Situ Patengan Bandung

Cari, kirim ke FB | Tweet | WA | Print!.

Situ Patengan Bandung adalah tempat wisata air paling ujung yang berada di daerah sejuk Ciwidey, Bandung Selatan. Sebelum sampai ke tepian Situ Patengan, terdapat jalan bercabang ke kiri yang menuju ke Pantai Jayanti di Cianjur Selatan. Namun sayang jalannya tampak belum begitu lebar meski terlihat aspalnya cukup mulus.

Pada ujung jalan di Ciwidey, kendaraan berbelok tajam ke arah kiri lalu berbalik arah membentuk seperti huruf U terbalik. Sesaat kemudian sampailah kami di tempat parkir kendaraan Situ Patengan yang berada persis di tepi danau. Sebelum sampai tempat parkir pun kami sudah bisa melihat Situ Patengan yang elok dari tepian jalan.

Dari tepi jalan kami juga bisa melihat sepetak tanah cukup ramping yang menjorok jauh ke dalam air Situ Patengan. Petak tanah yang asri ini dihias pohon cemara subur yang terlihat indah dan menjadi tempat nyaman untuk duduk-duduk menikmati pemandangan di tengah hawa sejuk nyaman pada ketinggian sekitar 1600 mdpl ini.

Situ Patengan berasal dari bahasa Sunda Pateangan-teangan, atau saling mencari. Adalah Ki Santang dan Dewi Rengganis yang telah lama berpisah, sehingga membuat mereka saling mencari. Cinta kasih yang begitu dalam, membuat mereka dipertemukan di tempat yang kemudian dikenal sebagai “Batu Cinta” yang berada di seberang danau.

situ patengan bandung
Situ Patengan yang terlihat sangat cantik ini kami lihat dari jalanan beberapa saat sebelum sampai ke tempat parkir kendaraan. Situ ini dikelilingi oleh tanaman teh yang dikelola oleh Perkebunan Teh Ranca Bali. Perkebunan teh yang sangat luas itu memberi ruang resapan air yang sangat mencukupi dan membantu kelestarian danau elok ini.

Keluar dari kendaraan kami nongkrong dulu di sebuah gazebo di tepian tempat parkir dengan pemandangan luas ke arah danau. Di sekitaran area parkir Situ Patengan ini terdapat banyak warung makanan yang menjual makanan berat dan camilan, serta minuman hangat maupun dingin. Kami mampir ke salah satu warung untuk mengganjal perut.

situ patengan bandung
Deretan perahu sewaan di tepian Situ Patengan Bandung, dilihat dari gazebo di dekat tempat parkir kendaraan. Di Situ Patengan, pengunjung bisa menyewa perahu atau ikut perahu reguler yang lebih murah, atau bisa juga menyewa perahu angsa dan becak air. Cukup banyak pengunjung yang tengah menikmati Situ Patengan di atas perahu angsa.

Terlihat pula perahu wisata reguler yang tengah berkeliling di atas danau luas ini. Pohon hijau lebat di sebelah belakang area Situ Patengan adalah bagian dari Hutan Lindung Kehutanan. Kami kemudian berjalan kaki ke dekat tempat perahu-perahu ditambat. Di tempat itu ada sebuah tengara yang menceritakan legenda Situ Patengan.

situ patengan bandung
Pemandangan indah dari atas perbukitan tepian Situ Patengan dimana Batu Cinta berada, dengan latar depan pucuk-pucuk pohon teh hijau. Saya terlebih dahulu mendaki perbukitan teh yang tak terlalu tinggi untuk mendapatkan pemandangan yang elok ini. Pemandangan yang indah Situ Patengan bisa diambil dari beberapa lokasi yang berbeda di perbukitan ini.

Untuk sampai ke Batu Cinta ini kami memilih untuk menyewa sebuah perahu motor dengan membayar Rp.100.000, dari penawaran sangat fantastis sebesar Rp.250.000. Saya tak tahu apakah tukang perahu atau calonya yang memberi penawaran tak masuk akal itu, lantaran perjalanan pulang pergi hanya memakan waktu kurang dari setengah jam.

Lokasi di seberang area parkir Situ Patengan ini namun memiliki kontur perbukitan yang mengasyikkan. Pohon teh yang subur, serta sebaran pepohonan rindang semakin memperkuat suasana nyaman ketika menikmati pemandangan Situ Patengan dari perbukitan. Di pulau ini ada prasasti yang menceritakan kisah asmara yang menciptakan Batu Cinta.

Menurut sahibul hikayat, Dewi Rengganis meminta kepada Ki Santang untuk dibuatkan danau dan perahu berbentuk hati. Permintaan itu dikabulkan, sehingga tercipta Situ Patengan, dan perahu menjadi Pulau Asmara atau Pulau Sasaka. Pasangan yang singgah di Batu Cinta, dan mengelilingi Pulau Asmara, konon akan senantiasa mendapatkan berkah cinta abadi.

Foto Situ Patengan Ciwidey selengkapnya: 4.Hutan Lindung 5.Panorama Situ Patengan 6.Nongkrong 7.Perahu Sewaan 8.Pulau Asmara 9.Legenda 10.Batu Cinta 11.Sandar 12.Indah Tenang 13.Rindang 14.Keindahan 15.Perahu

Situ Patengan Bandung

Alamat: Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Bandung. Harga tiket masuk: Rp. 6.000, motor Rp. 3.000, mobil Rp. 11.500, Bus Rp. 22.000, Wisman Rp 19.000. Terdekat: Perkebunan Teh Rancabali (4, 6 km), Air Panas Walini (5,4 km). tempat Wisata di Bandung . Peta Wisata Bandung . Hotel Murah di Bandung, Hotel di Ciwidey.



Kirim ke FB | Tweet | WA | Email | Print!

Home » Jawa Barat » Bandung Kabupaten » Situ Patengan Bandung
Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »