Rumah Makan Pagi Sore

Rumah Makan Pagi Sore di kawasan Pecinan Kota Padang adalah tempat perhentian pertama setelah perjalanan cukup jauh dari Kota Sawahlunto ke Kota Padang, melewati Solok dan jalur ‘maut’ Sitinjau Lawik (Laut) yang terkenal dengan jalan berkelok tajam naik turun curam, tebing tinggi di satu sisi, dan jurang-jurang yang dalam di sisi lainnya.

Saat itu sebenarnya masih belum lagi tengah hari, namun perjalanan yang cukup menegangkan, meskipun diseling berhenti beberapa kali untuk memotret rumah gadang di sepanjang perjalanan, membuat kami cepat lapar. Seperti biasa, tidak harus menunggu lama setelah kami duduk, deretan piring berisi lauk, sayur serta beberapa piring nasi telah terhidang di atas meja.

Rumah Makan Pagi Sore 1
Gulai Kepala Ikan Kakap, salah satu andalan Rumah Makan Pagi Sore, merupakan hidangan lezat yang kami santap ludas pada siang itu.

Rumah Makan Pagi Sore 2
Lauk pauk yang terhidang di atas meja kami. Andalan Rumah Makan Pagi Sore lainnya adalah ayam goreng yang rasanya gurih dan nikmat digigit selagi hangat. Karena ayam kampung yang dipotong masih berusia relatif muda, berumur sekitar 40 hari, maka beberapa potong ayam pun dengan cepat berpindah ke perut.

Rumah Makan Pagi Sore 3
Kacang Putih Bumbu Gulai, dengan beberapa potong petai yang menarik perhatian saya. Ukuran kacangnya cukup besar dan berasa empuk.

Rumah Makan Pagi Sore 4
Teman-teman di bawah papan nama Rumah Makan Pagi Sore, sesaat sebelum pergi. Rumah Makan Pagi Sore ini telah berdiri sejak 1947 dan sempat runtuh pada gempa besar beberapa waktu lalu.

Rumah Makan Pagi Sore

Jl. Pondok No. 143, Padang
Sumatera Barat
GPS: -0.95724, 100.36120

Lihat juga tulisan lain tentang Rumah Makan Pagi Sore

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Sumatera Barat » Padang » Rumah Makan Pagi Sore
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 7 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap