Sendang Kasihan Bantul Jogja

Tempat berikutnya yang saya kunjungi di Bantul adalah Sendang Kasihan, sebuah sendang atau kolam sumber air yang konon merupakan peninggalan Sunan Kalijaga. Sebelumnya saya sempat mengisi perut dengan soto ayam di sebuah warung yang pemiliknya tampaknya dikenal baik oleh Pak Agus, supir sewa mobil yang menemani saya.

Jarak antara lokasi Sendang Kasihan dengan Goa Selarong yang sebelumnya saya kunjungi sekitar 6,7 kilometer, atau sekitar 9 kilometer jika dari Yogyakarta. Ada semacam legenda atau kepercayaan yang hidup di masyarakat setempat tentang asal muasal Sendang Kasihan ini.

Alkisah, dalam sebuah pengembaraannya Sunan Kalijaga tiba di daerah ini. Melihat penderitaan masyarakat yang saat itu tengah mengalami kesulitan air, Sunan Kalijaga pun menancapkan tongkatnya hingga melesak ke dalam tanah, dan keluarlah mata air yang jernih sesaat setelah ia mencabutnya kembali.

sendang kasihan
Tampak depan area Sendang Kasihan, dengan pintu masuk sederhana berada di samping jalan. Tembok setinggi orang dewasa tampak mengelilingi kompleks Sendang Kasihan ini.

Setelah melewati regol, saya menurun undakan dan sampai di sebuah pelataran yang tidak begitu luas, dengan bangunan sederhana di kanan kiri pelataran. Menengok ke sebelah kanan saya melihat menggeletak dua buah arca yang menarik perhatian saya untuk mendekat.

sendang kasihan
Arca di pelataran Sendang Kasihan dengan tempat pembakaran dupa dan tempat menancapkan batang hio di depannya. Di sebelah kiri adalah Arca Ganesha yang beberapa bagiannya telah rusak, dan di sebelahnya Arca Resi Agastya.

Kabarnya setiap malam 1 Suro / 1 Muharam berlangsung ritual kungkum di Sendang Kasihan, dan setelah itu membakar menyan dan meletakkan bunga di depan kedua arca ini. Unik, karena keberadaan Sendang Kasihan diawali oleh seorang wali, namun ritualnya mengadopsi kepercayaan Hindu dan tradisional Jawa.

sendang kasihan
Sebuah spanduk berisi pernyataan pengelola Sendang Kasihan. Nampaknya mereka kerepotan dengan perilaku para pengunjung, sehingga merasa perlu untuk membuat pengumuman yang terkesan agak berlebihan ini.

sendang kasihan
Hanya terlihat beberapa orang anak kecil yang tengah mandi di Sendang Kasihan yang airnya memang sangat jernih ini, sehingga dasarnya bisa terlihat sangat jelas.

Sendang Kasihan yang kolamnya dibentuk bulat lonjong ini memiliki buangan air di ujungnya karena sumber airnya tidak pernah berhenti mengeluarkan air. Dua buah undakan turun untuk masuk ke dalam kolam terlihat berada di sebelah kiri kanan sendang.

sendang kasihan
Buangan air Sendang Kasihan yang masih juga jernih airnya. Di sisi Sendang Kasihan saya sempat berbincang dengan seorang pria berusia sekitar 30-an yang mengaku sampai di tempat ini, dan telah tinggal beberapa lama di sana, karena mendapatkan sebuah petunjuk gaib, dan percaya bahwa hidupnya akan berubah setelah berada di sini.

sendang kasihan
Anak-anak kecil bergaya dengan meloncat dan mencebur ke dalam kolam Sendang Kasihan.

Sendang Kasihan di siang hari tampaknya memang menjadi milik mereka, barulah pada malam hari para pelaku tirakatan masuk ke dalam kolam, terutama pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon.

sendang kasihan
Pemandangan ketika saya tengah beranjak meninggalkan Sendang Kasihan. Si mBok penjaga warung tampak terlelap sementara acara pijat memijat berlangsung di sebelahnya. Di balik pagar bambu juga menggeletak seorang pria yang tengah beristirahat.

Kehidupan di Sendang Kasihan memang tampaknya menggeliat lebih banyak pada malam hari, kecuali barangkali di akhir pekan.

Sendang Kasihan Bantul

Alamat : Dusun Kasihan, Kalurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Lokasi GPS : -7.8298604, 110.3291908, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Bantul lainnya, Peta Wisata Bantul, Hotel di Yogyakarta.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Yogyakarta » Bantul » Sendang Kasihan Bantul Jogja
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 15 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap