Sendang Belik Moro Rahtawu Kudus

Kunjungan ke Sendang Belik Moro Rahtawu terjadi karena kebetulan melihat ada tanda di pinggir jalan dengan dasar hijau dan tulisan putih yang menyebut nama sendang dan nama Pertapaan Kunto Dewo. Meskipun sudah merasa cukup untuk hari itu namun jarak yang ditulis pada tengara itu menggoda, karena menyebut angka 100 meter. Kedua tempat itu pada arah dan jarak yang sama.

Setelah sebelumnya melihat tengara nama sejumlah tempat menarik di Rahtawu dengan jarak yang cukup jauh, ada 6, 7, dan 12 km, yang semuanya tak terjangkau karena waktu dan niatan yang tak memadai, melihat jarak hanya 100 meter tentu saja menjadi tak ada artinya. Kasmudi pun lalu menepikan kendaraan, dan setelah turun kami berjalan kaki menyusur jalan setapak.

Sebelumnya kami sempat melihat tengara ke arah Petilasan Punden Segobrok. Nama yang menarik, hanya tak memungkinkan kami kunjungi karena tertera jarak 7 km dan jalannya hanya bisa dilalui sepeda motor. Entah hingga berapa kilometer masih bisa dengan kendaraan roda dua, lantaran namanya punden peninggalan dari jaman megalitik hingga Hindu biasanya ada di puncak bukit.

sendang belik moro rahtawu kudus
Randu dan sepotong pemandangan pada perbukitan Rahtawu yang kami lihat dan nikmati dalam perjalanan dari Kedung Gong ke jalan simpang menuju ke lembah sungai dimana Sendang Belik Moro berada. Sendang adalah kolam sedangkan belik adalah genangan mata air. Air sendang biasanya juga bersumber dari mata air yang jumlahnya bisa satu atau lebih.

Kami juga sempat berhenti di sebuah titik dengan pemandangan lembah sungai dan lereng bukit tepat di belakangnya yang terlihat elok, meski agak gersang karena saat itu memang akhir musim kemarau. Baru sebulan lagi biasanya hujan akan turun dan alam akan kembali berwarna hijau, meski giliran langit yang akan sering kelabu dan muram.

sendang belik moro rahtawu kudus
Pemandangan elok pada tanah pertanian bertingkat yang ada tepat di kaki bukit. Ladang itu tampak belum lama ditanami. Di sebelah kiri agak sedikit ke atas adalah sebuah air terjun kecil yang rupanya menjadi sumber air bagi tanah pertanian ini. Tepat di tengah foto ada noktah hitam, itulah seorang petani yang sedang bekerja di sawahnya.

Setelah beberapa puluh langkah menyusuri jalan setapak sampailah kami ke lembah sungai, dan di sebelah kiri ada sungai sempit yang dipenuhi dengan serakan batu sangat besar sehingga airnya nyaris tidak terlihat. Suasana sangat sepi, namun kami melihat seseorang baru saja keluar dari dalam rumah gubug berdinding bambu dan seng tepat di sebelah batu yang sangat besar. Ke sana kami menuju.

sendang belik moro rahtawu kudus
Rumah gubug dengan dinding potongan bambu dan dilapis seng bagian bawahnya itu adalah tempat dimana Sendang Belik Moro Rahtawu berada. Tempat yang sangat sederhana dan kecil rupanya, agak berbeda dengan yang saya bayangkan semula. Ukuran sendang memang biasanya kecil, jika mata airnya besar disebut umbul, namun biasanya ada di tempat terbuka.

Sendang biasanya tempat dimana penduduk desa mengambil air, mencuci beras dan sayuran. Biasanya sendang dipelihara kebersihannya dan tak dipakai mencuci baju. Sedangkan belik umumnya memiliki aroma mistik dan kadang digunakan untuk ritual kutug pada setiap malam Jumat, yaitu membakar kemenyan untuk mendapat perlindungan, keselamatan dan berkah dari Hyang Widi.

sendang belik moro rahtawu kudus
Sepotong pemandangan pada dalaman Sendang Belik Moro Rahtawu, berupa mata air kecil yang dialirkan melalui sebatang pipa paralon cukup besar dan ditampung di ember lebar dengan gayung plastik di dalamnya. Air di dalam ember tampak hampir kosong yang rupanya baru digunakan oleh orang yang kami lihat beberapa saat lalu keluar dari tempat ini.

Genangan air di luarnya tampak masih berwarna bening yang berarti bahwa orang itu jika pun mandi tidaklah menggunakan sabun atau shampoo. Hal yang baik. Sejumlah batu hitam tampak berada disekitar ember, dan salah satunya berbentu persegi panjang dengan permukaan halus pertanda hasil tatahan manusia, layaknya sebuah batu candi.

Penamaan sendang belik sebenarnya terdengar berlebihan, dan baru saya temukan di tempat ini. Umumnya hanya dipakai salah satu, mana yang lebih tepat menggambarkan karakter mata air dan pemanfaatannya. Meskipun dinamakan belik, namun saya tak melihat ada tumpukan bekas bakaran menyan. Air belik ini bersih dan segar saat saya memakainya untuk mencuci tangan dan muka.

Sempat kami lihat pintu masuk di belakang gubug belik yang berada tepat di bawah batu sangat besar. Tak ada papan nama di sana. Dugaan saya itulah yang disebut sebagai Pertapaan Kunto Dewo, nama lain dari Yudistira atau Prabu Puntadewa. Dalam kisah pewayangan, Yudistira adalah satu-satunya dari Pandawa Lima yang masuk ke surga dengan jasadnya.

Galeri (16 foto): 1.Perbukitan, 2.Ladang, 3.Gubug, 4.Belik, 5.Punden, 6.Akses, 7.Kapas, 8.Lembah, 9.Rumah … s/d 16.Pertapaan

Sendang Belik Moro Rahtawu

Alamat: Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Tempat Wisata di Kudus, Peta Wisata Kudus, Hotel di Kudus.


Kirim ke Facebook | Tweet | WhatsApp | Email | Print!

Home » Jawa Tengah » Kudus » Sendang Belik Moro Rahtawu Kudus
Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta, ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Blogger dan pejalan musiman yang senang pergi berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Email aroengbinang@gmail.com. WA 0815 1433 7628. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »