengolah ramuan untuk sesaji meminta hujan.

13. Lasuang Jawi Orok
Desa Aro IV Korong, Kec. Lubuk Sikarah, konon jawi orok (anak sapi) adalah seekor sapi yang bisa membajak sawah tanpa harus dikendalikan, dan menjelma menjadi lasuang jawi orok setelah ia mati.

14. Makam Syech Sialahan
Desa KTK, Kec. Lubuk Sikarah, makam tokoh penyebar agama Islam yang bernama asli Husein Bin Muhammad, bersebelahan dengan Surau Latiah.

15. Perkebunan Teh PTPN VI
Kecamatan Gunung Talang, 5 km dari Kayu Aro, merupakan sebuah kawasan dengan hamparan tanaman teh hijau yang berada persis di kaki Gunung Talang.

16. Pulau Belibis
Kampung Jawa, Ampang Kualo, 3km dari pusat kota Solok, dengan Taman Pramuka, dan tempat pemancingan.

17. Puncak Bukit Payo
Desa Tanah Garam, di pinggir Kota Solok, dengan udara sejuk dan panorama Kota Solok dan Gunung Talang.

18. Rumah Gadang Gajah Maharam
Desa KTK, Kec. Lubuk Sikarah, merupakan rumah adat yang bentuknya menyerupai gajah mengeram, dengan ornamen kelopak bunga matahari pada setiap tiang bangunan.

19. Stasiun Kereta Api
Desa Kampung Jawa, Kec. Tanjung Harapan, yang pada jaman kolonial digunakan sebagai tempat menyimpan rempah-rempah.

20. Surau Latiah
Desa KTK, Kec. Lubuk Sikarah, merupakan surau tertua di Kota Solok, dibangun sekitar tahun 1902 berbentuk rumah adat Minangkabau dan atap bergonjong.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 20 Januari 2017.

Lalu «
Baru » »