Pulau Panjang Jepara

Home » Jawa Tengah » Jepara » Pulau Panjang Jepara
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Kunjungan ke Pulau Panjang Jepara bermula dari seorang ibu yang mendekat saat sedang melangkah menuju ke pantai. Karena menawarkan naik perahu menyeberang ke Pulau Panjang itu, sambil lalu saya tanya ongkos pulang balik dari Pantai Kartini – Pula Panjang. Sebuah angka ia sebut, namun saya tak menanggapinya.

Ibu itu mengekor. Ketika tiba di tepian pantai dan melihat air laut yang tenang dan Pulau Panjang Jepara itu terlihat mata, saya menyebut sebuah angka ke si ibu, yang akhirnya ia setujui karena gagal menaikkan tawarannya. Si ibu pun memanggil tukang perahu yang bertubuh subur.

Selagi si bapak menyiapkan perahunya yang ada di sebelah kanan dermaga beton yang menjorok ke laut, selama beberapa saat kami masih menikmati suasana Pantai Kartini yang hari itu cukup lengang karena hari memang masih pagi. Deretan perahu di kiri kanan dermaga pun terlihat kosong, hanya ada si bapak tukang perahu kami itu.

pulau panjang jepara
Pemandangan pada sebuah perahu nelayan setempat yang baru saja melaut dari sekitaran Pantai Kartini. Jaring penangkap ikannya masih menumpuk rapi di atas perahu motor yang dijaga tuas kemudinya oleh seorang nelayan sementara seorang lagi tengah merapikan perlengkapan perahu. Permukaan air laut di utara Pulau Jawa itu terlihat tenang.

Sebelumnya dengan mudah kami naik ke perahu dari dermaga khusus ke Pulau Panjang Jepara, dengan menapak moncongnya di atas beton dermaga. Si bapak duduk pada papan di buritan dengan menekuk satu kaki dan satu kaki lagi selonjor di atas papan, sementara tangannya memegang kemudi perahu yang bulat seperti tengah menyetir bus besar.

pulau panjang jepara
Pamandangan utuh Pulau Panjang Jepara yang terlihat sangat jelas setelah hanya beberapa menit kami meninggalkan pantai. Dermaga utamanya tampak menjorok ke laut diapit sejumlah gazebo, sementara pantai pasir putih landainya tampak memanjang di separuh lebar pantainya, yang bakal menggoda siapa pun yang gemar berjemur.

Ketika kami berpikir bahwa sebentar lagi akan sampai, tetiba si bapak perahu menanyakan apakah kami berminat mengelilingi Pulau Panjang Jepara ini. Jika iya, maka ia menyebut sebuah angka yang harus kami bayar. Saya menyetujuinya meskipun rada getun karena si bapak tidak dari awal mengatakannya, sudah kepalang. Jelas saya kalah pengalaman.

Maka arah moncong perahu pun berubah arah, bergeser ke arah kanan. Ragam pemandangan cukup menarik terlihat selama melaju di atas perahu ini. Selain nelayan pencari ikan, di tepian Pulau Panjang ada pria tengah mencari ikan atau udang pada kedalaman air sebatas dadanya. Wanitanya melakukan hal sama pada jarak sekitar 50-an meter.

pulau panjang jepara
Dermaga utama Pulau Panjang Jepara yang jika dari jauh kondisinya terlihat cukup baik, terlihat beberapa saat setelah perahu yang kami tumpangi berbelok mengarah ke kanan untuk mengelilingi pulau. Belakangan saat mendarat di tempat ini baru terlihat bahwa permukaan dermaga ini sudah memerlukan perbaikan dan perawatan.

Satu hal yang patut dipuji adalah bahwa terlihat sumber energi untuk lampu-lampu dermaga sudah menggunakan tenaga matahari. Semoga saja semuanya masih berfungsi dengan baik. Jika saja para pejabat rajin blusukan ke bawah, atau ada sistem pelaporan yang baik, maka semua fasilitas umum semacam ini bisa dijaga kelestarian manfaatnya.

Selagi berkeliling kami melihat sejumlah struktur di tengah laut berbentuk piramida terpancung yang pilarnya terbuat dari batang bambu. Di tengah struktur itu adalah jaring-jaring penangkap ikan. Ada pula perahu nelayan yang tengah sibuk mengangkat jaring yang baru saja ditebar. Mereka mencari ikan cukup dekat dari pantai.

Sebuah menara tinggi terlihat elok di ujung Pulau Panjang Jepara, dan di dekatnya ada dermaga kedua yang jauh menjorok ke laut. Setelah mendarat di dermaga utama, kami turun ke pulau dan berjalan menyusuri jalan setapak. Seorang pria menawarkan sepeda sewa, namun saya tolak karena mahal untuk sebuah kunjungan yang singkat.

Kami berjalan terus melewati sejumlah pepohonan cukup besar dan pantai pasir putih yang bersih dengan beberapa orang tengah bermain di sana. Akhirnya kami sampai ke cungkup Makam Syekh Abu Bakar bin Yahya Ba’alawy. Sayang kuncennya tak ada di tempat. Warung pun belum ada yang buka. Kami pun balik ke perahu untuk kembali ke Pantai Kartini.

Galeri (83 foto): 4.Tukang Perahu 5.Kura-Kura 6.Melintas 7.Mengalun 8.Tangga 9.Samar … s/d 20.Penyu

Pulau Panjang Jepara

Alamat: Desa Bulu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Peta Wisata Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Hotel di Jepara

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »