Puncak Lawang di Agam, Spot Paralayang Terbaik di Asia Tenggara

Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki spot paralayang terbaik di Asia Tenggara? Lokasinya di Puncak Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, menyuguhkan panorama Danau Maninjau yang dikelilingi bukit hijau dan dipayungi awan putih. “Seperti negeri di awan,” begitu promosi suami saya yang telah beberapa kali ke tempat ini.

Penasaran, kami mengunjunginya pada Juni lalu. Ada rute Padang-Pariaman-Lubuk Basung-Matur, dan Padang-Bukittinggi-Matur. Karena kami dari Payakumbuh, kami ambil rute kedua. Kami lewat Kanagarian Sianok untuk menyantap Gulai Itik Lado Mudo di Ngarai Sianok yang terkenal lezat.

Jalur yang harus dilalui cukup menantang, sempit dan berkelok-kelok tajam. Dari Bukittinggi, waktu tempuh dengan menggunakan mobil sekitar 1 jam. Mendekati Puncak Lawang hawa dingin mulai terasa, padahal jam menunjukkan pukul 2 siang. Kabutpun mulai menghalangi jarak pandang. Semakin mendekati puncak, hawa semakin dingin dan kabut semakin tebal.

Kamipun langsung menuju tempat wisata utama (ada beberapa lokasi lain di sekitar Puncak Lawang yang dikelola masyarakat menjadi tempat wisata). Jika Anda berminat mencoba paralayang, disini terdapat beberapa penyedia jasa paralayang, baik untuk profesional maupun amatir. Di lokasi ini juga terdapat fasilitas outbound dan area untuk berkemah.

puncak lawang agam
Keindahan Puncak Lawang dalam kondisi cuaca cerah, langit biru dan awan putih. Foto ini saya dapatkan pada kunjungan yang kedua ke Puncak Lawang, karena kunjungan pertama gagal lantaran cuaca yang tak bersahabat. Langit biru dihiasi awan seputih kapas yang seolah menggantung di atas kepala kita. Dan inilah “Negeri di Awan” itu.

Pada kunjungan pertama itu, setelah membayar tiket lima ribu rupiah per orang, kami menuju tempat dimana kami bisa melihat pemandangan Danau Maninjau. Sampai di atas, ternyata bukanlah pemandangan Maninjau yang kami temui, melainkan kabut sejauh mata memandang. Tak sedikitpun terlihat pemandangan di bawah, karena kabut sangat tebal.

Kami menunggu sembari menikmati secangkir kopi untuk mengurangi hawa dingin yang menusuk. Namun kabut tak kunjung menghilang. Akhirnya kamipun memutuskan pulang dengan perasaan kecewa. Minggu berikutnya kami kembali lagi ke Puncak Lawang, namun menuju lokasi lain yang menurut suami pemandangannya lebih indah. Alhamdulillah, cuaca bersahabat.

puncak lawang agam
Air Danau Maninjau terlihat berkilauan diterpa berkas sinar matahari yang menerobos diantara celah-celah awan putih yang berarakan. Area Puncak Lawang ini berada pada ketinggian 1.210 meter di atas permukaan laut. Semasa penjajahan kolonial Belanda, tempat ini merupakan tempar peristirahatan para meneer dan mufrow Belanda.

Di tepian Danau Maninjau, terlihat deretan rumah penduduk yang berselang-seling dengan hamparan sawah hijau. Barisan bukit biru hijau nampak gagah mengelilingi danau yang cantik ini. Sungguh menyejukkan mata siapapun yang memandang. Pantaslah jika tempat ini disebut sebagai spot terbaik paralayang di Asia Tenggara.

puncak lawang agam
Pemandangan yang indah dari Puncak Lawang yang merupakan titik tertinggi untuk melihat Danau Maninjau, selain Ambun Pagi. Oleh sebab itu tempat ini menjadi salah satu spot paralayang terbaik di Asia Tenggara, dan sering digunakan untuk lokasi kejuaraan olahraga paralayang kelas nasional maupun kelas internasional.

Pemerintah setempat nampaknya cukup memperhatikan potensi ini. Setiap tahun pemerintah mengadakan kejuaraan paralayang yang diikuti tak hanya oleh atlet dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Semoga dengan diadakannya event ini dapat semakin menarik minat wisatawan mengunjungi Puncak Lawang.

Sebagai buah tangan dari Puncak Lawang, Anda bisa membeli kacang khas Matur, yaitu kacang kulit yang disangrai tanpa minyak. Selain itu, ada gula tebu khas Lawang (Saka Lawang) yang rasa manisnya sangat khas, berbeda dengan gula tebu daerah lain. Anda juga bisa mencicipi berbagai olahan labu, antara lain berupa kolak dan cendol labu.

Puncak Lawang selengkapnya: 4.Gulai Itik Lado Mudo 5.Kabut Tebal

Puncak Lawang

Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
GPS: -0.264358, 100.242562
Harga Tiket Masuk Rp 5.000

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Sumatera Barat » Agam » Puncak Lawang di Agam, Spot Paralayang Terbaik di Asia Tenggara
Tag :

Oleh Endah Setyorini. Kurang lebih di sekitaran usia 30-an, seorang isteri dan ibu yang baik, merangkap pula sebagai mahasiswi, sehari-hari bekerja sebagai PNS, kala senggang jadi penikmat keindahan alam dan semua yang ada di dalamnya, pecinta kuliner dengan semua kelezatan masakannya. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 3 Agustus 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap