Percik Pikir Aroengbinang

Ada baiknya serak percik pikir yang pernah saya tulis di Twitter dan Facebook saya kumpulkan dalam sebuah tulisan, lebih sebagai referensi pribadi. Percik pikir itu, meski memakai kata “kau” dan sejenisnya, sering tidak dimaksudkan untuk orang lain namun lebih untuk diri.

Namun karena kata kadang memilih sendiri sasarannya, seperti setiap peluru yang keluar dari pabrik yang konon sudah tertera nama yang akan jadi korbannya, maka ada juga yang merasa terkena dan tentu ada pula yang tidak. Percik pikir itu muncul oleh picu yang beragam, walau kadang timbul begitu saja.

Walau berjudul Percik Pikir Aroengbinang, tak perlu disebut bahwa tak semua percik itu orisinil keluar dari pikir sehingga saya tak hendak mengklaim sebagai pemilik tunggalnya. Setiap huruf sudah ada di papan ketik, setiap kata sudah ada sebelumnya, oleh sebab itu meski merasa menemukan rangkaian kata namun tak selalu berarti bahwa kita yang jadi pemiliknya. Lihat juga kategori Renungan.

Percik Pikir
Paket kiriman terbaik pada leluhur, pada mereka yg memberi kebaikan padamu, pada mereka yg kau lakukan kesalahan, adalah perbuatan baikmu pada alam dan kehidupan di dalamnya.

Orang baik berbeda dari yang biasa karena ia lakukan lebih mulia dari yang semesti dan sewajarnya.

Ada masanya syukur temukan makna manakala terbangun dan tarik nafas masih ada padamu. Dan, sebaik-baik ungkap syukur adalah perbuatan, yang baik, ialah junjung dan luhurkan kemanusiaan.

Singkirkan bibit penyakit pikir selagi lemah belitnya. Putus nadi makanannya.

Yang pergi biarkanlah dalam ketenangannya. Ringkankan langkah dengan lepas gelayutnya pada pikirmu.

Pada satu masa kemampuanmu yang paling bermanfaat adalah mengosongkan, karena tanpanya tak ada lagi yang bisa kau isi ke dalam hati dan pikirmu.

Saat menolong kau menabung, manakala dibantu kau tarik tabungan, walau keduanya sering tak berada di simpanan yang sama. Tabung sebanyaknya, dan tarik seperlunya, maka hatimu kaya.

Kaya adalah saat kau bisa jaga pengeluaran selalu lebih kecil dari perolehanmu.

Orang yang pengertian tak mesti sepaham denganmu, namun ia berusaha memahami dengan melihat sudut pandangmu, lalu membantumu melihat dari sudut pandang lain, di saat kau siap.

Berkabar bahagia dan simpan sengsara, amat biasa. Berkabar bahagia dan sengsara, biasa. Simpan bahagia dan nestapa, luhur.

Ketimbang memikir kelemahan, gunakan waktu untuk perbaiki kelebihanmu agar kau capai yang terbaik dalam hidup.

Sebaik kau sembunyikan kekuranganmu, sebaik itu pula tak kau umbar kelebihanmu.

Baik menahan hujat dan berterima kasih dalam hening pada mereka yg tengah tersandung, karena ialah pengingat agar kau tak terantuk.

Berbohong untuk kebaikan sering hanya menunda masalah, kadang dengan akibat yang jauh lebih berat.

Mengalah utk kebaikan adalah kemenangan. Walau tak ada piala dan sanjung puja, namun semesta tak buta.

Engkau adalah apa yang kau percayai, yang sebagian terlihat oleh dunia dengan apa yang kau tulis, ucap dan lakukan, karena selalu ada yang kau biarkan mengeram gelisah di dalam dirimu sendiri.

Ada waktunya kala kau sia-siakan, ada kalanya waktu kau hidupkan. Karena hidup yg datar adalah kematian.

Seburuk apa pun hari kemarinmu, hari inimu dimulai dengan lembar yang putih bersih.

Ketakutanmu yang membutakan pada neraka, dan nafsumu untuk kejar bidadari surga bisa membuatmu lupa pada kemanusiaan dan tuntunan kebaikan.

Ketika mendoakan buat yang terkasih barulah kau sadar bahwa sebagian karunia dalam hidupmu ada karena doa orang yang mengasihimu.

Jika percayai agama dan umatmu adalah yang terbaik dan telah disempurnakan, baik berkaca apakah ahlak pekertimu sesuai dengan yang kau percayai.

Rindu itu bisa terasa sangat menyakitkan, ketika kau tak mau atau tak sanggup untuk meraih kembali apa dan siapa yang telah hilang darimu.

Terlalu sering nyinyir bisa jadi karena sumur jiwanya kering, atau berisi air keruh. Bantu mengisinya dengan yang jernih.

Sifat perwira adalah tidak me-ngemis2, tak gampang menerima pemberian, mendahulukan kepentingan orang lain.

Kebenaran tak jarang dianggap salah, karena benar manusia sering relatif. Tak masalah, selagi hargai perbedaan dan sadar, kita bukan Tuhan.

Yang membuat orang menjadi tua bukanlah umur, namun kegagalan yang berkelanjutan dalam mengelola perih masa lalu, kesedihan, dan cobaan hidup.

Kerendahan hati meninggikan, ketinggian hati menjatuhkan. Namun tak ada baik tanpa buruk. Bersyukur tak jadi yg buruk daripada mengutuk.

Sebagian yang jahat pernah jadi orang saleh. Sebagian orang baik pernah jadi penjahat. Selalu ada jalan kembali, selalu ada jalan simpang.

Ada yang pengen ketemuan namun tak pernah terjadi. Ada yang mules mau pisah tapi kemana-mana selalu ketemu. Ada yang ketemu sekali dan ubah segalanya. Hidup.

Sekali-sekali jatuh itu baik, sering juga tak apa. Jatuh bangun membuatmu ulet, lentur dan tak mudah patah, jika saja setelan frekuensi pikirmu asik.

Orang yang sangat lucu kadang sedang amat menderita. Orang yang amat bijak kadang sedang sangat titik-titik. Kadang.

Tak bisa kau paksa ayam bertelur sekehendakmu. Lagi pula telur macam apa yang keluar jika kau tak jaga makannya? Begitu pun pikir.

Jika ratusan kegagalan membuatnya patah, maka hari ini kau tak bisa nikmati terangnya gelap.

Sebelum berdoa agar semua kesalahanmu diampuni, lebih dulu maafkanlah kesalahan semua orang kepadamu.

Saat malam tak lagi sanggup beri kelelapan maka tahulah kau bahwa harimu kian dekat.

Tak bisa kau terus pikirkan diri, tak bisa pula kau selalu pikirkan orang. Waras butuh keseimbangan.

Mungkin kau percaya bahwa tak ada kebetulan dalam hidup. Namun pada setiap kebetulan ada banyak ketidakbetulan yang telah mendahului dan banyak lagi yang akan melewati.

Seekor lebah terbentur kaca saat hendak terbang keluar rumah. Ia melihat jelas dunia di luar sana. Namun betapa pun keras berusaha, tak bisa ia lewati kaca itu. Begitu pun dirimu. Kadang orang lain melihat dengan jelas betapa bodohnya usaha keras yang tengah kau lakukan. Jika saja kau tahu ada cara yg jauh lebih baik, lebih cepat, dan jauh lebih murah untuk keluar dari masalahmu …

Masalahmu adalah kau hanya tertarik agar kawan bicaramu benar-benar mendengar dan mengerti apa yang kau katakan. Ketika kawanmu lakukan hal sama, masing-masing kalian akan berpisah dengan hati yang patah.

Saat kau rapal kata Tuhan Mahabesar berkali-kali, bukan pujianmu yang membuat-Nya senang, karena Ia tak butuh itu. Bukan pula karena kau merasa sangat kecil dibanding kebesaran-Nya, karena itu keniscayaan. Namun bahwa rapal itu membuatmu terus ingat akan tugas hidup agar terus berkarya menelisik rahasia alam yang maha besar untuk memberi manfaat, bagi kemanusiaan.

Eksperimen membawamu ke tingkat lebih tinggi, namun hanya setelah berkali lolos dan bangkit dari getir kegagalan.

Di atas hakmu adalah kebaikan.

Mengetahui apa yang kau lakukan ternyata sia-sia tentu mengecewakan, namun itu lebih baik ketimbang tak pernah berusaha.

Duri dan mawar tak terpisahkan.

Bicara selalu dengan pikir, hatimu lemah. Bicara selalu dengan hati, pikirmu lemah. Bicara selalu dengan pikir dan hati, dua2nya lemah.

Menemukan mutiara kata yg terserak tak lantas menjadikanmu pembuat dan pemilik tunggal mutiara itu.

Jangan patah meski nasi telah jadi bubur, karena selalu ada pilihan : beli, tanak nasi yang baru, atau nikmati saja buburnya.

Jangan pernah bilang tak kan kembali, karena itu akan jadi mantra kutukmu untuk malah datang lagi suatu saat nanti.

Kadang lakukan kesalahan adalah berkah tersendiri, karena itu jangan terlalu berlarut menyesalinya.

Anakmu adalah semesta bernyawa dan yang tidak, mereka doakanmu karena kebaikan yang kau semai di sependek hayatmu.

Jika yg abadi adalah perubahan, maka teruslah belajar dan bereskperimen karena tanpanya kau akan jadi debu jalanan ..

Banyak yg berhasil setelah dibantu, namun setelah mereka lebih dulu berusaha keras bantu diri & orang lain. Jadi, berkeringatlah.

Putus asa hanya tanda bahwa sebelumnya ada harap. Sambung lagi dg cara pandang dan pendekatan berbeda. Semoga beruntung.

Jika kata sudah tak berarti, gunakan bibir …

Kadang perlu (jadi) domba utk dapatkan harimau.

Berjalanlah, karena sering dengan begitu kau bisa tersandung pada sesuatu yg beri pencerahan.

Tindak yg kau pikir lebih baik ternyata sering sama bodohnya. Tapi itulah ongkos pencarian. Ada yg harus dilalui utk naik kelas.

Tak ada malaikat atau iblis hidup di muka bumi, karenanya tak ada yg selalu benar dan tak ada pula yg selalu berbuat bejat.

Jangan terlalu mencinta dan memuja, agar cukup ruang utk menerima kenyataan saat kau anggap ia lakukan kesalahan.

Hati yg damai sedikit bicara, dan lembut.

Jangan simpan kenang manis jika kau tak mau menangisinya suatu saat nanti

Laku prihatin membuatmu fokus, dan karenanya lebih cepat sampai pada apa yg kau inginkan

Perdamaian terindah adalah dengan masa lalu …

Sebaik-baiknya orang adalah bisa menempatkan diri (sapa lo sapa gw), namun kadang lebih damai di hati rasa jiwa ketika memilih untuk merendah, sebagai bukan apa2 dan siapa2 …

Yang kau benci tak seburuk yg dibayangkan krn setiap sesuatu selalu ada sisi baiknya. Yang kau cinta tak sebaik yg kau idolakan krn setiap sesuatu selalu ada sisi cacatnya. Membenci dan mencinta sama2 bisa menoreh gores luka, karena itu baik selalu sediakan ruang cukup untuk keluar dengan bebas dari keduanya, agar mampu berpikir jernih dan berlaku adil.

Manakala kosongmu puncak keberisian, dasar sumurmu tak lagi berbatas, dan jernih amrta kasihcintamu melimpah ruah, merahmati semesta …

Kadang, di atas benar dan salah adalah kebaikan.

Bahwa hati memang bisa terbolak-balik. Keteguhan, karenanya, adalah keberuntungan.

Jika sulit kelola masa lalu dan masa depanmu, fokus kelola saja hari inimu dan pada saatnya dua masalahmu itu akan selesai dengan sendirinya.

Cinta akan musnah seiring dengan hilangnya bayang hasrat dan romantisme, yang kau ciptakan sendiri.

Alasan yang membuatmu hidup selama ini akan kau lepas dan tinggalkan pada titik pencapaiannya, dan saat itu alasan baru akan datang menyapa.

Untuk meneruskan hidup dan memulai lembar baru, kadang kau harus merelakan bagian masa lalumu untuk pergi selamanya.

Apa yang kau punya orang tidak. Apa yang orang punya kau tidak. Kecuali saling berbagi maka sesungguhnya milik kalian hanyalah sedikit saja.

Sorot matamu menjadi jernih ketika kau sedikit memikir diri dan lebih banyak memakai rasa, pikir dan waktumu untuk kebaikan sekelilingmu.

Perspektif mengembalikan keseimbangan dalam melihat dan menangani masalahmu.

Terlalu sering mengintip hasil membuatmu galau dan tak fokus. Terlalu jarang melihat hasil membuatmu kehilangan arah, momentum & kendali.

Sebaik-baiknya kebebasan adalah ketika kau memiliki dan mengikuti aturan.

Kebutuhan itu sederhana, keinginan tidak. Yang disebut terakhir itu bermata dua: menumbuhkan dan menghancurkan.

Berpegangteguhlah pada tujuan, maka rasa malas kebiasaan menundamu akan hilang dengan sendirinya.

Jika sumurmu mengering, isi dulu agar tulismu kembali jernih, bernas, dan seimbang. Menyimpang biasa, namun segeralah kembali ke dirimu.

Kesenanganmu ada di dekatmu dan di tempat yang jauh. Ketidakseimbangan perhatian yang kau berikan pada keduanya membuatmu gampang galau.

Galau membuatmu jalan di tempat. Jawaban untuk sebuah kegalauan adalah melakukan tindakan, dan tak ada tindakan sempurna. Lakukan saja.

Hasil beragama mestinya pada budi luhur dan tindak perbuatan yg pengasih penyayang dan bermanfaat bagi sesama bukan tebar kebencian dan bom.

Jika duka suka sama menguras air mata, dan keduanya ada di bilik hatimu, lalu apa kau akan mengusirnya untuk hidup datar hampa?

Beragama tapi perilaku buruk, karena syariat pun tak sempurna, jarang pula naik kelas ke tingkat tarekat, apalagi hakikat dan ma’rifat

Setelah banyak habis waktu buat dirimu sendiri, baru bisa kau rasakan nikmat memberi banyak waktumu buat orang lain.

Sebaliknya setelah banyak habis waktumu buat orang lain, barulah kau bisa merasakan nikmat kesendirianmu. Itulah kesementaraan hidup.

Betapa pendeknya hari. Hari kemarinku, dan hari inimu, akan terhenti. Lalu ke mana diriku dan dirimu akan pergi, lagi?

Kesempurnaan itu suatu saat punah juga.

Mencintai itu mestinya tak kenal keluh derita.

Karenanya, berhati-hatilah dengan hari inimu, karena hanya sedikit yang bisa kau lakukan dg hari kemarinmu.

Kemarin dan hari ini adalah besok dan lusa…

Jika agama bisa dinodai, kalaulah bukan agamanya yg palsu maka pastilah penganutnya baperan, yang belum menukik sampai hakikat, apalagi makrifat.

Bangsa yang besar itu bukanlah semata diukur dari jumlah penduduknya, tetapi juga perilaku dan etos kerja budaya pejabat dan rakyatnya.

Merdeka itu ketika penjara-penjara koruptor sepi, saat uang dan kekayaan negara digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Bersyukur itu tidak cukup hanya dengan mengatakan alhamdulillah…

Bersyukurlah dengan kelemahanmu, karena dengannya kau bisa tumbuh. Berhati2lah dengan kekuatanmu, karena dengannya kau bisa hancur.

Melakukan trik akan sangat membantumu, untuk sementara waktu, dan selanjutnya akan merugikanmu, dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang.

Segala nikmat inderamu itu sesaat, ingatan dan keinginanmu tidak. Pilih yang akan kau ulang2i utk kepuasan sesaatmu itu yang ujungnya baik.

Janganlah kau mencela perilaku buruk orang, meskipun kau sudah pintar dan secara teratur membersihkan wc-mu sendiri.

Jika upaya seminggumu gagal, anggap saja kau baru pulang berlibur, dan mulai kerja lagi. Telisik pula apa yg berkesan dari liburanmu itu..

Ketika kau merasa sia2 dg apa yang kau lakukan, ketahuilah bahwa kau tengah lupa mengasah imajinasimu.

Mengencani atau mengawini pasangan karena ‘ada apanya’ akan berakhir dg kegagalan, penyesalan, dan malu.

Tindakan benar dan kesatria yang diambil berdasarkan informasi keliru akan berakibat tragis.

Melepaskan diri dari distraksi akan membuatmu kembali fokus ke tujuan.

Kembali ke rumah, tempat dimana kau merasa bebas, nyaman, dan terlindungi

Berdamai dg waktu dan tempat memupus gelisahmu

Menimbang jalan sufi: dari syariat, tarikat, hakikat, ke makrifat…dari “commanding self” sampai ke “pure self” …

Godaan dan distraksi itu ‘menjadi ada’ ketika tujuan ditetapkan. Tanpa tujuan, semuanya itu hanya hiburan dan kesenangan.

Kerinduan yg dalam akan memanggil kembali masa lalu yg menggetarmu, setidaknya dalam angan dan mimpi, atau lewat lagu kenangmu.

Terpusat tiba di tujuan membuatmu bertahun kemudian menyadari betapa banyak yang kau lewatkan. Tak sebanding dg kesesaatan di tujuan.

Tempat yg paling indah pun kian lama menjadi biasa, membosankan, lalu dihindari, untuk dirindukan suatu saat nanti …

Tak semua mimpi ditakdirkan jadi kenyataan, namun sedikitnya ada satu mimpi terbesarmu bisa mewujud dg meyakini, fokus dan usaha keras.

Kecintaan pada benda sering mengalahkan kecintaan pada kemanusiaan. Manusia, selain dirimu, lebih rendah dari benda milikmu kah?

Perbuatan baik hasil kalkulasi, bukan dari hati, adalah manipulasi

Pohon randu itu seksi…

Tidak mengeluarkan uang bukan selalu berarti gratis. Ada yang harus tetap dibayar…

Surga adalah ketika kau menemukan dan menjalani makna hidupmu. (lihat pula tulisan di kategori Renungan)

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Blog » Renungan » Percik Pikir Aroengbinang
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 18 Oktober 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap