Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder, Bogor

Home » Jawa Barat » Bogor Kabupaten » Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder, Bogor
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Letak Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder Bogor hanya beberapa puluh meter dari Situs Kuta Gegelang. Jarak pendek itu ditempuh dengan berjalan kaki melewati pinggir lapangan rumput sangat luas, dimana segerombolan kerbau jinak tengah merumput ketika kami lewat.

Situs Raden Surya Kencana Bogor

Alamat: Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Lokasi GPS (gang masuk): Google Map, Waze. Jam buka sepanjang waktu. Harga tiket masuk gratis, sumbangan diharapkan. Rujukan: Tempat Wisata di Bogor, Peta Wisata Bogor, Hotel di Bogor.
Galeri (12 foto): 1.Halaman, 2.Gapura, 3.Pendopo, 4.Makam, 5.Kuncen, 6.Luas, 7.Payung, 8.Padjajaran, 9.Raja … s/d 12.Naga.

Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder dikelilingi tembok dan pilar bata telanjang dengan sebentuk bola merah di puncaknya. Cukup berselera. Pilar itu dihubungkan dengan pagar besi membentuk kotak berlubang besar, sehingga pejalan bisa melihat ke dalam dari luar tembok.

Konon Raden Surya Kencana adalah karuhun orang Sunda, putera Prabu Nilakendra (Siliwangi V). Ia dipercaya sebagai raja terakhir Kerajaan Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran. Raden Surya Kencana juga dikenal sebagai Raga Mulya dan Pucuk Umun (Panembahan) Pulasari, karena ia menyingkir ke Pulasari, Pandeglang, saat Pakuan diserang Kesultanan Banten dan Cirebon.

situs raden surya kencana gunung bunder bogor
Halaman luar Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder Bogor yang merupakan lapangan rumput luas yang bisa digunakan untuk melakukan upacara adat tradisional pada waktu-waktu tertentu. Cukup tingginya curah hujan di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak membuat area situs ini terlihat hijau dengan rerumputan subur dan pepohonan yang cukup banyak.

Dari jarak ini bisa dilihat akses masuk ke area situs berupa gapura beratap genting kemerahan di tengah pagar keliling. Di belakang gapura tampak pendopo beratap genting kehijauan dimana terdapat situs utama yang berbentuk sebuah kubur memanjang. Di sebelah kiri adalah saung tempat kuncen menerima tamu.

situs raden surya kencana gunung bunder bogor
Penampakan gapura Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder. Pada pilar gapura sebelah kanan menempel tengara berbunyi “Pemagaran situs ini dibangun oleh H. Rudy Harsa Tanaya, Drs. H. Dedi Supardi, MM. Bogor, 3 Maret 2012.” Yang dimaksud pemagaran adalah pembuatan pagar atau tembok keliling situs. Rupanya ada orang lain lagi yang melakukan pemugaran pendopo.

Yang unik adalah adanya sepasang Ciok Say dari tembaga. Ciok Say adalah singa penjaga pintu dan penolak roh jahat yang biasa ditemui di depan kelenteng. Singa jantan dengan bola di kakinya, sedangkan yang betina bersama anaknya. Sesaat kemudian kami melangkahkan kaki masuk ke dalam area situs, dan adalah kebetulan kuncen situs tengah berada di dalam pendopo.

situs raden surya kencana gunung bunder bogor
Pendopo utama Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder Bogor yang berukuran lumayan besar dan dibuat cukup indah. Di tengah pendopo terdapat bentuk seperti makam panjang yang dikeliling oleh jaring kelambu transparan berwarna hijau. Meskipun atapnya tak berbentuk pelana namun ada arca naga di puncaknya, menandai adanya pengaruh budaya Tionghoa pada bangunan ini.

Ketika tengah memotret pendopo utama ini saya memunggungi pendopo atau saung terbuka lainnya, yang juga berukuran cukup besar. Saung itu digunakan oleh para pengunjung untuk sejenak beristirahat meluruskan punggung atau untuk berbincang dengan kuncen. Di sisi kiri pendopo utama ada lagi satu bangunan kecil untuk tempat membersihkan diri.

situs raden surya kencana gunung bunder bogor
Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder Bogor yang dibuat dalam bentuk makam memanjang dengan lubang di tengah dimana terdapat tiga tonjolan yang dibebat kain mori putih. Tiga tonjolan itu sepertinya adalah menhir, benda budaya peninggalan dari jaman megalitikum, yang lewat petunjuk gaib diasosiasikan sebagai situs peninggalan Raden Surya Kencana.

Di bagian atas “makam” berderet tiga payung hijau, satu berukuran besar dan dikiri kanan berukuran lebih kecil bersusun tiga. Pada “nisan” terdapat lambang kerajaan berwarna keemasan. Di bawah lambang terdapat tulisan “Raden Surya Kencana, Kerajaan Padjajaran”. Lalu agak ke bawah terdapat tulisan “Dibangun oleh: Prof Dr Thomas Y Purba, 21 Maret 2003”

Wikipedia menyebut penguasa Pakuan Pajajaran adalah Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521), Surawisesa (1521 – 1535), Ratu Dewata (1535 – 1543), Ratu Sakti (1543 – 1551), Ratu Nilakendra (1551 – 1567, menyingkir dari Pakuan, sekarang Bogor, diserbu Hasanudin dan Maulana Yusuf), dan Raga Mulya (1567 – 1579) atau Prabu Surya Kencana yang memerintah dari Pandeglang.

Petunjuk keberadaan Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran yang berumur 97 tahun itu diantaranya ditemukan pada Prasasti Batutulis Bogor. Laporan yang dibuat Scipio kepada Gubernur Jenderal Joanes Camphuijs yang dibuat pada 23 Desember 1687 menyebutkan adanya puing istana Pajajaran, terutama tempat duduk raja, yang dikerumuni dan dirawat oleh sejumlah harimau.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 25 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »