27 Tempat Wisata di Agam

Home » Sumatera Barat » Agam » 27 Tempat Wisata di Agam
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Tulisan ini adalah catatan tentang Tempat Wisata di Agam, sebuah kabupaten dengan ibukota Lubuk Basung yang masuk wilayah Provinsi Sumatera Barat. Wilayah Kabupaten Agam memiliki panorama alam yang indah, serta memiliki tempat-tempat peninggalan bersejarah.

Di sebelah Barat, Kabupaten Agam memiliki garis pantai menghadap Samudera Hindia sepanjang 43 km, tempat bermuaranya Batang Agam dan Batang Antokan. Di Agam terdapat Gunung Marapi (2.891 m) dan Gunung Singgalang (2.877 m), dan Danau Maninjau yang luasnya 9,95 km².

Tempat Wisata di Agam

1. Aia Tigo Raso
Kecamatan Tanjung Raya, 11 Km dari Kota Lubuk Basung ke arah Maninjau, merupakan kolam unik dengan air yang memiliki rasa manis, asam dan pahit, dipercaya bisa mengobati penyakit kulit dan obat awet muda.

2. Air Terjun Badorai
Nagari Sungai Puar, Kecamatan Sungai Puar, sekitar 8 km dari kota Bukittinggi, dengan empat air terjun berketinggian 20 m – 50 m. Di Air Terjun Badorai 3 pengunjung bisa berseluncur di batu gunung yang mulus.

3. Air Terjun dan Pemandian Gadih ranti
Kecamatan Tanjung Raya, 1,6 km dari Jalan Raya Lubuk basung – Maninjau, air terjun terdiri dari beberapa tingkat, dan di bagian atas air terjun terdapa Pemandian Gadih Ranti

4. Air Terjun Tiga Tingkat
Jorong Pua Gadih, Kecamatan Palupuh, tidak begitu jauh dari jalan raya, dengan air terjun yang terdiri dari tiga tingkat.

5. Ambun Pagi
Desa Padang Galanggang, Kecamatan Matur, 24 km dari Kota Bukittinggi, dengan panorama Danau Maninjau dari atas perbukitan setinggi 1000 mdpl

6. Benteng Jepang Muko-Muko
Kecamatan Tanjung Raya, di area PLTA Maninjau, berbentuk kura-kura, dibangun tentara Jepang sekitar tahun 1942-1945.

7. Bunga Raflesia
Kecamatan Banuhampu dan di Batang Palupuh Agam, yang biasanya muncul hanya pada bulan November saja.

8. Danau Maninjau
Kecamatan Tanjung Raya, sekitar 36 kilometer dari Kota Bukittinggi, dengan melewati kelok 44 yang terkenal itu.

9. Ekowisata Lasi
Kecamatan Candung, sekitar 15 km kearah Timur dari Kota Bukittinggi, dengan perkebunan markisa, jeruk dan sayur-sayuran, udara pegunungan yang segar, dan panorama alam yang indah.

10. Kelok 44
Kecamatan Tanjung Raya, dengan panorama Danau Maninjau dan kera-kera jinak yang berkeliaran di sepanjang jalan, angkanya dimulai di kelok 1 dari Danau Maninjau menuju ke Bukittinggi.

11. Makam Tuanku Nan Rentjeh
Kecamatan Kamang Magek, 12 km dari Kota Bukittinggi, makam salah satu pemimpin Pasukan Padri dalam Perang Padri (1812 – 1837), salah satu dari Harimau Delapan.

12. Makam Tuanku Lareh Candung
Kecamatan Candung, di kompleks pemakaman keluarga Tuanku Lareh Candung, dengan makam Oenus Rj. Malenggang (menjabat 1842 – 1848), makam M. Thaib (menjabat 24 Juli 1848 – 1857), dan makam Abdul Karim.

13. Masjid Kuno Bingkudu
Nagari Bingkudu, Kecamatan Candung, merupakan mesjid tertua dan terbesar di daerah ini, didirikan tahun 1823 M.

14. Masjid Ummil Qura
Desa Bancah Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, di tepian Danau Maninjau, dengan arsitektur masjid yang unik, berdiri sejak tahun 1907.

15. Monumen Pesawat Avro Anson RI-003
Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, 5 km dari kota Bukittinggi, merupakan pesawat ke tiga yang dimiliki Pemerintah Republik Indonesia hasil sumbangan masyarakat Minang terutama dari amai-amai (ibu-ibu).

16. Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka
Kampung Tanah Sirah, Sungai Batang Maninjau, tidak jauh dari tepian Danau Maninjau, yang merupakan tempat kelahiran sastrawan, ulama dan cendekiawan HAMKA.

17. Ngalau Kamang
Jorong Durian, Kanagarian Kamang Mudik, Kecamatan Kamang Magek, 15 kilometer dari Bukittinggi, berupa gua sepanjang 5 km, pernah digunakan sebagai markas oleh pejuang dalam perang kemerdekaan, dan perang Paderi.

18. Ngalau Tarang
Kecamatan Kamang Magek, tidak jauh dari Surau Tuanku Nan Renceh Nagari Kamang Mudiak, terbentuk dari batu kapur, dengan tinggi mulut gua 20 m, dan panjangnya lebih dari 20 m.

19. Pantai Bandar Mutiara
Jorong Banda Gadang, Kenagarian Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, sekitar 100 m dari Jalan Raya Pariaman – Lubuk Basung, 20 km dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.

20. Pantai Tiku
Di jorong Pasir Tiku, Kenagarian Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, yang biasa digunakan sebagai tempat penyelenggaraan acara tahunan, seperti Hari Raya Idul Fitri, Tahun Baru dan acara tujuh belasan.

21. Pantai Ujung Karang.
Kecamatan Tanjung Mutiara, sekitar 35 km dari jalan raya dengan dan kondisi jalan yang kurang baik, pernah dijadikan pelabuhan pada jaman Belanda.

22. Pemandian Alam dan Mecusuar Sungai Tanang
Kecamatan Banuhampu, dengan air jernih dingin, panorama Gunung Merapi, dan tiga bangunan berbentuk tiang sangat tinggi terbuat dari beton di tengah-tengah sawah, tidak jauh dari pemandian.

23. Pulau Ujuang dan Pulau Tapi
Berada sekitar 1 km dari tempat wisata Bandar Mutiara, untuk menikmati suasana pantai dan melihat budidaya penyu.

24. Puncak Lawang
Kecamatan Matur, dengan panorama Danau Maninjau yang indah, serta merupakan titik paralayang terbaik di Asia Tenggara.

25. Rumah HR. Rasuna Said
Kecamatan Tanjung Raya, di Jalan Raya Maninjau, sekitar 50 m dari Simpang Maninjau menuju Bukittinggi, merupakan tempat Rasuna Said dilahirkan pada 14 September 1910.

26. Taman Wisata Muko-Muko
Kecamatan Tanjung Raya, di pinggir Danau Maninjau berdekatan dengan PLTA Muko-Muko, dilengkapi taman rekreasi, tempat bermain anak, dan Pulau Legenda.

27. Telaga Anggrek
Jorong Lubuk Alung, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, sekitar 30 km dari Lubuk Basung, di sekeliling danau ditumbuhi Bunga Anggrek Bulan.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 20 Januari 2017.

Lalu «
Baru » »