Rumah Sakit Darmo Surabaya

Rumah Sakit Darmo Surabaya merupakan tulisan terakhir dalam rangkaian tulisan mengenai wisata Surabaya. Ada beberapa tempat lagi yang sesungguhnya saya kunjungi untuk membuat dokumentasi, namun tempat-tempat itu tidak begitu ramah kepada pejalan.

Adalah ketika melintas di Jl Raya Darmo, dan kebetulan kepala tengah menengok ke kiri maka saya melihat sebuah bentuk bangunan tua yang terlihat cantik, dan ketika diberitahu bahwa tempat itu adalah Rumah Sakit Darmo maka saya pun meminta supir untuk mampir. Beruntung ada jalan belakang, sehingga tidak perlu memutar terlalu jauh.

Rumah Sakit Darmo ternyata bukan hanya sekadar bangunan tua, namun juga memiliki cerita terkait dengan pertempuran heroik 10 November yang turut mengubah sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

rumah sakit darmo
Bagian depan Rumah Sakit Darmo yang berbentuk segitiga mengikuti bentuk atap, khas kolonial, yang membuat saya mengenalinya sebagai bangunan tua. Pada puncak gevel terdapat ornamen menara kayu pendek dengan penangkal petir di pucuknya. Pada gevel terdapat logo Rumah Sakit Darmo, dengan tulisan pada bidang lengkung berbunyi “Salus Aegroti Suprema Lex Est” yang secara harafiah berarti “Kesehatan orang sakit adalah hukum tertinggi”.

Sebuah kalimat yang pertama kali saya kenal lewat lagu Konser Rakyat Leo Kristi yang berjudul sama. Rumah Sakit Darmo memiliki selasar dengan tiga lengkung busur di bagian depan, dan akses utama yang juga berbentuk lengkung dengan ukuran lebih kecil, dan dua pasang jendela ganda simetris. Setelah kemerdekaan sempat timbul semacam penolakan terhadap gaya arsitektur kolonial, yang memunculkan gaya arsitektur yang disebut jengki, dengan diantara ciri-cirinya adalah atap pelana, gevel miring, adanya teras, kusen jendela asimetris, dan interior yang lebih cair.

rumah sakit darmo
Sebuah prasasti di halaman depan Rumah Sakit Darmo yang berbunyi “Gedung ini oleh Jepang dipakai sebagai kamp interniran anak-anak dan wanita. Pasukan sekutu datang, kamp diambil alih oleh Letnan Kolonel Rendall. Sebuah truk pemuda Sulawesi lewat pada tanggal 27 Oktober 1945 ditembak oleh mereka dan itulah permulaan pertempuran tiga hari 28 – 30 Oktober 1945.”

Pertempuran tiga hari itu membuat pasukan Mallaby yang berjumlah 6000 orang nyaris tumpas semua, jika saja Soekarno – Hatta tidak datang untuk mendamaikan. Namun demikian korban di pihak kita juga tidak sedikit, dan tewasnya Mallaby pada 30 Oktober menyulut aksi balas dendam pasukan Inggris yang dimulai pagi 10 November 1945 dan baru berakhir tiga minggu kemudian.

rumah sakit darmo
Sebuah tengara pada dinding depan Rumah Sakit Darmo dengan tulisan yang diukir indah, berbunyi “Eerste steen gelegd 15 Januari 1921 Door Mejuffr G. Hempenius Directrice SZV”, yang berarti “Batu pertama diletakkan 15 Januari 1921 oleh G. Mejuffr Hempenius Direktris SZV”. Arsitek gedung Rumah Sakit Darmo adalah Citroen.

SZV merupakan kependekan dari Surabajasche Zieken Verpleging, sebuah perkumpulan sosial untuk pelayanan kesehatan yang didirikan pada 9 Juni 1897 dan dipimpin seorang dokter Belanda bernama HJ Offerhaus.

rumah sakit darmo
Tengara lain di Rumah Sakit Darmo yang berbunyi “Darmo Ziekenhuis / Rumah Sakit Darmo (1919). Rumah Sakit Perkebunan pada masa Jepang sebagai tempat orang-orang Belanda yang diinternir (ditawan) oleh Jepang, kemudian dijadikan kubu pertahanan pasukan Sekutu (Inggris). Pada 27 Oktober 1945 menjadi salah satu lokasi pertempuran antara tentara Inggris dan arek-arek Suroboyo.”

Angka 1919 pada prasasti ini tampaknya tidak tepat jika mengacu pada prasasti otentik yang ditulis dalam Bahasa Belanda pada foto sebelumnya.

rumah sakit darmo
Lorong masuk utama Rumah Sakit Darmo dengan logo dan tulisan “Salus Aegroti Suprema Lex Est” di atas gerbang lengkung.

Sesungguhnya di sinilah saya terperangah ketika melihat ada tulisan ini pada dinding rumah sakit, karena tulisan yang sama di depan gedung baru saya kenali setelah melihat hasil fotonya.

Lebih terperangah lagi ketika ada petugas rumah sakit, seorang pemuda berusia sekitar 26 tahun, yang secara spontan menjelaskan dari balik loket bahwa tulisan itulah yang menginspirasi Leo Kristi. Saat Leo sedang berdiri di lorong dan seorang wanita lewat dengan wajah tertunduk basah oleh air mata karena jiwa anaknya tidak tertolong. Pemuda itu pun menunjuk arah pada lorong pedestrian dimana wanita itu melangkah.

Lirik lagu Konser Rakyat Leo Kristi itu adalah sebagai berikut:

Lily putih di tepi taman biru
Gedung putih luas tenang damai

Reff:
Serasa tak lagi ada kotor dan perang
Karena saat telah dekat jalan Tuhan
Salus Aegroti Suprema Lex Est

Di lorong pedestrian tunduk melangkah
Lorong pedestrian basah air mata

Salus Aegroti Suprema Lex Est

Bahwa ada seorang anak muda yang mengenal Leo Kristi, dan bisa bercerita mengenai bagaimana lagu itu tercipta, benar-benar tidak saya sangka, namun ada rasa perasaan senang juga di dalam hati.

rumah sakit darmo rumah sakit darmo
Paviliun di bagian depan Rumah Sakit Darmo yang berada di sebelah kiri dan kanan bangunan.

Lorong pedestrian Rumah Sakit Darmo diteduhi dengan pohon-pohon palm. Taman yang hijau segar menjadi pemandangan yang sejuk di mata dan menenangkan.

Sebelum mendirikan RS Darmo, SZV telah lebih dahulu mendirikan sebuah klinik di Ngemplak dengan kapasitas 78 tempat tidur, yang dipimpin oleh Zr. Bonnekamp. Di masa pendudukan Jepang, para suster Belanda sempat membuka klinik di Jalan Jawa, namun akhirnya terpaksa ditutup.

Setelah Jepang pergi, gedung rumah sakit dikembalikan kepada SZV, yang membangun kembali gedung dan fasilitas rumah sakit berkat bantuan “Stichting Medisch Contact Oost Java”, sebuah yayasan yang pendanaannya mendapat dukungan dari 55 perusahaan Belanda yang terbesar di Indonesia ketika itu.

rumah sakit darmo
Taman yang luas dan terawat rapi di kompleks Rumah Sakit Darmo.

Ketika hubungan diplomatik dan sosial Indonesia – Belanda memburuk karena sengketa Irian Barat pada 1959, serta dengan terjadinya nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, maka dokter dan perawat Belanda pun satu persatu dipulangkan ke negri asalnya dan digantikan oleh orang Indonesia.

Rumah Sakit Darmo Surabaya

Alamat : Jl. Raya Darmo No. 90, Surabaya. Lokasi GPS : -7.28784, 112.73918, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Surabaya, Peta Wisata Surabaya, dan Hotel di Surabaya.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Timur » Surabaya » Rumah Sakit Darmo Surabaya
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 12 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap