Sendratari Ramayana

Home » Yogyakarta » Sleman » Sendratari Ramayana
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Sendratari Ramayana adalah sebuah pertunjukan drama tari kolosal klasik yang pertama kali saya lihat pada awal tahun 1960-an di ruang terbuka Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Saya berkesempatan menonton kembali pertunjukan Sendratari Ramayana ini sekitar awal tahun lalu, di dalam Gedung Trimurti oleh karena hujan masih sering turun.

Hanya ketika musim kering, Mei – Oktober, Sendratari Ramayana dipentaskan di Teater Terbuka Candi Prambanan. Saat yang paling indah untuk menonton Sendratari Ramayana di Teater Terbuka adalah pada malam Bulan purnama penuh, ketika Bulan bersinar terang di langit yang bersih ditemani bintang gemintang, dengan latar belakang Candi Prambanan yang indah.

Sendratari Ramayana dipentaskan dalam bentuk gerak dan tari bergaya Jawa halus, tanpa dialog sama sekali, yang menceritakan kisah epik kuno yang berasal dari India dan telah lama diadaptasi ke dalam versi Jawa. Sebuah kisah klasik tentang cinta, tipu muslihat, perang, kesetiaan, pengorbanan, sifat ksatria, patriotisme, dan keteguhan kepercayaan.

Sendratari Ramayana
Rama Wijaya, penguasa Kerajaan Ayodya, memenangkan sayembara yang diselenggarakan oleh Raja Janaka, penguasa Kerajaan Mantili, untuk memilih ksatria yang terbaik yang akan mengawini putrinya yang cantik jelita, Dewi Sinta.

Sendratari Ramayana
Rama dan Sinta tengah digoda oleh seekor kijang emas, yang merupakan penjelmaan Marica atas perintah Rahwana dalam satu tipu muslihat untuk memisahkan Rama dan Sinta, sehingga ia bisa menculik dan membawanya ke Kerajaan Alengka untuk menjadi isterinya.

Sendratari Ramayana
Laksmana yang diperintahkan Rama untuk menjaga Sinta selagi ia mengejar kijang emas palsu itu, karena ketidaksabaran Sinta untuk menunggu akhirnya diminta oleh Sinta untuk menyusul pergi mencari suaminya. Sebelum pergi, Laksmana membuat garis perlindungan gaib melingkar pada tanah yang mengelilingi Sinta, dan meminta Sinta untuk tidak keluar dari lingkaran, apa pun yang terjadi.

Rahwana yang tidak bisa menembus garis gaib Laksmana, merubah bentuk menjadi seorang Brahmana tua yang lemah. Sinta pun merasa kasihan dan keluar dari garis lingkaran gaib untuk menolong, dan jatuhlah ia ke dalam perangkap Rahwana. Sinta dibawa Rahwana ke Alengka, setelah bertarung dan mencederai dengan parah seekor burung raksasa bernama Jatayu, sahabat Raja Janaka. Rama memperoleh informasi tentang penculikan Sinta dari Burung Jatayu beberapa saat sebelum Jatayu tewas.

Sendratari Ramayana
Hanoman, raja monyet berbulu putih yang maha sakti, menyelusup masuk ke Kerajaan Alengka untuk mengumpulkan informasi mengenai kekuatan tentara Alengka, dan bertemu dengan Sinta di taman keputren Alengka atas perintah Rama.

Sendratari Ramayana
Keberadaan Hanoman di Alengka diketahui oleh Indrajit, anak Rahwana. Ketika Rawhana akan membunuh Hanoman, Kumbakarna mencegahnya dan nyawa Hanoman pun terselamatkan. Kumbakarna tahu bahwa Rahwana, abangnya, telah melakukan sebuah kesalahan besar, namun ia tetap setia kepada saudara dan negaranya, meskipun ia telah diusir Rahwana keluar dari Alengka.

Hanoman selamat, dan berhasil kabur dari Alengka untuk melaporkan apa yang ia lihat kepada Rama. Hanoman kemudian memimpin ribuan kera untuk menyerbu Alengka.

Sendratari Ramayana
Kumbakarna, yang membatalkan tapa bratanya atas permintaan Rahwana untuk membela negara Alengka, akhirnya bersedia maju ke medan laga, bertempur melawan Rama, dan mati sebagai kesuma bangsa.

Rahwana pun akhirnya berhadapan di medan peperangan melawan Rama. Rahwana yang hidup kembali setiap kali berhasil dibunuh oleh Rama, akhirnya bisa dikalahkan dengan bantuan Hanoman yang memisahkan kepala dan tubuh Rahwana dan menindihnya di bawah gunung Sumawana.

Sendratari Ramayana
Sinta yang kecewa ketika ditolak oleh Rama karena disangka sudah tidak suci lagi setelah disandera di Alengka selama beberapa waktu, memutuskan untuk membakar diri dengan nyala api. Sinta selamat dari panasnya api, yang membuktikan kesucian tubuh dan jiwanya.

Sendratari Ramayana

Kompleks Candi Prambanan,
Kabupaten Sleman, Yogyakarta

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 7 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »