Situs Batu Batikam Batusangkar Tanah Datar

Home » Sumatera Barat » Tanah Datar » Situs Batu Batikam Batusangkar Tanah Datar
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Kami tetap meneruskan perjalanan ke Situs Batu Batikam Batusangkar Tanah Datar, meskipun jam pada waktu itu sudah menunjukkan pukul 17.20 oleh karena menurut informasi jaraknya dekat saja. Situs Batu Batikam Batusangkar masih berada di Nagari Limo Kaum, kurang dari 10 menit perjalanan dari Situs Prasasti Kubu Rajo Tanah Datar yang baru kami kunjungi.

Lokasi Situs Batu Batikam Batusangkar Tanah Datar ini juga berada di tepi jalan besar dengan posisi lebih tinggi dari jalan, sehingga sangat mudah diakses. Tidak terlihat ada yang menjaga situs ini ketika kami tiba di sana, dan karena tidak dikunci, kami pun masuk ke dalam kompleks situs yang cukup luas dengan menaiki beberapa undakan batu.

Undakan yang menjadi akses masuk ke Situs Batu Batikam Batusangkar Tanah Datar ini berada hampir di ujung kanan area situs dimana terdapat taman kecil yang ditumbuhi tanaman perdu. Untuk menuju ke Batu Batikam ada jalan batu cukup rata selebar sekitar satu meter yang barakhir di area utama situs yang lebar dengan tatanan batu lebih besar.

situs batu batikam batusangkar tanah datar
Hal pertama yang menarik perhatian saya ketika sudah berada di dalam area Situs Batu Batikam Batusangkar Tanah Datar ini adalah adanya sejumlah pohon beringin yang sangat besar dan rimbun. Besarnya pohon beringin ini benar-benar di luar kewajaran, sehingga pasti membuat siapa pun yang melihatnya akan terpesona, atau merinding takut.

Adanya pohon beringin itu membuat suasana di sekitar area Situs Batu Batikam Batusangkar terasa jauh lebih angker dibanding situs Prasasti Kubu Rajo. Meskipun area situs ini sebenarnya terlihat rapi terawat. Tampak asri pula karena adanya tanaman perdu yang daunnya beraneka warna. Bisa jadi terasa angker karena sudah jelang maghrib.

situs batu batikam batusangkar tanah datar
Penampakan Situs Batu Batikam Batungsangkar Tanah Datar terlihat di latar dengan dengan latar belakang pohon beringin besar kedua yang ada di situs ini. Saking tuanya, batang utama pohon beringinnya sendiri sudah sangat lapuk, namun akar-akar gantungnya yang menghunjam ke tanah sudah membesar dan menjadi batang pohon sendiri.

Tengara di kiri menyebutkan bahwa ini nagari pertama sesudah Pariangan dibangun Cati Bilang Panda dengan anaknya Datuk Parpatih Nan Sabatang, berikut koto Balai Labuah, Balai Batu, Kubu Rajo dan Kampai Piliang. Kelima koto ini disebut V Kaum sebagai pusat pemerintahan adat Bodi-Caniago, dengan junjungan adatnya Datuk Bandaro Kuning.

Tidak berapa lama setelah kami berada di area Situs Batu Batikam Batusangkar Tanah Datar ini, seorang pria bersarung tampak berjalan melangkah mendekat dengan membawa buku tamu dan ballpen. Rupanya ia adalah penjaga Situs Batu Batikam yang melihat kedatangan kami karena rumahnya berada di dekat situs, atau ada orang yang melapor kepadanya.

situs batu batikam batusangkar tanah datar
Penampakan Batu Batikam yang berada di atas susunan batu, berbentuk hampir seperti segitiga terbalik yang terbuat dari batuan andesit keras dengan lubang pipih menembus batu di bagian atasnya. Lubang itu memang mirip bekas tikaman senjata tajam, sehingga disebut Batu Batikam. Batu ini berukuran tinggi 55 cm, tebal 20 cm, dan lebar 45 cm.

Menurut kepercayaan, batu itu ditikam oleh Datuk Parpatiah Nan Sabatang sebagai tanda berakhirnya perselisihan dengan Datuk Katumanggungan mengenai soal adat. Situs Situs Batu Batikam Batusangkar Tanah Datar seluas 1.800 m2 ini pada dahulu merupakan medan nan bapaneh atau tempat bermusyawarah kepala suku yang duduk di batu segi panjang.

Perselisihan itu terjadi karena sistem pemerintahan adat Koto-Piliang (aristokrasi) yang dicetuskan kakaknya Datuk Katumanggungan dengan sistem pemerintahan adat Bodi-Caniago (demokrasi) yang dicetuskan Datuk Parpatih Nan Sabatang. Dengan ditikamnya batu itu maka kedua sistem diakui keberadaannya dalam masyarakat Minangkabau.

Datuk Katumanggungan juga menikam sebuah batu dengan kerisnya dan diletakkan di Sungai Tarab VIII Batu (Bungo Satangkai, Bulakan Sungai Kayu Batarok) sebagai pusat pemerintahan Koto-Piliang, dengan pucuk adat Datuk Bandaro Putih. Sejak itu tidak ada perseteruan antara nagari pemakai sistem Koto-Piliang dan pemakai sistem Bodi-Caniago.

Situs Batu Batikam Batusangkar Tanah Datar selengkapnya: 4.Beringin 5.Tatanan Batu 6.Penjaga 7.Medan nan Bapaneh 8.Perselisihan Adat 9.Limo Kaum 10.Pintu Masuk 11.Undakan 12.Datuk Bandaro

Situs Batu Batikam Batusangkar Tanah Datar

Jorong Dusun Tuo, Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat . Tempat Wisata di Tanah Datar

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 20 Januari 2017.

Lalu «
Baru » »