Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta

Home » Jakarta » Jakarta Timur » Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Setelah sangat lama tertunda akhirnya berkesempatan juga untuk berkunjung ke Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, pura kedua di wilayah Jakarta setelah Pura Aditya Jaya Rawamangun, dan pura ketiga di wilayah Jabodetabek setelah Pura Parahyangan Agung Jagatkartta yang sudah saya kunjungi.

Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta

Alamat: Jl. Pura Agung Taman Sari, Kompleks Lanud Halim Perdana Kusumah, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Telp 021-8613719. Lokasi GPS: -6.2488913, 106.895586, Waze. Jam buka sepanjang waktu. Harga tiket masuk gratis. Rujukan: Peta Wisata Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Hotel di Jakarta Timur.
Galeri (28 foto): 1.Candi Bentar, 2.Kori Agung, 3.Kelir, 4.Meru, 5.Raksasa, 6.Naga, 7.Arca, 8.Bale, 9.Baris … s/d 28.Pura Dalem Ped.

Karena baru saja meninggalkan Lakesgilut TNI-AU untuk memeriksa gigi, maka kami datang dari arah Jalan Raya Pondok Gede dan masuk area TNI-AU yang sangat luas itu melewati Jalan Padang Golf. Masih banyak area hijau di dalam kawasan itu, dan karena dalam pengawasan militer maka kami melewati dua pos jaga, namun tak ada hambatan untuk lewat setelah mengatakan kemana kami akan menuju, meski yang kami lalui bukan jalur yang lazim. Alternatif jalan lainnya yang lebih jauh adalah lewat Jalan Jatiwaringin Raya atau lewat Tol Jagorawi, dan masuk lewat Jalan Trikora di hampir di ujung Jl Inspeksi Saluran Kali Malang.

Keuntungan berkunjung ke Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta Timur melalui jalan tembus di dalam kawasan TNI-AU adalah selain jaraknya lebih pendek, tidak macet, juga pemandangannya menyegarkan mata karena masih banyak area hijau dengan pepohonan rimbun. Kami juga sempat melewati jalan yang tak begitu jauh dari ujung Landasan Pacu Bandara Halim Perdanakusuma, tak jauh dari hanggar pesawat kecil.

pura agung tamansari halim perdanakusuma
Tampak muka Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta Timur dengan halaman yang luas, dan ada tiga undakan dengan yang lebar ada di tengah, berakhir di gapura candi bentar yang cantik. Meski pagar tidak dikunci namun pak Dayat mencari penjaga untuk meminta ijin masuk ke pura. Sepasang arca raksasa memegang gada berkain poleng tampak berjaga di depan gapura. Di belakang sana adalah gapura paduraksa yang juga tak kalah eloknya.

Candi bentar adalah gapura simetri cermin yang terpisah sempurna tanpa atap penghubung, merupakan pemisah nista mandala (jaba pisan, halaman luar) dengan madya mandala (jaba tengah, halaman tengah). Sedangkan gapura paduraksa atau gerbang Kori Agung yang memiliki atap penutup dibuat sebagai pemisah jaba tengah dengan utama mandala (jero). Pura yang cukup besar ini juga memiliki akses dari sisi samping kiri dan kanan.

pura agung tamansari halim perdanakusuma
Kori Agung di Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta Timur yang berbentuk gapura paduraksa cantik, diapit sepasang pintu tambahan di kiri kanannya. Di atas pintu utama terdapat relief Kala pada 4 dari 7 meru, sedangkan di kedua kori tambahan terdapat relief Kala pada 3 dari 5 meru yang ada. Kedua sisi tangga kori utama dijaga oleh sepasang naga, sepasang Makara, dan sepasang raksasa memegang gada.

Di dalam area tengah ini terdapat satu buah bale berukuran besar di sisi sebelah kiri, dan sebuah lagi yang berukuran lebih kecil di sisi sebelah kanan. Yang biasanya ada di area tengah adalah Bale Kulkul, Bale Gong (Bale gamelan), Wantilan (Bale pertemuan), Bale Pesandekan, dan Perantenan. Karena hanya dua bale di pura ini, bale besar di sebelah kiri sepertinya berfungsi ganda atau lebih.

pura agung tamansari halim perdanakusuma
Pandangan pada area tepat di belakang Kori Agung, dengan tembok kelir yang ditengahnya ada patung berkain putih kuning berpayung menghadap kori, dan di arah sebaliknya menghadap ke bale dan jaba jero ada prasasti yang menyebutkan peletakan batu pertama Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta Timur dilakukan pada tanggal 27 Oktober 1995, dan Ngeteg Linggih tanggal 11 Mei 1998 bertepatan Purnama Sidhi Sasih Jiyestha Tahun Saka 1920.

Pada prasasti terdapat lambang Swastika yang menggambarkan keharmonisan perputaran alam semesta dan kemahabesaran Sang Hyang Widhi Wasa selaku Maha Pencipta. Garis tegak melambangkan keharmonisan hubungan manusia dengan Sang Hyang Widhi Wasa, dan garis mendatar melambangkan keharmonisan hubungan antar sesama manusia dan alam semesta. Arti Swastika sendiri adalah keselamatan atau kesejahteraan.

pura agung tamansari halim perdanakusuma
Pandangan ke arah area paling sakral yang ada di Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta dengan meru di tengahnya, yang disangga oleh Bedawang Nala atau penyu bermoncong api (Kurmagni) serta dibelit oleh dua ekor naga, yaitu Anantaboga lambang lapisan bumi sebagai sumber sandang, pangan dan papan, dan Naga Basuki sebagai simbol air. Pada puncak meru terdapat sebuah payung putih.

Meru umumnya merupakan stana Dewa Wisnu yang dipuja di pura semacam ini. Meru adalah lambang Gunung Mahameru sebagai stana bersemayamnya para Dewa. Gunung dengan hutan lebat dilerengnya dan lembah subur di kakinya merupakan sumber mata air yang mengalir menjadi sungai-sungai yang airnya memberikan kesejahteraan atau Amerta bagi umat manusia, sebelum berakhir di laut.

Di sebelah kanan meru ada Sedahan Penglurah berbentuk tugu yang berfungsi sebagai penjaga keselamatan dan keamanan pura. Sedangkan di sebelah kiri meru adalah Ratu Made Jelawung yang berbentuk gedong, berfungsi sebagai tempat pepatih (pendamping) Dewa yang berstana di Meru. Agak sedikit ke depan ada sepasang guci ungu disaput warna emas.

Dua puluh baris tegel berwarna kuning, diselang rumput, membentang sejauh 12 meter dan selebar masing-masing 4 meter di sebelah kiri dan kanan adalah tempat duduk umat saat berlangsung ritual. Di area utama mandala Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta ini terdapat empat bale, satu di dekat kori agung, satu di sebelah kanan, dan dua di sebelah kiri.

Pura Agung Taman Sari Halim Perdana Kusuma berada di atas tanah seluas 1,5 Ha dengan luas area pura sekitar 7.000 m2. Di bagian depan sebelah kanan, di dekat candi bentar, ada pelinggih Pura Dalem Ped untuk sembahyang dan memohon sesuatu. Di luar area parkir terdapat sejumlah patung, satu diantaranya adalah patung Ganesha, dan dua lainnya patung dengan warna-warni elok yang memegang kendi.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 28 Mei 2017.

Lalu «
Baru »