Sekilas Jogja

Home » Yogyakarta » Sekilas Jogja
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Yogyakarta, Ngajogjakarta Hadiningrat, Yogya, atau Jogja, merupakan salah satu dari pusat kebudayaan dan mistik Jawa, dimana kerajaan Jawa dari Dinasti Mataram masih hidup, kuat, dan dihormati. Yogyakarta merupakan tempat yang wajib dikunjungi, selain tempat wisata lain di tanah air dengan ciri kebudayaan yang kuat.

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir ini Yogyakarta didera bencana alam, dari mulai gempa bumi sampai letusan Gunung Merapi, namun Yogyakarta tidak pernah kehilangan pesonanya sebagai kota tua dan kota budaya, selain juga sebagai kota pelajar dengan segala hiruk pikuknya. Foto-foto pada tulisan ini diambil sekitar 3,5 tahun lalu.

Yogyakarta
Pesawat Garuda yang saya tumpangi mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta, dengan latar belakang pesawat Adam Air tengah lepas landas.

Yogyakarta
Dengan meningkatnya jumlah kendaraan di jalan raya, jalan layang menjadi sebuah kebutuhan yang tidak terelakkan bagi sebuah kota besar seperti Yogyakarta.

Yogyakarta
Di tepian jalan Malioboro, pusat kegiatan perdagangan Yogyakarta dan salah satu tempat tujuan pejalan yang populer, seorang sais Andong tengah menunggu penumpang.

Yogyakarta
Sepotong pemandangan pasar Bering Harjo, masih di sekitar jalan Malioboro, Yogyakarta, dimana pejalan bisa menemukan berbagai jenis kain batik pasaran dan barang-barang lainnya. Kendaraan tradisional masih banyak melayani kebutuhan transportasi kota di Yogyakarta.

Yogyakarta
Sebuah bangunan bergaya kolonial di ujung Jalan Malioboro di persimpangan menuju ke arah Keraton Yogyakarta.

Yogyakarta
Gapura dan tembok yang menandai wilayah Keraton Yogyakarta, dengan tengara Museum Keraton Yogyakarta tampak di sebelah kanan.

Yogyakarta
Sebuah pemandang ke arah bangunan kuno Pulau Cemeti, yang diambil dari atas sebuah dinding tinggi di sebelah kanan Pasar Ngasem, Yogyakarta.

Yogyakarta
Jalan masuk ke Pulau Cemeti, yang kadang disebut Pulau Kenanga, sebuah reruntuhan bangunan yang berada di belakang pasar burung Ngasem, Yogyakarta. Pulau Cemeti adalah tempat dimana dahulu Raja Mataram dan keluarganya bersantai sambil menikmati pemandangan ke arah Gunung Merapi dan Laut Selatan.

Yogyakarta
Restorasi banguan kuno yang mestinya elok seperti ini layaknya dipertimbangkan bagi dinas terkait, dan para wakil rakyat di Yogyakarta.

Yogyakarta
Membiarkan reruntuhan bangunan kuno terus seperti ini tentunya tidak berarti selalu identik dengan menjaga warisan nenek moyang seperti apa adanya. Merestorasinya, memperindah dan mengisinya dengan benda seni dan kebudayaan mungkin akan lebih bermanfaat bagi perkembangan wisata setempat.

Share | Tweet | WA | Email | Print! |

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 11 Januari 2014.

Lalu «
Baru » »