Senja di Pantai Padang, 1

Home » Sumatera Barat » Padang » Senja di Pantai Padang
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Menjelang sore kami sempatkan untuk berkunjung ke Pantai Padang di Kota Padang, Sumatera Barat, agar bisa melihat bagaimana pemandangan dan suasana di sana saat matahari mulai turun ke batas cakrawala. Sesampainya di sana, kami singgah terlebih dahulu ke sebuah cafe di tepi pantai untuk menyegarkan tenggorkan, sambil menunggu waktu.

Cafe itu memiliki dua lantai, dan kami pun memilihi duduk di lantai dua agar bisa melihat suasana pantai Padang dari balkon yang terbuka ke arah laut.

Pantai Padang
Papan nama cafe dengan latar belakang Pantai Padang dan sebuah tanjung berbukit yang menjorok ke laut, diambil dari balkon di lantai dua.

Pantai Padang
Warung-warung makanan dan gerobak minuman sederhana tampak berderet di tepi jalan memunggungi Pantai Padang.

Pantai Padang
Sebuah papan yang memberi peringatan bahwa berenang di Pantai Padang bisa mengancam keselamatan. Tumpukan batu yang menjorok ke laut menjadi tempat favorit untuk duduk mencangkung menikmati pemandangan laut lepas.

Pantai Padang
Bias sinar matahari memantul di permukaan air laut Pantai Padang, dengan latar siluet pohon nyiur yang mengingatkan pada saya lagu “Rayuan Pulau Kelapa” karya Ismail Marzuki. Namun tidak terlalu banyak pohon nyiur terlihat di tepi Pantai Padang ini.

Tidak lama kemudian kami turun dari lantai dua, membayar minuman, lalu keluar menyeberang jalan menuju tepian pantai. Tepian Pantai Padang ini cukup sempit dan dilindungi dengan tumpukan batuan dan beton untuk melindungi garis pantai dari abrasi air laut yang tampaknya cukup kuat.

Pantai Padang
Matahari mulai mendekati garis cakrawala, dengan semburat sinarnya yang membuat banyak orang rela membunuh waktu di tepi pantai untuk menikmati suasananya yang romantis.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »