RM Bukit Halimun Blado Batang

Home » Jawa Tengah » Batang » RM Bukit Halimun Blado Batang
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Penampilan luar RM Bukit Halimun Blado Batang sudah menarik perhatian saat ke Perkebunan Teh Pagilaran. Bahkan sempat berhenti sebentar, hanya karena belum saatnya makan siang maka kami melanjutkan perjalanan yang tak jauh lagi. Melihat kedekatan dengan kebun teh, rumah makan ini mestinya masih di Desa Keteleng.

RM Bukit Halimun Blado Batang

Alamat: Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Rujukan: Tempat Wisata di Batang . Peta Wisata Batang . Hotel di Batang.
Galeri (15 foto): 1.Tampak muka, 2.Sederhana, 3.Lantai atas, 4.Sisi Kiri, 5.Musholla 6.Gubug 7.Kolam 8.Lembah 9.Rimbun … s/d 15.Kasir.

Meskipun makan ringan di warung area parkir Agrowisata Perkebunan Teh Pagilaran, namun belum kenyang sehingga kami berhenti makan siang di rumah makan yang masih baru ini. Menu utama yang ditawarkan RM Bukit Halimun Blado Batang ini cukup mengundang minat, yaitu ikan bakar.

Selain menunya yang menarik meski belum jelas enak tidaknya, yang lebih menarik adalah bentuk arsitektur bangunan rumah makan dan bangunan penunjangnya yang bergaya tradisional. Sebagian besar material bangunannya terbuat dari bambu, sedangkan penutup atapnya menggunakan daun rumbia. Tempat makannya ngampar, dengan meja pendek.

rm bukit halimun blado batang
Tampak muka bangunan utama RM Bukit Halimun Blado Batang yang menarik perhatian saya itu, dengan spanduk nama, menu utama, serta pemberitahuan bahwa rumah makan ini buka. Tiga hal penting yang perlu diketahui pejalan yang lewat, tanpa bumbu promosi yang tak perlu. Melihat selera bangunannya, orang boleh berharap selera makanannya juga bagus.

Di lantai tengah RM Bukit Halimun Blado Batang ada beberapa orang di sebuah meja, sehingga kami memilih untuk naik ke lantai atas. Lagipula pemandangan dari lantai atas mungkin lebih luas dan lebih bagus, selain saat itu hanya kami yang ada di sana. Kenyataannya baik lantai dua maupun lantai tiga memiliki luas pandang yang sama eloknya.

rm bukit halimun blado batang
Penataan tempat makan yang sederhana dengan alas potongan karpet yang lumayan empuk ini ada di lantai atas, dicapai dengan menaiki undakan bambu juga, yang diikat dengan tali ijuk hitam. Pada bangunan utama ada tiga tingkat, dengan tingkat terbawah ada di lembah, lebih rendah dari jalan aspal di depan RM Bukit Halimun Blado Batang.

Setelah memesan makanan, masing-masing ikan bakar, makanan pelengkap, dan minuman hangat, saya turun lagi ke bawah menuju toilet yang cukup bersih, dan lalu ke musholla yang letaknya berdekatan. Selesai dari sana, saya naik lagi ke lantai atas untuk menikmati pemandangan yang indah ke arah lembah dan perbukitan. Pandangannya lepas.

rm bukit halimun blado batang
Pandangan dari lantai atas RM Bukit Halimun Blado Batang ke lantai bawah, tepat dari samping tangga bambu, memperlihatkan struktur bambu penopang bangunan, yang di sana-sini masih menggunakan paku besar dan pasak besi, tidak sepenuhnya bergantung pada ikatan tali ijuk hitam. Bambu betung besar digunakan sebagai tiang pilar yang kokoh.

Di ujung kiri lantai atas, seperti tampak pada foto, ada meja kursi yang bisa digunakan untuk makan atau bersantai, jika enggan duduk lesehan di karpet. Cukup lama juga kami menunggu makanan datang, meskipun tak banyak tamu, membuat saya sempat menggeletak sambil tidur ayam di lantai untuk meluruskan punggung dan kaki yang pegal.

Lantaran lama menunggu, begitu makanan datang yang semuanya hangat, ditemani sambal, langsung kami menyantapnya, tanpa berpikir untuk mengambil gambarnya. Dalam waktu singkat kami masing-masing menghabiskan satu ekor ikan bakar dan makanan pelengkapnya, ditutup teh panas yang terasa mengurut tenggorok yang baru dilewati sambal.

Tak apalah tak ada gambarnya, namun saya bisa sampaikan bahwa cara penyajiannya baik, semua makanannya hangat, ikan bakarnya juga pas untuk satu orang dan tidak gosong sesuai permintaan, serta rasanya pun cocok di lidah saya. Tak ada keluhan soal makan. Soal harga saya tak tahu, karena yang datang ke kasir adalah pakdenya Wid.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 29 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »