Pelabuhan Bitung

Pelabuhan Bitung adalah pelabuhan alam di kota Bitung, yang merupakan pelabuhan terbesar dan satu-satunya pelabuhan di Sulawesi Utara yang disinggahi kapal-kapal penumpang antar kota besar di Indonesia. Adanya Pelabuhan Bitung merupakan salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kota Bitung, selain dari kegiatan perkebunan, pertanian dan perikanan.

Bitung hujan lebat ketika kami hampir memasuki kota dan mereda menjadi gerimis ketika tiba di depan Pelabuhan Bitung pada suatu Minggu siang. Gedung Terminal Penumpang Pelabuhan Bitung terlihat sepi dan pintunya tertutup rapat, namun kami bisa masuk dari jalan samping yang terbuka dan dijaga oleh seorang Satpam pelabuhan.

Pelabuhan Bitung
Beberapa buah kapal tampak tengah sandar di Pelabuhan Bitung ini yang kedalamannya mencapai 10 meter ketika pasang, dan delapan meter ketika air Selat Lembeh tengah surut. Tidak tampak ada kesibukan berarti di sekitar dermaga.

Pelabuhan Bitung
Dermaga Pelabuhan Bitung dengan paku-paku baja tempat untuk menambat kapal besar terlihat menonjol di lantai dermaga. Sementara di perairan Selat Lembeh tampak dua perahu motor melintas, dengan Monumen Trikora terlihat di latar belakang.

Pelabuhan Bitung
Bangunan Terminal Penumpang Pelabuhan Bitung yang tampak sepi dan terkunci.

Pelabuhan Bitung
Di Pelabuhan Peti Kemas Bitung tampak ada sedikit kesibukan menaikkan dan menurunkan barang ke dan dari kapal-kapal besar maupun kapal-kapal layar tradisional Pinisi.

Pelabuhan Bitung
Sebuah kapal berukuran cukup besar terlihat tengah sandar di Pelabuhan Peti Kemas Bitung, dengan sebuah sekoci dan pelampung terlihat menempel di pinggangnya.

Pelabuhan Bitung tampaknya tengah berbenah dengan membangun dan memperluas dermaganya. Ada keinginan dan rencana agar Pelabuhan Bitung dikembangkan menjadi pelabuhan pengumpul atau hub port dengan standar internasional dalam beberapa tahun mendatang.

Pelabuhan Bitung
Kegiatan bongkar muat barang dengan cara tradisional di Pelabuhan Bitung yang terlihat pada foto di atas juga masih bisa ditemui di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta.

Menyewa kuli angkut barang untuk melakukan bongkar muat barang selain lebih murah juga lebih praktis ketimbang menggunakan cara modern untuk barang-barang tertentu, terutama komoditi dan barang dagangan antar pulau.

Pelabuhan Bitung
Sebuah kapal Thai tampak tengah melego jangkar di Pelabuhan Peti Kemas Bitung.

Pelabuhan Bitung
Kapal-kapal motor berbobot kecil dan sedang yang tengah sandar menunggu muatan. Beberapa buah kapal layar motor Pinisi juga terlihat tengah sandar di Pelabuhan Peti Kemas Bitung.

Pelabuhan Bitung yang dipisahkan oleh Selat Lembeh dengan Pulau Lembeh di seberangnya, sangat terbantu dengan keberadaan Pulau Lembeh yang jaraknya hanya sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Bitung, yang melindunginya dari gelombang dan angin kencang yang berasal dari Laut Maluku dan Samudera Pasifik.

Menurut cerita, nama Bitung diberikan oleh Dotu Hermanus Sompotan yang adalah penduduk pertama yang tinggal di sana, diambil dari nama pohon yang banyak ditemui di Sulawesi Utara. Dotu adalah istilah yang diberikan untuk orang yang dituakan. Dotu Hermanus Sompotan datang bersama dengan Dotu Rotti, Dotu Wullur, Dotu Ganda, Dotu Katuuk, dan Dotu Lengkong, yang semuanya berasal dari Suku Minahasa, etnis Tonsea, dan dikenal dengan sebutan 6 Dotu Tumani Bitung.

Pelabuhan Bitung

Jalan D.S Sumolang, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Tempat Wisata di Bitung, Peta Wisata Bitung, Hotel di Bitung

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Sulawesi Utara » Bitung » Pelabuhan Bitung
Tag : ,

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 19 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap