Taman Marga Satwa Tandurusa Bitung

Setelah meninggalkan Dermaga Ruko Pateten menikmati Selat Lembeh, tujuan selanjutnya adalah untuk melihat Tarsius (Tarsius tarsier) di Taman Nasional Tangkoko, namun kami hanya bisa sampai di Taman Marga Satwa Tandurusa, yang berada di Aertembaga Bitung, Sulawesi Utara, untuk melihat binatang sejenis kera yang ukurannya sangat kecil dengan mata yang besar dan tidak pernah menutup.

Perjalanan dari Ruko Pateten ke Aertembaga memakan waktu sekitar 30 menit, melalui jalanan beraspal yang mulus, sampai akhirnya kami tiba di jalan menurun yang tajam, dan berbelok ke kanan keluar dari jalan utama dengan bentuk menyudut seperti huruf V (+1° 27′ 26.68″, +125° 12′ 45.18″) untuk sampai di Taman Marga Satwa Tandurusa (+1° 27′ 18.32″, +125° 12′ 43.06″) yang jaraknya sekitar 100 meter dari jalan utama, di tepian Selat Lembeh.

Taman Marga Satwa Tandurusa
Papan petunjuk yang berada di sebelah kanan jalan yang memandu arah ke Taman Marga Satwa Tandurusa, tepat di jalanan menurun tajam yang pertama di lintasan jalan yang kami lalui, yang merupakan jalan utama ke arah utara pada jarak 200 – 300 meter dari Selat Lembeh.

Taman Marga Satwa Tandurusa
Di dalam kandang tinggi berjeruji besi di Taman Marga Satwa Tandurusa inilah dimana kami bisa melihat Tarsius. Pintu sangkar tidak terkunci, dan kami pun satu per satu masuk ke dalam untuk memotret Tarsius dari jarak dekat, dengan tidak lupa menutup pintu sangkar di belakang kami.

Taman Marga Satwa Tandurusa
Inilah rupa Tarsius di Taman Marga Satwa Tandurusa yang jauh-jauh kami cari untuk melihatnya secara langsung. Tarsius memiliki ekor panjang menjuntai dengan bulu-bulu yang sangat halus. Bau menyengat kotorannya di dalam kandang itu tidak cukup untuk mematahkan semangat memotret hewan primata (sejenis monyet) terkecil di dunia ini.

Taman Marga Satwa Tandurusa
Di Taman Marga Satwa Tandurusa, kami bisa melihat Tarsius dengan bentuk tangan dan kaki yang menyerupai manusia dengan ukuran yang yang panjang. Berbeda dengan jenis monyet yang lain, Tarsius adalah penganut monogami yang setia, dan konon jika yang satu meninggal, maka pasangannya tetap akan hidup sendiri sampai ia menyusul ke alam baka.

Taman Marga Satwa Tandurusa
Mata tarsius yang besar tidak pernah menutup, namun bintik hitamnya akan membesar ketika malam tiba, membuatnya mampu melihat dengan jelas dalam kegelapan untuk mencari mangsanya, yang berupa serangga. Tarsius memang merupakan binatang malam, yang hanya aktif pada saat hari gelap. Namun di Taman Marga Satwa Tandurusa pola hidupnya agak terganggu, karena sering kedatangan pengunjung seperti kami ini.

Taman Marga Satwa Tandurusa
Tarsius biasanya diam dalam jangka waktu yang lama tanpa merubah posisi tubuh, kaki, tangan dan kepalanya. Yang unik pada Tarsius, dan kebetulan bisa melihat dengan mata kepala sendiri di Taman Marga Satwa Tandurusa, adalah kepalanya bisa berputar 180 derajat.

Taman Marga Satwa Tandurusa
Bola mata Tarsius yang besar ini memiliki diameter sekitar 16 cm, yang konon sama besarnya dengan ukuran otaknya. Jika mendekati malam, Tarsius akan lebih sulit untuk dipotret, karena akan berloncatan dengan cepat dari satu tempat ke tempat lainnya.

Taman Marga Satwa Tandurusa
Meskipun dalam foto terlihat besar, namun tinggi Tarsius yang mungil ini tidak lebih panjang dari telapak tangan orang dewasa, atau hanya sekitar 15 cm, dan binatang unik ini kabarnya memiliki golongan darah 0.

Taman Marga Satwa Tandurusa
Inilah Tarsius di Taman Marga Satwa Tandurusa yang sempat mendemonstrasikan kemampuannya untuk memutar kepala sejauh 180 derajat ketika akan dipotret, dan beruntung ia kembali ke posisi ini, dan diam pada posisi itu dalam waktu yang lama.

Taman Marga Satwa Tandurusa
Sebuah pohon beringin besar berdiri di tengah-tengah area Taman Marga Satwa Tandurusa, di dekat kandang Tarsius. Di Taman Marga Satwa Tandurusa sebenarnya juga bisa dilihat beberapa binatang langka seperti babi rusa dengan empat taring yang melengkung ke atas, kuskus, anoa dll, namun karena terlalu puas telah melihat Tarsius, dan hari pun sudah menjelang sore, kami pun meninggalkan Taman Marga Satwa Tandurusa tanpa saya sempat memotret koleksi binatang yang lain.

Taman Marga Satwa Tandurusa

Alamat: Aertembaga, Bitung, Sulawesi Utara. Tempat Wisata di Bitung, Peta Wisata Bitung, Hotel di Bitung

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Sulawesi Utara » Bitung » Taman Marga Satwa Tandurusa Bitung
Tag : , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 19 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap