Perjalanan ke Sawahlunto dengan Kereta Wisata Danau Singkarak

Home » Sumatera Barat » Padangpanjang » Perjalanan ke Sawahlunto dengan Kereta Wisata Danau Singkarak
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Pukul 7 pagi kami semua sudah bersiap di peron Stasiun Kereta Api Padangpanjang dengan tujuan pergi ke Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, dengan menggunakan Kereta Wisata Danau Singkarak. Kereta wisata ke Kota Sawahlunto ini, dulu terkenal dengan batubara, dioperasikan hanya di hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.

Kami baru berangkat pukul 8.30, sesuai dengan yang ada di jadwal kereta. Tidak banyak yang naik kereta di Stasiun Padangpanjang ini. Hanya saya beserta 6 orang teman, dan dua orang bule yang mencolok dibandingkan dengan penumpang lain yang berasal dari penduduk sekitar.

Danau Singkarak terletak antara Padangpanjang dan Solok, dengan luas permukaan air mencapai 11.200 hektar dan kedalaman airnya sampai 268 meter, sangat dalam. Salah satu makanan terkenal dari Danau Singkarak adalah Ikan Bilih, yang bisa dilihat di travelog Danau Singkarak.

Kereta Wisata Danau Singkarak
Stasiun Padangpanjang adalah salah satu stasiun kereta api terbesar di Sumatera Barat. Stasiun ini dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1889 sebagai bagian dari jalur untuk mengangkut batubara dari Sawahlunto, selain sebagai kereta penumpang.

Kereta Wisata Danau Singkarak
Jadwal keberangkatan dari masing-masing stasiun cukup teratur, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan seperti terlihat pada papan. Nomor-nomor telepon genggam para petugas juga dicantumkan pada papan untuk memudahkan bagi pejalan yang membutuhkan informasi.

Kereta Wisata Danau Singkarak
Tiket kereta yang kami beli seharga Rp. 25.000 per orang. Nomor kereta dan jam pemberangkatan ditulis dengan tangan, namun nomor tempat duduk tidak diisi, yang berarti para penumpang boleh bebas memilih tempat.

Disamping Kereta Wisata Danau Singkarak juga ada Kereta Wisata Pariaman yang berangkat dari Kota Padang.

Kereta Wisata Danau Singkarak
Bersiap untuk perjalanan menuju ke Sawahlunto dengan Kereta Wisata Danau Singkarak bersama kenalan baru dua orang bule asal Rusia.

Mereka tinggal di Pattaya, Thailand, dan masuk ke Indonesia lewat Medan. Namun karena datang pada saat musim liburan, biaya perjalanan menjadi mahal dan tempat-tempat wisatanya pun ramai oleh pengunjung. Setelah dari Sumatera Barat mereke berencana ke Jakarta dengan naik kapal laut.

kereta wisata Danau singkarak
Pada awal keberangkatan dari Padangpanjang, satu gerbong Kereta Wisata Danau Singkarak ini kosong padahal ini adalah musim liburan lebaran. Setelah kami tanyakan kepada petugas, ternyata banyak yang naik di stasiun berikutnya, seperti di Stasiun Solok.

Kereta Wisata Danau Singkarak
Suasana di salah satu gerbong Kereta Wisata Danau Singkarak yang bersih. Terdapat polisi yang berpatroli di dalam kereta maupun di stasiun pada waktu keberangkatan.

Kereta Wisata Danau Singkarak
Kereta ini berwarna mencolok dibandingkan dengan kereta berpenumpang lainnya seperti di Pulau Jawa.

Ada hal yang cukup mengejutkan pada awal perjalanan dari Padangpanjang. Tiba-tiba kereta berhenti di tengah sawah. Ada apa ini? Semula saya mengira kereta mogok, atau ada kesalahan teknis lainnya, tetapi apa yang terjadi? Serombongan keluarga besar masuk ke dalam kereta dengan anak-anak kecil berjumlah sekitar 20 orang.

Ya ampun….ternyata Kereta Wisata Danau Singkarak ini bisa menaikkan penumpang di tengah jalan seperti layaknya angkot! Kami semua hanya bengong dan cengengesan melihat kejadian ini.

Tidak lama setelah itu keretapun berjalan kembali. Tidak perlu heran memang, karena kereta Kereta Wisata Danau Singkarak ini hanya satu-satunya yang berjalan di rel ketika itu. Tidak seperti kereta di Jawa yang banyak mengantri di belakangnya sehingga membuat kereta tidak bisa berhenti sembarangan.

kereta wisata Danau singkarak
Karena para penumpang Kereta Wisata Danau Singkarak ini tidak diberi nomor tempat duduk, kita pun bebas selonjoran di kursi kereta, asalkan semua penumpang telah kebagian tempat.

Kereta Wisata Danau Singkarak
Terlihat hamparan padi yang mulai menguning di petak-petak sawah berlatar perbukitan hijau yang menyegarkan mata di sepanjang perjalanan dengan Kereta Wisata Danau Singkarak ini.

Pemandangan Danau Singkarak dari Kereta Wisata
Pemandangan Danau Singkarak dari dalam Kereta Wisata Danau Singkarak. Jika saja kabel-kabel telepon dan kabel-kabel listrik itu ditanam di dalam tanah tentu pemandangannya akan jauh lebih bebas dan indah.

Kereta Wisata Danau Singkarak
Salah satu ornamen jam yang sempat saya ambil saat Kereta Wisata Danau Singkarak berhenti di Stasiun Solok.

Masih dua stasiun lagi yang akan kami lewati sebelum sampai di Sawahlunto, yaitu Stasiun Sungai Lasi dan Stasiun Muaro Kalaban, yang masing-masing ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit.

Stasiun Sawahlunto
Memasuki Stasiun Sawahlunto, terdapat jalur kereta yang melintasi jalan raya, tanpa palang pintu, yang tampaknya aman-aman saja lantaran Kereta Wisata Danau Singkarak ini bukanlah dari jenis kereta cepat.

Perjalanan Padangpanjang-Sawahlunto menggunakan Kereta Wisata Danau Singkarak ini memakan waktu 3 jam, dan kami sampai di kota Sawahlunto pada pukul 11.30 siang, tepat sesuai jadwal.

kereta wisata Danau singkarak
Stasiun Sawahlunto yang sudah dipadati oleh wisatawan ketika kami tiba.

Ketika sampai di kota Sawahlunto kami langsung memesan tiket balik ke Padangpanjang karena takut nanti kehabisan apabila dipesan dekat dengan jam keberangkatan. Beberapa jam berkeliling di Kota Sawahlunto, kami kembali lagi menggunakan kereta yang sama pada pukul 15.00.

Menyenangkan sekali menggunakan kereta wisata Danau Singkarak ini. Banyak pamandangan yang bisa dinikmati, sawah, gunung dan Danau Singkarak selama perjalanan. Kami tiba kembali di stasiun Padangpanjang pada pukul 18.00 dan menikmati kota Padangpanjang yang sudah diselimuti kabut.

Di stasiun ini pejalan juga bisa menitip mobil karena kalau baliknya sudah malam agak sulit menemukan kendaraan umum, walaupun letak stasiunnya ada di tengah kota. Pada pukul 19.00 kami balik ke Padang. Jarak Padangpanjang – Padang bisa ditempuh selama 2 jam perjalanan.

Kereta Wisata Danau Singkarak

Stasiun Kereta Api Padangpanjang, Sumatera Barat. Peta Wisata Padangpanjang, Tempat Wisata di Padanggpanjang, Hotel di Padangpanjang

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Rika Febriani. Tinggal di Jakarta, berasal dari sebuah kota di wilayah Sumatera Barat, merasa beruntung bisa berkeliling Indonesia, kadang bersama teman, kadang untuk urusan pekerjaan, dan banyak lagi yang terjadi dadakan. Lebih menyukai pantai ketimbang pegunungan. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »