Situs Watugudig di Sleman Jogja

Home » Yogyakarta » Sleman » Situs Watugudig di Sleman Jogja
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Hari sudah hampir gelap ketika saya sampai di lokasi Situs Watugudig Sleman, sebuah situs kuno yang berada di Dusun Jobohan, Kalurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan. Jaraknya sekitar 2 km dari parkir atas Keraton Ratu Boko yang saya kunjungi beberapa saat sebelumnya, atau hanya 130 m dari tepi Jalan Piyungan – Prambanan.

Lokasi Situs Watugudig ada di tepian sawah, diapit pekuburan dan rumah penduduk. Bagian depannya diberi pagar kawat, dan pintunya digembok. Suasana sepi, dan saya pun mengambil beberapa buah foto dari luar pagar depan yang hampir semuanya blur lantaran minimnya cahaya.

Esok harinya saya kembali berkunjung ke Situs Watugudig ini, namun tetap tidak terlihat ada penjaga situs. Sehingga saya pun akhirnya masuk ke area makam yang berada di sebelah kiri situs, karena melihat tembok pemisah keduanya yang cukup rendah, dan memotret Situs Watugudig dari beberapa titik di sana.

situs watugudig
Bagian depan Situs Watugudig yang dipotret pada jam 6.13 sore itu, satu-satunya foto yang lumayan baik, diambil dengan kecepatan rendah sehingga masih bisa terlihat.

situs watugudig
Bagian depan Situs Watugudig yang diambil dari balik pagar. Situs Watugudig tampak bersih dan terpelihara dengan baik. Pohon-pohon tetean pun dipotong dengan rapi, dan terlihat hijau asri.

Namun sayangnya sempat terjadi pencurian arca Jaladwara di situs ini, sebelum diberi pagar dan pintu masuk yang digembok. Kisah pencurian benda peninggalan purbakala semacam ini juga ditemui di beberapa situs lain yang saya kunjungi sebelumnya. Menyedihkan.

situs watugudig
Sebuah kelompok serakan batu di Situs Watugudig yang kebanyakan berbentu segi empat, dan hanya satu yang terlihat berbentuk kuncup bunga yang ditatah halus.

Penelitian di Situs Watugudig oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (SPSP / BP3) DIY kabarnya menemukan struktur batuan berbentuk segi empat, berukuran 30 m x 20 m, dan tinggi 0,5 m. Di tempat ini juga banyak ditemukan umpak dari batu andesit, yang oleh warga disebut watugudik lantaran bopeng-bopeng, permukaannya tidak halus.

situs watugudig
Beberapa buah batu umpak terbuat dari batu andesit berukuran besar tampak tertebar tak beraturan di Situs Watugudig. Adanya banyak batu umpak berukuran besar menjadi petunjuk bahwa di tempat ini pernah berdiri sebuah bangunan besar.

Mungkin karena letaknya berdekatan dengan situs Keraton Ratu Boko, orang lalu menduga bahwa tempat ini merupakan tempat peristirahatan sang raja. Namun tidak ada tengara atau prasasti yang bisa mendukung pendapat ini.

situs watugudig
Kebanyakan umpak-umpak di Situs Watugudig berbentuk segi empat pada bagian dasarnya untuk memberi kekuatan dan kestabilan, dan atasnya berbentuk bulatan terpancung mendatar. Tidak terlihat ada lubang segi empat di permukaan atasnya, yang biasanya sebagai dudukan pilar kayu.

situs watugudig
Tebaran umpak di sudut Situs Watugudig. Satu diantaranya memiliki tonjolan di tengah permukaan atasnya, yang tampaknya dimaksudkan sebagai ‘penggigit’ pilar yang ditopangnya.

Bagaimana pun karena tidak langsung berkeliling di dalam lokasi, pandangan saya terbatas. Hanya benda-benda yang masih bisa terlihat dari pekuburan saja yang bisa saya potret. Selebihnya mungkin ada yang terlewatkan.

Di Situs Watugudig ini, SPSP DIY kabarnya juga menemukan batu candi berbentuk padma, simbar, potongan gerabah dan keramik, tulang, arca Buddha, dan kereweng, yang semuanya telah disimpan di BP3 DIY.

situs watugudig
Pemandangan di persawahan, sesaat setelah saya meninggalkan Situs Watugudig. Terakhir kali saya melihat burung bangau di alam bebas (orang Jawa menyebutnya Kuntul) adalah ketika mengunjungi Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong di Semarang, namun mereka beterbangan di atas pepohonan, bukan di sawah seperti ini.

Situs Watugudig

Alamat: Dusun Jobohan, Kalurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Jogjakarta. Lokasi GPS: -7.77490, 110.48079. Peta Wisata Sleman, Tempat Wisata di Sleman, Hotel di Yogyakarta.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »