Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo

Matahari sudah bergeser ke arah Barat ketika kami sampai di lokasi dimana bangunan kuno Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo berada. Cuaca sangat panas, mulut kering, dan cacing perut sudah mulai terasa lapar. Namun hanya ada warung sangat sederhana di tepi jalan yang tak sanggup menggugah minat saya untuk makan.

Alhasil saya memilih untuk mengayun langkah kaki di terik matahari yang menyengat itu dan masuk melewati gapura paduraksa dengan tulisan “PB”. Di bawahnya lagi ada tulisan “X”, dan di bawahnya lagi “Pemandian O….”. Huruf setelah O telah terkelupas dan tak terbaca.

Meskipun ada tulisan pemandian di sana, karena saya tak melihat adanya jalan lain untuk menuju ke Pesanggragan Langenharjo, tak pula ada orang yang bisa ditanyai, saya tetap melangkahkan kaki masuk melewati gapura paduraksa itu. Berharap ada akses masuk ke pesanggrahan dari sana.

pesanggrahan langenharjo
Inilah gapura yang saya masuki itu. Belakangan saya ketahui bahwa pemandian ini masih bagian dari Pesanggrahan Langenharjo. Pada dinding tembok memang ada spanduk bertuliskan “Kagungan Ndalem Karaton Surakarta Hadiningrat”. Di atas tulisan itu masih ada tulisan lain namun tak terbaca lagi.

Kesan yang muncul adalah: tempat ini terbengkalai. Di balik tembok terdapat halaman cukup luas dimana ada beberapa patung binatang yang tak mengesankan, sebuah pohon beringin besar, dan sebuah bangunan tua. Di dalam bangunan itu ada enam kamar mandi, yang terlihat agak kumuh dan muram karena pengaturan pencahayaan yang tidak baik.

Penjaga pemandian saat itu sibuk memperbaiki pompa penyedot air dari sumur untuk dialirkan ke kamar-kamar mandi. Sementara beberapa orang gadis tengah duduk-duduk menunggu mengalirnya air. Konon air sumur itu bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit karena mengandung belerang, dan hangat pula.

Setelah mengambil beberapa buah foto, saya pun pergi meninggalkan bangunan pemandian, dan ketika keluar lewat gapura barulah saya bertemu dengan seorang ibu yang mengaku sebagai penjaga Pesanggrahan Langenharjo. Saya lalu mengekor di belakang si ibu, berjalan kaki menuju ke pesanggrahan yang berada di sebelah kiri pemandian, melewati hutan jati muda yang tak subur.

pesanggrahan langenharjo
Tempat pertama yang saya kunjungi di Pesanggrahan Langenharjo adalah pendopo depan yang disebut Prabasana, biasa digunakan untuk pertunjukan wayang, sarasehan, dan juga tirakatan. Meskipun pada foto terlihat lumayan cantik, sesungguhnya pendopo ini terlihat agak kurang terurus kebersihannya.

Pada pendopo ini terdapat replika Kyai Rajamala di ujung dekat pintu, yang kembarannya sudah saya lihat di Museum Radyapustaka di Solo. Canthik Perahu Rajamala adalah hiasan pada haluan perahu pesiar istana yang mengambil simbol tokoh pewayangan bernama Raden Rajamala, dibuat oleh putera mahkota pada masa Susuhunan Pakubuwono IV yang kemudian dinobatkan sebagai Pakubuwono V.

Dari Pendopo Prabasana, kuncen wanita yang bernama Mulyani itu membawa saya melihat ruangan-ruangan yang ada di Pesanggrahan Langenharjo seperti tempat tidur PB X, dan ruang PB IX dimana terdapat fotonya yang diapit dua ekor macan. Mulyani juga menunjukkan potongan-potongan kayu yang ia sebut sebagai Perahu Joko Tingkir yang diletakkan di sisi luar bangunan.

Ada lagi sebuah lorong pendek dimana di ujungnya terdapat sebuah lubang yang Mulyani sebut sebagai Sumur Bandung, konon tempat air suci. Mulyani bercerita bahwa di tempat ini sering terdengar suara macan di sekitar jam 3 sore, biasanya di Hari Kamis atau Selasa Kliwon.

pesanggrahan langenharjo
Tempat paling belakang di Pesanggrahan Langenharjo yang saya kunjungi ini merupakan pendopo yang disebut Pendopo Pungkuran, dimana terdapat tempat duduk PB X. Di sebelah kanan, menempel pada dinding, terdapat foto Kanjeng Gusti Pangeran Kusumoyudo, adik PB XIII nomor empat yang semasa hidupnya bertugas memberi gelar. Ia meninggal sebelum menikah, namun memiliki selir dan sudah berputra.

Di sebelah kiri Pendopo Pungkuran ini terdapat sebuah undakan untuk menuju ke Panggung Jonggring yang konon menjadi tempat pertemuan dengan para lelembut, utamanya Nyai Roro Kidul. Hanya dengan seijin keraton pengunjung bisa naik ke panggung itu.

Pesanggrahan Langenharjo dibuat oleh PB IX pada tahun 1870, dan kemudian dikembangkan dan diperbaiki oleh PB X, sehingga nama PB X terlihat di beberapa bagian kompleks pesanggrahan. Konon ketika PB IX tengah melakukan meditasi sambil kungkum di Kedung Ngelawu, sekitar 3 km di sebelah Selatan Pesanggrahan Langenharjo, ia mendapat wisik untuk membangun pesanggrahan ini.

Salah satu harapan saya ketika hendak berkunjung ke Pesanggrahan Langenharjo adalah untuk bisa melihat Sungai Bengawan Solo yang lokasinya ada di dekat pesanggrahan. Namun sayang harapan itu musnah ketika Mulyani mengatakan bahwa akses menuju ke tepian Bengawan Solo sudah rusak berat lantaran terlalu lama tak terurus.

Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo

Alamat : Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.61641, 110.81345, Waze. Galeri : 15 foto. Rujukan : Peta Wisata Sragen, Tempat Wisata di Sragen, Hotel di Solo. Galeri (15 foto) Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo : 1.Latar Pemandian 2.Pompa Sumur 3.Kamar Pemandian 4.Jalan masuk 5.Kyai Rajamala 6.Serambi 7.Tempat Tidur PB X 8.Ruang PB IX 9.Perahu Joko Tingkir … s/d 15.Beringin Kurung.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Sukoharjo » Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 16 Juli 2017. Tag: ,

Tulisan lainnya : Gardu Pandang Baturraden | 12 Tempat Wisata di Simalungun | 47 Peta Wisata Jakarta Timur | Museum S. Sudjojono Jakarta | Puncak Lawang di Agam, Spot Paralayang Terbaik di Asia Tenggara | Pantai Cijeruk Indah Garut | Wayang Golek Pak Dase Bogor | Panorama Shaduali Tanah Datar | Pantai Indrayanti Gunung Kidul | Wisata Kuliner di Kediri |