Pantai Burung Mandi Belitung Timur

Letak Pantai Burung Mandi Belitung Timur hanya sekitar 800 m dari Vihara Dewi Kwan Im yang sebelumnya saya kunjungi, arah ke Timur. Jalanan mulus untuk sampai ke pinggir Pantai Burung Mandi. Di pinggir pantai, jalan kemudian bercabang ke arah kiri dan kanan memanjang sepanjang pinggiran Pantai Burung Mandi.

Kami menyusur jalan ke arah kiri, melewati serombongan orang yang baru turun dari kapal dengan perlengkapan selam, dan berhenti agak ke ujung. Panjang pantai ini sekitar 1,5 km, sehingga dari ujung yang satu hanya samar-samar bisa melihat ke sisi ujung lainnya.

Pantai Burung Mandi Belitung Timur manghadap langsung ke Laut Jawa, tanpa adanya pulau pelindung di lepas pantainya. Sehingga pada musim tertentu ombak dan anginnya yang bertiup ke arah pantai cukup besar dan membuatnya air lautnya cukup berbahaya untuk berenang atau berlayar di tempat ini.

pantai burung mandi
Pasir halus berwarna coklat keputihan di pinggiran Pantai Burung Mandi yang terus menerus disapa riak gelombang laut yang tidak begitu besar, namun cukup untuk menciptakan suara ritmis yang terus menerus.

pantai burung mandi
Pemandangan ke sisi sebelah kanan Pantai Burung Mandi, dengan garis pantai terlihat melengkung dan sangat lebar.

Pada ujung sebelah sanalah terdapat banyak perahu-perahu nelayan yang ditambat di tepian laut, atau bertengger di atas pasir.

pantai burung mandi
Ombak Pantai Burung Mandi yang bergulung-gulung, menandakan bahwa hembusan angin di tepian pantai juga cukup besar.

perahu cadik
Sebuah perahu cadik diparkir di atas pasir Pantai Burung Mandi beralas kayu yang diletakkan melintang.

Adanya perahu-perahu nelayan di tepi Pantai Burung Mandi memang menjadi pemandangan yang cukup menghibur.

pohon cemara laut
Pohon cemara laut di tepian Pantai Burung Mandi juga memberi suasana yang nyaman dan keteduhan bagi pengunjung, selain juga beberapa jenis pohon lainnya yang daunnya sangat rimbun.

pantai burung mandi
Berpindah ke bagian kanan Pantai Burung Mandi terlihat lebih banyak perahu nelayan di laut, dan lebih ramai pula suasananya di sini, dengan adanya beberapa buah warung yang menawarkan minuman dan makanan kepada pejalan.

Rata-rata perahu nelayan di ini berupa perahu cadik, memiliki tangan di kanan kiri perahu sebagai penyeimbang, yang oleh penduduk setempat disebut perahu kater.

Perahu kater masih menjadi pilihan nelayan untuk mencari ikan di laut karena biaya operasionalnya yang relatif ringan dibandingkan kapal motor. Dengan perahu kater dibutuhkan hanya sekitar 6 liter bahan bakar sekali melaut. Nelayan biasanya melaut sejak dinihari dan kembali pada siang harinya.

Salah satu pembuat perahu kater yang terkenal ternyata dari Pulau Bawean, Gresik, yang kabarnya bisa bertahan hingga puluhan tahun karena dibuat dengan menggunakan kayu berserat yang tidak mudah rusak terkena air laut dan bobotnya pun ringan.

perahu kater
Deretan perahu kater nelayan berbagai warna di atas pasir Pantai Burung Mandi, dengan bentuk yang rata-rata standar.

Pada hari libur mungkin cukup banyak pejalan yang menyewa perahu untuk menikmati panorama Pantai Burung Mandi dari arah laut, dan bisa melihat Gunung Burung Mandi.

pantai burung mandi
Sebuah pulau kecil yang terletak tidak seberapa jauh dari Pantai Burung Mandi. Jika dilihat menggunakan citra satelit, di dekat perairan pantai ada lebih dari sepuluh pulau kecil dengan jarak terjauh sekitar 75 km.

pantai burung mandi
Perahu Kater di tepian Pantai Burung Mandi dilihat dari rimbun pepohonan.

Berbeda dengan Pantai Tanjung Tinggi yang memiliki batu-batu granit raksasa, di tepian Pantai Burung Mandi ini sama sekali tidak terlihat ada satu pun batu besar. Sepanjang tepian pantai hanyalah pasir coklat keputihan yang halus.

Pantai Burung Mandi Belitung Timur

Alamat : Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur. Lokasi GPS : -2.74242, 108.25079, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Tempat Wisata di Belitung TimurPeta Wisata Belitung, Hotel di Belitung Timur

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Bangka Belitung » Belitung Timur » Pantai Burung Mandi Belitung Timur

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 14 Juli 2017. Tag:

Tulisan lainnya : 22 Tempat Kuliner Di Solo | Museum Perangko Indonesia TMII Jakarta | Situ Gede Tangerang | Bebek Bengil Ubud Bali | Masjid Jami AnNawier Pekojan Jakarta | 8 Tempat Wisata di Kota Binjai | Masjid Al Atiq Jakarta | Dendeng Batokok Muara Kalaban | Situs Arca Ganesha Dawangsari Sleman | Taman Purbakala Cipari Kuningan |