Pekalongan Mangrove Park

Waktu sudah menunjukkan jam setengah enam sore ketika kami tiba di Pekalongan Mangrove Park atau Taman Mangrove Pekalongan, sebuah kawasan restorasi dan pengembangan hutan mangrove di wilayah pantai utara Pekalongan. Pekalongan Mangrove Park diresmikan Menteri Kehutanan RI pada 17 Desember 2013, dan berkembang menjadi kawasan wisata menarik.

Kesan saat tiba di Pekalongan Mangrove Park cukup baik. Terlihat petak air laut luas yang rapi, sebagian ditanami mangrove, sebagian kosong. Jalan di lokasi cukup baik dengan paving blok rapi, dan ada tempat parkir, baik untuk kendaraan roda empat maupun untuk sepeda motor.

Yang terlihat belum tertata rapi adalah warung jajanan yang menyediakan minuman dan makanan ringan. Warung itu terlihat menempel di pinggir jalan dan nangkring di atas saluran air. Jika tidak segera diatur, dan disediakan tempat khusus yang tertata rapi buat mereka, maka menjadi potensi masalah jika semakin banyak warung berdiri di sana.

pekalongan mangrove park
Tempat berteduh dan semacam lorong pandang di sisi sebelah kiri Pekalongan Mangrove Park yang kondisinya masih cukup baik. Jika saja di ujung lorong ini ada bangku-bangku tempat duduk, tentu akan lebih menyenangkan bagi pengunjung yang ingin lebih lama menikmati pemandangan, dan suasana di sini sangat mendukung untuk bersantai.

Sementara di sisi sebelah kanan ada lagi tempat berteduh yang menjadi bayangan cermin tempat berteduh di atas. Sejauh yang saya ingat, inilah pertama kalinya saya berkunjung ke tempat restorasi dan pengembangan mangrove yang dikerjakan secara besar dan terkelola dengan baik. Di Jakarta sebenarnya ada, namun belum sempat ke sana.

pekalongan mangrove park
Gerbang masuk ke Pekalongan Mangrove Park yang cukup bagus, apalagi sudah ada sejumlah pohon pinus yang ikut memperindah pemandangan. Akan lebih bagus jika namannya memakai Bahasa Indonesia, dan Inggris menjadi bahasa kedua. Bahasa Inggris penting, namun janganlah dibiasakan mendahulukan bahasa asing ketimbang bahasa sendiri.

Di sebelah kanan adalah loket penjaga Pekalongan Mangrove Park yang hanya menarik bayaran parkir. Tidak ada petugas yang menanyakan apakah saya akan memotret agar bisa memalak bayaran tinggi, dan mudah-mudahan tidak akan pernah ada. Bukan cara elegan untuk memperoleh uang perawatan dan pemeliharaan dengan cara memalak pemotret.

pekalongan mangrove park
Pemandangan elok jelang matahari terbenam yang kami lihat dari atas perahu karet bermotor yang melaju di kawasan Pekalongan Mangrove Park, setelah sebelumnya saya menerima tawaran untuk berkeliling. Harga tiket perorangnya cukup wajar, dan perahu tetap berangkat meskipun penumpangnya hanya tiga dari 10 tempat duduk yang tersedia.

Jelang senja dengan langit cerah merupakan waktu yang sangat tepat untuk berkeliling menyusuri lintasan yang sebagian darinya sepertinya memang dirancang untuk dilewati oleh perahu pelancong. Ada dua perahu karet yang tersedia di sana, dan sekali jalan hingga kembali lagi ke tempat semula memakan waktu sekitar 20 menit.

Selain menikmati sensasi melewati lorong mangrove sempit rendah yang nyaris menyerupai lorong gua memanjang, hanya saja tidak gelap, yang tak kalah menarik adalah kesempatan melihat semburat cahaya matahari di permukaan air laut yang tenang. Kami melewati pula bekas reruntuhan bangunan yang telah terendam air laut.

Pangkalan perahu karet wisata ini berada di dekat bangunan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove Kota Pekalongan yang dilengkapi ruang pertemuan, ruang pamer dan koleksi buku. Ada pula tempat pembibitan permanen dan semi permanen yang menjadi tempat praktek pembibitan dan penanaman Mangrove. Menara pandang juga tersedia di dekatnya.

Pekalongan Mangrove Park

Alamat : Kelurahan Bandengan dan Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan. Lokasi GPS : -6.858834, 109.676013, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Peta Wisata Pekalongan . Tempat Wisata di Pekalongan . Hotel di Pekalongan. Galeri (41 foto) Pekalongan Mangrove Park : 1.Tempat berteduh, 2.Gerbang masuk, 3.Matahari terbenam, 4.Gerumbul, 5.Genangan 6.Warung 7.Perahu 8.Meluncur 9.Luas … s/d 41.Matahari.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Pekalongan Kota » Pekalongan Mangrove Park

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 18 Juli 2017. Tag: ,

Tulisan lainnya : Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan | Hotel di Cimahi | Museum Sejarah Nasional Indonesia | Gereja Katolik Santa Barbara Sawahlunto | Mengatasi Transaksi Tidak Dapat Diproses Bank Mandiri | Syaharani and Queenfireworks JakJazz Jakarta | Patung Ngurah Rai Bali | Hotel di Muara Teweh Barito Utara | Candi Kethek Karanganyar | Hotel Melati di Jakarta Timur |