Sendang Tirta Kamandanu Kediri

Home » Jawa Timur » Kediri Kabupaten » Sendang Tirta Kamandanu Kediri
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Sendang Tirta Kamandanu Kediri adalah kompleks sumur kuno di Desa Pamenang, Kediri. Sendang kuno ini yang dipercayai oleh masyarakat setempat sebagai tempat dimana Raja Kediri Prabu Sri Aji Joyoboyo melakukan pensucian diri sebelum beliau mukso ke alam kelanggengan.

Lokasi Sendang Tirta Kamandanu Kediri hanya 1 km dari Pamuksan Sri Aji Joyoboyo dan merupakan kompleks lebih luas. Namun saat itu pemugarannya tampaknya telah terhenti dalam jangka waktu yang cukup lama. Semoga saja sekarang telah dilanjutkan lagi pemugarannya.

Dari tepian parkir kendaraan menuju ke bagian utama sendang terdapat sebuah lapangan lumayan luas yang rindang pohonnya mampu melindungi pengunjung dari sengat matahari Kediri yang terik. Pengunjung dapat memilih masuk ke area sendang melalui gapura paduraksa yang tinggi atau pun melalui sisi di sebelah kanan yang teduh.

sendang tirta kamandanu kediri
Di salah satu sudut tembok luar kompleks Sendang Tirta Kamandanu Kediri terdapat Arca Brahma bertangan empat. Masing-masing tangan memegang teratai, kitab Weda, gada dan genitri. Genitri (Elaeocarpus ganitrus) adalah sejenis buah yang lazim di pakai dalam upacara ritual agama Hindu, perlambang bahwa ilmu pengetahuan tidak akan habis dipelajari.

Pada masing-masing sudut lainnya terdapat arca Dewa Wisnu, Bayu, dan Indra. Gapura utama Kori Agung terlihat masih setengah jadi. Entah berapa lama lagi gapura yang seharusnya sangat anggun ini harus menunggu perhatian pemerintah daerah dan DPRD setempat untuk menyelesaikan pemugarannya. Semoga tidak dalam waktu yang terlalu lama.

sendang tirta kamandanu kediri
Arca Siwa berukuran sangat besar yang wajah halusnya tampak menyungging senyum tipis, berdiri berpunggungan dengan arca Ganesha, lokasinya berada di samping kolam pemandian Sendang Tirta Kamandanu Kediri. Siwa digambarkan berdiri di atas bunga teratai, sementara tangan kirinya memegan sebuah gada besar panjang hingga sampai kakinya.

Di beberapa tempat terdapat tulisan Jawa yang tak ada terjemahan Latin-nya, sehingga tak tahu apa maknanya. Meskipun ketika di SMP pernah belajar huruf Jawa, namun kini tak lagi berbekas. Idealnya 3 bahasa memang harus dikuasai: Indonesia, bahasa Ibu, dan satu bahasa asing. Sayang jika tulisan dan bahasa Ibu musnah karena tidak ada lagi pemakai aktifnya.

sendang tirta kamandanu kediri
Tidak jauh dari Arca Siwa terdapat Sumur atau Sendang Tirta Kamandanu yang airnya dialirkan dengan sebuah pompa listrik ke tempat penampungan, dan lalu ke kolam pemandian. Sayang kolamnya saat itu kering kerontang, menyisakan susunan dinding-dinding tembok bisu. Di musim kering, air sendang tidak cukup untuk mengisi kolam yang dibuat beberapa tahun lalu itu.

Di bawah pohon beringin besar dan tua terdapat bangunan pendek segi empat memanjang layaknya sebuah pusara, dengan bagian tengah menyudut ke bawah yang bertabur kanthil, serta bunga mawar merah dan putih. Asap dupa yang terlihat selalu mengepul dari tempat pedupaan, dengan dua lembar tikar terhampar, menciptakan suasana mistik di tempat ini.

sendang tirta kamandanu kediri
Arca Ganesha yang menghadap ke kolam berpunggungan dengan Arca Siwa. Di hadapannya mencuat sebuah lingga, yang merupakan representasi penis Dewa Siwa, sebuah lambang kesuburan. Struktur bak penampung dan kolam pemandian Sendang Tirta Kamandanu Kediri ini agak sedikit menyulitkan dalam mengambil posisi untuk pengambilan gambar.

Selain arca yang besar dan elok dengan tatahan halus, kekhasan lain dari situs ini adalah memang pohon beringin tua yang sangat besar itu. Batangnya besar dan tinggi, daunnya sangat rimbun, dengan sulur-sulur akar yang tak terhitung jumlahnya, menjuntai dari dahannya, menaungi bagian utama situs.

Di bagian belakang kompleks sendang juga terdapat gapura paduraksa lagi dengan pagar tembok berornamen bunga teratai. Suasana dan benda-benda yang menggambarkan kepercayaan budaya Hindu, dan kepercayaan tradisional Jawa, terasa sangat kental aromanya pada situs ini. Budaya Indonesia memang tak lepas dari agama dan kepercayaan.

Setiap tahun sekali pada tanggal 1 Suro oleh masyarakat setempat dan para kerabat keturunan Joyoboyo dilakukan upacara ritual di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo, dan dianjutkan dengan kirab ke Sendang Tirta Kamandanu ini, yang konon merupakan tempat pensucian diri Sri Aji Joyoboyo sebelum lenyap bersama jasadnya menuju ke swargaloka.

Galeri (21 foto): 1. Dewa Brahma s/d 21. Siwa.

Sendang Tirta Kamandanu Kediri

Alamat: Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kediri Kabupaten, Jawa Timur. Lokasi GPS: -7.77549, 112.07996, Waze. Jam buka sepanjang hari dan malam. Harga tiket masuk gratis, sumbangan diharapkan. Tempat Wisata di Kediri, Peta Wisata Kediri, Hotel di Kediri

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »