Pohon Jlamprang Wonobodro Batang

Sependek ingatan, keberadaan Pohon Jlamprang Wonobodro Batang saya ketahui dari obrolan dengan penjual gorengan yang ramah, mungkin juga dari Dodi, atau entahlah, namanya juga ingatan pendek. Penjual gorengan itu mangkal dengan pikulannya di pinggir halaman parkir Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro.

Pohon Jlamprang Wonobodro Batang adalah pohon sangat tua yang dikaitkan dengan Syekh Maulana Maghribi. Ulama penyebar agama Islam pertama di Jawa yang juga disebut Sunan Gresik itu wafat pada 1419 M, sehingga jika cerita itu benar makam pohon ini sudah berusia 600-an tahun.

Dari area parkir makam menuju ke Pohon Jlamprang Wonobodro Batang, kami mengikuti jalan desa yang mengarah ke Timur sekira 120 meter, dan bertemu gang kecil diantara dua rumah penduduk di sisi kanan jalan. Kami masuk ke gang kecil itu. Di seberang kiri gang, menempel pada rumah penduduk, ada papan kayu kecil bertulis “Kayu Jlamprang”.

kayu jlamprang wonobodro batang
Di sebelah kiri atas, terlihat menempel tersembunyi pada tiang sebuah warung sederhana tengara nama “Kayu Jlamprang”. Tengara yang dibuat oleh peserta KKN UNNES 2010 itu sepertinya dipindahkan dari pinggir jalan karena tiangnya patah. Tak jelas mengapa penduduk tak berinisiatif memperbaikinya untuk memudahkan pejalan.

Warung itu menjual Mie Goreng dan Rebus Spesial, teh panas, dan kopi asli. Sedangkan warung di sebelahnya menawarkan nasi rames, nasi campur, mie tek-tek dan mie ayam. Warung ini tentunya hidup dari pengunjung Pohon Jlamprang Wonobodro Batang, sehingga agak aneh jika membuat penunjuk jalan pun harus menunggu anak mahasiswa KKN lagi.

kayu jlamprang wonobodro batang
Wid pada undakan dengan latar Pohon Jlamprang Wonobodro Batang yang batangnya rebah saking tuanya, dan sebagian patahan batangnya mendongak ke atas. Tumbuhan rambat telah memenuhi permukaan batang pohon, juga semak perdu serta rerumputan liar dibiarkan tumbuh tak beraturan. Di atas undakan ada tiang kayu penyangga lampu neon. Menurut cerita penduduk, Pohon Jlamprang Wonobodro Batang ini semula adalah tongkat kayu Syekh Maulana Maghribi yang ditancapkannya ke tanah sebelum shalat. Namun karena terlalu lama ditinggalkan beribadah, tongkat kayu ini bersemi dan tumbuh menjadi pohon. Bisa jadi cerita itu menunjukkan lamanya beliau tinggal di tempat ini.

Adanya Makam Syekh Maualan Maghribi di sejumlah tempat bisa jadi karena beliau berdakwah di tempat-tempat itu, dan lalu menjadi petilasannya. Selain di Wonobodro, ada pula makamnya di Cirebon, Parangtritis, Gresik, dan Kebumen. Ada pula petilasan Mbah Atas Angin di area Pancuran Telu dan Pancuran Pitu Baturraden yang dikaitkan dengannya.

kayu jlamprang wonobodro batang
Bagian belakang Pohon Jlamprang Wonobodro Batang ini terlihat dengan berjalan memutari jalan setapak di bawah bukit di sekeliling pohon. Jika sebelumnya orang bisa berfoto di dalam lubang kayu mirip gua itu, maka saat itu akses untuk masuk ke dalam lubang pohon telah ditutup dengan bambu. Lampu juga listrik terlihat pada pohon.

Babad Tanah Jawi versi J.J. Meinsma (Punika Serat Babad Tanah Jawi Wiwit Saking Nabi Adam Dumugi ing Taun 1647) menyebut Syekh Maulana Maghribi sebagai Makhdum Ibrahim as-Samarqandy, yang dilidahjawakan menjadi Syekh Ibrahim Asmarakandi atau Asmorokondi. Berdasar nama itu diduga beliau lahir di Samarkand, Asia Tengah, di awal abad 14.

kayu jlamprang wonobodro batang
Gang diantara rumah penduduk yang menuju ke arah lokasi Pohon Jlamprang. gan itu tepat berada di seberang papan nama yang menempel diblandar warung. Yang menarik adalah pada halaman 60 buku The History of Java volume II, Raffles menulis bahwa selain “Makam Sheik Mulana Ibrahim” yang terbuat dari marmer dalam kondisi baik dan berangka tahun 1334 Jawa, ada pula Makam “Mulana Mach’ribi” yang merupakan pendahulu Ibrahim namun makamnya telah rusak dan tak ada prasasti tahun.

Ini menarik, karena baru kali ini saya menemukan informasi soal dua makam yang berbeda di buku Raffles itu. Sayangnya nama Maulana Maghribi hanya disebut sekali dalam buku itu, dan tak ada penjelasan lebih lanjut tentangnya. Anggapan umum dan yang selama ini saya ketahui, Maulana Ibrahim dan Maulana Maghribi adalah orang yang sama. Pada halaman 113 Raffles menyebut “Mulana Ibrahim”, seorang Pandita dari Arabia keturunan Jenal Abidin dan keponakan Raja Chermen dari negeri Sabrang, tinggal bersama pengikut Muhammad di Desa Leran di Jang’gala (wilayah Gresik sekarang). Penyebutan itu terkait Gresik sebagai tempat pertama penyebaran Islam di Jawa Timur.

Pada halaman 135, Raffles menulis bahwa setahun setelah berdirinya Kesultanan Demak, Sultan diiringi para pemimpin agama mengunjungi “Sheik Mulana Ibrahim” di Cheribon. Dan Panemahan Jimbun (Raden Fatah) memiliki anak bernama Nidi Bintara yang menikahi Mulana Ibrahim dari Cheribon yang dianugerahi gelar Panembahan Makdum Jati.

Informasi ini juga baru buat saya, bahwa Panembahan Makdum Jati atau Sunan Gunung Jati ternyata juga adalah “Mulana Ibrahim” dari Cirebon. Nama Ibrahim memang nama yang banyak digunakan oleh mereka yang telah memeluk agama Islam. Akan halnya Pohon Jlamprang Wonobodro Batang ini, entahlah terkait dengan Syekh Maulana Maghribi yang mana.

Pohon Jlamprang Wonobodro Batang

Alamat : Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Lokasi GPS : -7.08724, 109.84021, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Tempat Wisata di Batang . Peta Wisata Batang . Hotel di Batang. Galeri (13 foto) Pohon Jlamprang Wonobodro Batang : 1.Kayu Jlamprang, 2.Rebah, 3.Belakang Pohon, 4.Gang, 5.Jalan 6.Cabang Gang 7.Undakan Samping 8.Konservasi 9.Cuaca … s/d 13.Lubang.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Batang » Pohon Jlamprang Wonobodro Batang
Tag : , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 22 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap