Penjara Kalisosok Surabaya

Penjara Kalisosok telah menjadi sebuah bangunan tua terlantar ketika saya kunjungi pertengahan tahun 2011 dan kabarnya masih tetap terlantar ketika tulisan ini dibuat. Ini patut disayangkan karena penjara Kalisosok bukan sekadar sebuah penjara tempat para pelaku kriminal biasa disekap.

Penjara Kalisosok sempat dibongkar habis atapnya oleh investor pada awal 2010, meskipun telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya pada 1995 oleh pemkot Surabaya. Namun pembongkaran selanjutnya berhasil dicegah berkat kepedulian masyarakat yang akhirnya membuat pemkot turun tangan.

Pembongkaran itu terjadi lantaran Penjara Kalisosok telah ditukar guling oleh Kementerian Hukum dan HAM kepada sebuah investor swasta. Bangunan penjara itu merupakan sebuah tengara bersejarah dimana para pejuang kemerdekaan dan pejuang keadilan, dari jaman kolonial sampai jaman Orde Baru pernah mendekam.

penjara kalisosok

Beberapa orang melintas di bawah menara pengawas di salah satu pojok bangunan Penjara Kalisosok yang temboknya dihias graffiti warna-warni.

Bagian tembok dengan lukisan grafis ini tampaknya menjadi satu-satunya tempat yang masih bisa ‘dilihat’ oleh para pejalan, lantaran pintu masuk ke dalam kompleks bekas penjara ini selalu terkunci, sehingga tidak memungkinkan untuk bisa melihat bagian dalamnya.

penjara kalisosok
Lukisan grafis pada dinding bagian luar Penjara Kalisosok yang berada di sepanjang Jl Belakang Penjara, melintasi beberapa menara pengawas.

Kabarnya pada akhir September – Oktober tahun 2011 lalu sebuah perusahaan rokok mensponsori lomba melukis tembok Penjara Kalisosok.

penjara kalisosok
Dinding tembok Penjara Kalisosok di sisi Jl Kalisosok Lor, yang baru sebagian kecil saja yang telah dilukis.

penjara kalisosok
Sebuah tengara di sisi Jl Kasuari, di sebelah pintu masuk Penjara Kalisosok yang terkunci rapat, yang menyebutkan bahwa Penjara Kalisosok merupakan bangunan Cagar Budaya dengan tahun pembuatan 1850.

Sedangkan Surya online menyebutkan bahwa Penjara Kalisosok diresmikan pada 1 September 1808, yang berarti semasa berkuasanya Gubernur-Jenderal Hindia-Belanda ke-36, Herman Willem Daendels, yang memerintah tahun 1808 – 1811.

Jika Penjara Kalisosok dibangun oleh Daendels pada 1808, maka pembangunannya hanya memakan waktu kurang dari setahun, karena Daendels mendarat di Batavia pada 5 Januari 1808.

Pada awal pemerintahannya, perhatian utama Daendels tertuju pada upaya cepat untuk menangkal ancaman serangan Armada Inggris yang kuat, sehingga tentara Belanda diisi orang-orang pribumi, rumah-rumah sakit dan tangsi militer baru ia bangun, juga pabrik senjata dan Benteng Lodewijk di Surabaya, pabrik meriam di Semarang, serta sekolah militer di Batavia.

Bisa jadi karena pendekatannya yang keras terhadap pembesar dan rakyat pribumi, ia merasa perlu untuk membangun sebuah penjara yang besar di Surabaya. Seperti kita ketahui nama Daendels lebih dikenal karena pembangunan Jalan Raya Pos yang meskipun bernilai sangat strategis namun menelan banyak korban jiwa rakyat Indonesia.

Namun jika tengara di atas yang benar, maka Penjara Kalisosok tidak dibangun pada masa Daendels, oleh sebab ia telah meninggal di Ghana pada 2 Mei 1818 dalam usia 55 tahun karena penyakit malaria.

penjara kalisosokPenjara Kalisosok dengan sebuah tengara lain pada tembok yang menyebutkan bahwa Penjara Kalisosok dibangun pada 1750, beda seratus tahun dengan tengara sebelumnya. Tengara tahun 2009 ini dibuat oleh Pemkot Surabaya, sedangkan tengara sebelumnya (tahun 2008) dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya.

Perlu diketahui bahwa baru pada 1743 Pakubuwana II menyerahkan semua haknya atas kota Surabaya kepada VOC, setelah VOC membantunya dalam perebutan kekuasaan di Keraton Surakarta yang membuat posisi Pakubuwana II sangat lemah terhadap VOC. Beberapa puluh tahun sebelumnya, lewat Perjanjian Jepara tahun 1677, Amangkurat II telah menggadaikan daerah pesisir Utara Jawa kepada VOC, mulai Kerawang sampai ujung timur, sebagai jaminan pembayaran biaya perang melawan Trunajaya.

penjara kalisosokPenjara Kalisosok pada pintu masuk di Jl Kausari No 7 yang terkunci rapat, dengan dua tengara yang berbeda tahun pembuatannya itu.

penjara kalisosokPenjara Kalisosok yang masih menunggu nasib dan entah sampai kapan akan terus terbengkalai. Di samping badan kendaraan berwarna biru itu tampak sebuah tugu yang menyerupai tugu peringatan, namun bagian tulisannya telah rata oleh semen sehingga tidak bisa dibaca.

Tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan seperti Soekarno pernah mendekam di Penjara Kalisosok ini. Kiai Haji Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah dan pahlawan nasional Indonesia, meninggal di Penjara Kalisosok pada 25 April 1946 ketika menjadi tahanan NICA. WR Supratman juga disekap penguasa kolonial di penjara ini yang kemudian membawa pada kematiannya, dan banyak lagi lainnya. Pendeknya tidaklah layak untuk menghancurkan bangunan bersejarah ini untuk digantikan dengan sebuah mal.

Penjara Kalisosok Surabaya

Alamat : Jl Kasuari No 7, Surabaya. Lokasi GPS : -7.23415, 112.73697, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Surabaya, Peta Wisata Surabaya, dan Hotel di Surabaya.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Timur » Surabaya » Penjara Kalisosok Surabaya
Tag : , ,

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 12 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap