Situs Batu Guling Banyumas

Situs Batu Guling Banyumas adalah sebuah situs purbakala yang merupakan peninggalan dari jaman budaya megalitik di wilayah Kabupaten Banyumas yang saya kunjungi berbulan lalu namun baru sempat menulisnya belakangan. Tak apalah, lebih baik (jauh) terlambat daripada tak ditulis dan membusuk dan hilang dari ingatan.

Matahari sudah lama melewati ubun-ubun kepala ketika kami tiba tepat di samping lokasi situs yang berada diantara rumah-rumah sederhana dan gerumbul pohon bambu yang lumayan lebat. Membutuhkan waktu sekitar 10 menit berkendara ke Situs Batu Guling dari Situs Lembu Ayu.

Jarak keduanya 5,4 km, ditempuh dengan berkendara mengarah ke Selatan, mentok belok kanan, mentok di Jl Raya Sumbang belok kiri sejauh 50 meter lalau belok kanan, dan 2,1 km kemudian belok ke kiri. Kuncen tengah pergi, dan pintu masuk ke dalam area situs digembok. Sukurlah ada seorang penduduk yang kemudian pergi untuk memberitahu sang kuncen. Selagi menunggu saya mengamati Situs Batu Guling dari luar pagar.

situs batu guling
Tembok rendah setinggi lutut berbentuk persegi dengan pagar kawat berduri di atasnya mengelilingi area Situs Batu Guling seluas 20 m2 ini. Sebuah tengara cagar budaya dengan menyebut nama situs ditegakkan di sisi depan.

Pepohonan perdu yang ditanam di dalam area situs cukup membantu meneduhkan mata, menjadi penyeimbang bagi tanah gundul di sekeliling area. Gerumbul pohon bambu lebat berada di sisi luar kirinya.

situs batu guling
Dari balik pintu pagar yang masih terkunci, terlihat dua buah menhir berukuran cukup besar, sebuah batu lumpang, dan tengara terbuat dari kermaik pada tugu rendah di sebelah kiri. Batu-batu lainnya di susun di sekitar menhir.

Hanya ada beberapa lembar sampah daun terlihat di dalam sana, serta rumput hijau masih hidup cukup subur. Artinya situs ini dirawat dengan cukup baik oleh penjaganya.

situs batu guling
Dari sisi ini terlihat bahwa pada sebelah atas batu lumpang ada bagian batu yang sedikit rompal, namun rompalannya ditempelkan kembali tanpa direkat. Juga terlihat beberapa buah batu menhir berukuruan kecil di sebelah kanan batu menhir besar di ujung sana.

situs batu guling
Gerumbul pohon bambu lebat yang berada di sisi kanan lokasi, jika dilihat dari arah kebalikan kedatangan.

Situs Batu Guling di Desa Datar ini tampaknya memang berada di sebuah dataran rata luas di kaki Gunung Slamet, tidak lagi di pinggangnya. Situs megalitik untuk pemujaan arwah nenek moyang seperti ini lazimnya banyak ditemukan di perbukitan dalam bentuk punden berundak. Namun setidaknya Desa Datar ini diapit oleh dua buah sungai, meskipun salah satunya terletak agak jauh di sebelah Timur.

situs batu guling
Dari sisi ini, masih dari luar pagar karena kuncen belum juga datang, terlihat lebih jelas tiga buah menhir kecil itu, dan beberapa buah batu berbentuk agak unik.

Terlihat juga sebuah batu dakon cukup besar, dengan lubang-lubang bulat di atas permukaannya yang telah diisi batu-batu bulat kecil. Batu dakon sejenis ini pernah saya lihat di Prasasti Batu Dakon di Ciaruteun, Bogor.

Dari sini saya juga bisa melihat bahwa di depan batu menhir sebelah kiri terdapat batu datar dimana di atasnya terdapat onggok hitam bekas bakaran kemenyan. Mistik masih hidup hingga kini.

situs batu guling
Pintu masuk yang masih terkunci itu. Rupanya jauh juga si ibu bepergian, sehingga membutuhkan waktu lama untuk kembali. Rumah si ibu yang bernama Karsinah ini sebenarnya tepat di samping Situs Batu Guling ini, jika saja ia tak sedang bepergian.

Seingat saya si ibu yang sudah cukup tua ini mewarisi tugas memelihara situs dari suaminya yang telah lebih dulu meninggal dunia.

situs batu guling
Akan halnya asal muasal nama Watu Guling, konon sebelumnya batu itu ada di Gunung Tugel di Selatan Purwokerto yang melesat ke angkasa setelah ditendang Bima dan jatuh berguling sampai akhirnya berhenti di dataran yang kemudian dikenal sebagai Desa Datar ini.

Setelah berkeliling dan hampir menyerah serta hendak melangkah pergi meninggalkan lokasi, akhirnya Karsinah datang juga dan sesaat kemudian tanpa terlalu banyak basa-basi ia membukakan pintu pagar buat kami.

situs batu guling
Tri yang tingginya 180-an cm menjadi skala buat memperbandingkan dengan tinggi batu menhir di Situs Batu Guling itu. Sebuah situs menyebut bahwa ketinggian batu menhir berbentuk persegi itu adalah 137 cm, dengan lebar 42 cm. Sedangkan Batu Lumpang tingginya 25 cm, garis tengah 46 cm dan ketebalan dindingnya sekitar 4 cm.

Kedua menhir itu berjajar ke arah Utara – Selatan, mengarah ke Gunung Slamet dimana arwah leluhur bersemayam, dan Laut Selatan. Batu-batu lainnya di situs ini kebanyakan memiliki permukaan halus, berbentuk lonjong atau datar, termasuk batu datar tempat bakaran dupa itu.

situs batu guling
Batu dakon itu kini bisa terlihat dengan lebih jelas. Ada lima buah lubang melingkar di permukaan batu itu, dengan satu lubang di tengahnya. Semuanya diisi dengan batu kecil.

Melihat dengan lebih dekat, Batu lumpang tampaknya telah mengalami rekonstruksi, karena terlihat beberapan tambalan semen di sana-sini yang membuatnya secara keseluruhan tampak masih utuh.

situs batu guling
Tengara di sebelah kiri itu menyebut telah dilakukannya rehab terhadap kompleks Situs Batu Guling, ditandatangani Kepala Disparbud Kabupaten Banyumas Slamet Sudiro, pada 18 Juli 2008.

Tak ada informasi tambahan yang saya peroleh dari Karsinah tentang Situs Batu Guling ini. Tak apalah. Namun ada baiknya dinas purbakala memberi bekal informasi kepada para penjaga situs, agar bisa memberi informasi menarik kepada pejalan. Akan lebih baik lagi jika dibuatkan papan berisi tulisan tentang riwayat penemuan dan perkiraan usia situs, pekerjaan perbaikan, dan informasi teknis lainnya tentang situ.

Situs Batu Guling Sumbang

Alamat : Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Lokasi GPS : -7.37323, 109.2566, Waze. Rujukan : Peta Wisata Banyumas . Tempat Wisata di Banyumas . Hotel di Purwokerto.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Banyumas » Situs Batu Guling Banyumas

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email. Diperbaiki 14 Juli 2017. Tag: ,