Setu Babakan Jakarta Selatan

Home » Jakarta » Jakarta Selatan » Setu Babakan Jakarta Selatan
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Setu Babakan Jakarta Selatan, salah satu benteng Budaya Betawi, sudah kelewat sering saya dengar namun baru beberapa waktu lalu bisa mengunjunginya. Pemicunya adalah keinginan mencicipi bir pletok yang lama terpendam. Di Setu Babakan pasti bisa saya temukan bir pletok yang belum ketahuan seperti apa rasanya.

Setu Babakan Jakarta Selatan. Alamat: Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lokasi GPS: -6.340194, 106.824758, Waze. Rujukan: Peta Wisata Jakarta . Tempat Wisata di Jakarta . Hotel di Jakarta Selatan.
Galeri (21 foto): 1.Delman . 2.Dermaga . 3.Memotret . 4.Pitung . 5. . 6.Rumah adat . 7.Busana . 8.Kerak Telor . 9.Pa’Tegar … s/d 21.Bergaya.

Setelah memutar balik kendaraan di depan Kampus IISIP Lenteng Agung, kami belok ke kiri masuk ke Jl Joe. Lanjut ke Jl Kelapa Tiga sampai mentok lalu belok kiri, dan lalu belok kanan masuk Jl Jeruk Raya, lanjut sampai mentok dan belok kanan ke Jl Moch Kahfi 2. Setelah 800 m kemudian terlihatlah Pintu Masuk 1 Bang Pitung Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Kurang dari 300 m setelah gerbang kami belok kiri mengikuti Jalan Situ Babakan yang ada di samping kiri masjid.

Untuk memastikannya saya menelpon Heru Wirowongso, seorang teman LKers yang rumahnya di tepian danau. Setelah 130 m jalan itu berbelok ke kanan, lalu menurun dan kami belok ke kanan di jalan tepian Situ Babakan. Kami mampir di warung mas Heru yang bersebelahan dengan Warung Kerak Telor Pa’Tegar. Orangnya menyenangkan membuat kami betah duduk berlama-lama. Apalagi kemudian datang Bir Pletok dan Kerak Telor dari warung P’Tegar. Bir Pletok warnanya semu merah yang berasal dari kayu secang.

setu babakan jakarta selatan
Suasana jalan di Setu Babakan ketika sebuah delman lewat melintas. Anda bisa menyewa delman itu untuk menyusur jalan di pinggiran danau. Pepohonan di pinggir danau memberi keteduhan bagi pejalan, baik yang melintasi maupun yang duduk di bangku kayu sederhana pinggir danau. Jika saja bangku Jokowi yang dipasang tentulah lebih anggun.

Rasa Bir Pletok ini sangat khas, dan saya suka. Jika Bandrek terlalu pedas, dan karena itu biasanya saya pesan campuran Bajigur – Bandrek, maka rasa Bir Pletok ini pas. Rasa jahenya tak terlalu kuat, namun tetap terasa hangat di badan. Ada rasa lain yang tak saya ketahui berasal dari bahan yang mana. Mungkin campuran rasa semuanya. Kerak Telor Pa’Tegar juga lezat, dan saya sempat berbincang dengan penjualnya. Lebih dari lima tahun ia berdagang di Setu Babakan, dengan memakai nama anaknya sebagai merk warungnya untuk menangguk rejeki. Ada beberapa rasa Kerak Telor yang dijajakan di lapak Pa’Tegar ini. Jika mau aman minta saja dibuatkan Kerak Telor andalannya.

setu babakan jakarta selatan
Dermaga Sepeda Air bagi yang ingin menikmati suasana Setu Babakan dari atas danau. Meskipun tak ada larangan berenang, namun jangan coba-coba berenang. Di tahun 2009 sebanyak 11 orang tewas tenggelam di danau berkedalaman 1-5 meter ini. Sebagian terseret arus, dan sebagian lagi tenggelam karena kurang bisa berenang.

Di tengah danau, seorang pria menebar jala untuk menangkap ikan. Kabarnya ada lebih dari 100 jala gantung untuk menangkap ikan di Situ Babakan. Memancing bisa dilakukan di Setu Babakan, gratis. Jika beruntung, Ikan Mujair sebesar telapak tangan bisa diperoleh. Mbak Nunuk, isteri mas Heru memesan Toge Goreng untuk kami. Enak juga, dan habis ludas.

Makanan khas lainnya di Setu Babakan adalah Dodol Betawi, Arum Manis, Es Duren, Es Potong, Ikan Pecak, Geplak, Wajik, Laksa, Nasi Uduk, Nasi Ulam, Rujak Bebek, Tape uli, dan tentu saja Soto Betawi. Melanjutkan jalan kaki, sampailah saya di kompleks rumah adat Betawi yang dirimbuni pepohonan dan dengan halaman parkir yang lumayan luas.

setu babakan jakarta selatan
Seorang gadis tengah memotret di Rumah Adat Betawi. Di kompleks ini ada tiga rumah Betawi. Ada Rumah Gudang atau Kandang, Rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan satu lagi Rumah Joglo. Beragam pohon buah-buahan juga bisa ditemui di kompleks ini, seperti buah Kecapi, Jamblang, Krendang, Guni, Nangka Cimpedak, Nam-nam, dan Jengkol.

Di kompleks rumah budaya Betawi Setu Babakan ini biasa dibuat panggung pertunjukan setiap hari Minggu yang menampilkan berbagai kesenian seperti Marawis, Gambang Kromong, Tari dan Topeng Betawi, Rebana Qasidah, Nasyid, Lenong Betawi, Hadrah, Topeng Blantek, Tanjidor, Pencak Silat, Tari Lenggang Nyai, dan Tari Narojeng.

setu babakan jakarta selatan
Ini adalah Pintu Masuk 1 Bang Pitung Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan yang pengunjung akan lihat saat berbelok dari jalan besar. Dari mulut Jl Joe yang berliku sampai ke belokan Pintu Gerbang Pitung ini jaraknya 3,1 km.

Macam-macam yang ditawarkan orang di Setu Babakan, dari mulai makanan tradisional Betawi, mainan, pakaian, sampai lagu-lagu gambang kromong. Area bermain anak juga tersedia di Setu Babakan, termasuk mainan Betawi seperti galah asin, takadel, dampu, dan congklak. Cukup untuk menghibur anak dengan biaya terjangkau, seraya mengenali budaya Betawi.

Meskipun Setu Babakan telah mampu membuat kami senang dan betah, namun masih banyak yang perlu dibenahi. Sukurlah Pemprov DKI telah menganggarkan sejumlah besar dana APBD untuk revitalisasi Setu Babakan pembuatan area parkir, panggung arena, pusat informasi, serta panggung tertutup, serta pembangunan pulau buatan di tengah danau.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , , , , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 25 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »