Pantulan Dedaunan Situ Gunung

Berlibur ke danau adalah merupakan hal yang berbeda dengan berlibur ke pantai, meski sama-sama berair… Liburan ke danau dalam benak saya adalah mencecap ketenangan, tak ada debur ombak di sana. Pilihan saya saat itu adalah berkunjung ke kawasan Situ Gunung, sebuah danau yang menjadi incaran para pehobi fotografi.

Kenapa Situ Gunung? Karena selain foto-foto danau ini selalu menimbulkan decak kagum, jarak yang tidak terlalu jauh dari Jakarta pun menjadi pertimbangan. Situ Gunung ada di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, masih bagian Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango.

Setelah beberapa kali browsing untuk mencari penginapan, saya memutuskan untuk mengambil Villa Cemara. Villa ini menempel persis di bawah Gerbang Taman Nasional Situ Gunung, dengan dua jenis penginapan, yaitu rumah panggung yang sangat kuno terbuat dari kayu, serta kamar-kamar yang bisa diisi 4 orang.

Halamannya yang luas dan ditumbuhi aneka bunga serta sayuran membuat Villa ini terlihat asri. Villa Cemara yang berbentuk rumah panggung tua itu juga masih sangat terpelihara, memiliki 4 kamar, sehingga kami berempat memilih kamar lain yang lebih kecil, dengan harga lebih murah tentu, yang terletak di bagian belakang halaman. Kamar dengan 4 buah tempat tidur itu, dan tentu saja kamar mandi, nyaman sekali untuk beristirahat, ada pula mini barnya

situ gunung sukabumi
Berkemah di halaman Villa yang asri. Hari telah senja ketika tiba di sana, oleh karena itu kami memutuskan untuk bersantai saja dan pergi ke danaunya besok pagi. Sambil menikmati halaman Vila yang asri, kami menyewa tenda kecil untuk dipasang di halaman. Ini memberikan pengalaman berkemah yang berkesan bagi anak-anak.

Malam hari kami isi dengan membakar ikan dan ayam. Lalapan segar, mulai dari leunca, selada, daun poh-pohan yang dipetik dari kebun, timun, tomat dan tentu saja sambal terasi sudah disiapkan oleh pemilik Villa, sepasang suami istri sepuh dan ramah yang memang tinggal di Villa itu.

Ayam dan ikan bakarnya nikmat. BBQ di tengah kabut dingin memang sangat mengasikkan. Setelah makan dan ngobrol, tentu saja acara berikutnya adalah tidur. Kami sengaja tidur awal agar besok dapat sepagi mungkin melihat Situ Gunung.

Pagi harinya, begitu bangun kami segera menuju ke Gerbang Taman Wisata Situ Gunung. Pagi itu pengunjung belum terlalu ramai. Hanya satu dua orang yang membawa kamera berada di depan pintu gerbang. Maklum udara begitu dingin, sehingga mungkin sebagian orang memilih untuk tetap berada di bawah selimut.

Jalan menuju ke danau merupakan jalan tanah yang diperkeras. Setelah membeli tiket, kami masih harus berjalan kaki menuju lokasi Situ Gunung selama lebih kurang 20 menit. Bila tidak kuat, pejalan bisa menggunakan jasa ojek. Saya sendiri memilih berjalan kaki, karena toh jalanan tidak terlalu terjal, dan berbagai bunga liar yang ada di jalan, membuat kita lupa akan lelah. Setelah sampai, pemandangannya benar-benar Wowww…. Situ Gintung di pagi itu benar-benar bagaikan sebuah cermin.

situ gunung sukabumi
Situ Gunung yang air beningnya memantulkan dedaunan dan awan. Danau masih sepi, dan bias matahari pagi menyinari danau, memantul cahaya keperakan. Di salah satu sudut, lelaki muda terlihat melempar joran. Jaket merahnya memantul indah di air yang tenang. Danau ini memang terkenal banyak ikannya.

Saya sendiri tidak bisa memancing haha… namun menyaksikan mereka duduk diam menunggu umpan disambar, memberikan refleksi tersendiri di pagi itu. Di tengah danau, sebuah rakit bambu sederhana yang penuh penumpang meluncur di permukaan air danau yang jernih tenang.

Beberapa orang muda menenteng kamera, seakan tidak mau ketinggalan membingkai suasana pagi ini lewat gambar. Di beberapa sudut danau, beberapa pasang kekasih tampak mengobrol ringan menghidupkan waktu bersama samabil merajut masa depan. Seakan semua menikmati pagi ini dengan gembira.

situ gunung sukabumi
Bayang dedaunan dan langit. Air keperakan bergerak teduh di Situ Gunung. Tidak salah kalau Situ Gunung ini menjadi tempat pilihan untuk melepas semua kepenatan. Bau pinus dan damar, ditingkah suara burung, dan pantulan air yang jernih, pasti akan membuat kita segar kembali.

Situ Gunung yang terletak di ketinggian 1000 mdpl dengan luas sekitar 9 hektar ini terlihat sangat elok. Sepanjang tepi danau berderet pohon-pohon cemara dan Agathis yang menjulang tinggi, yang membuat suasana menjadi teduh.

Air yang berasal sungai Cimana Racun, memang tidak beracun, namun “meracuni” jiwa saya sehingga begitu terpikat dengan ketenangannya. Oh ya…. perjalanan belum usai…. satu lagi yang harus dicicipi di sekitar Situ Gunung adalah Curug Sawer.

Akses naik kendaraan pribadi dari Jakarta lewat tol Jagorawi, keluar di Ciawi, lanjut arah ke jurusan Sukabumi. Jarak tempuh sampai Cisaat sekitar 2,5 jam. Naik angkutan umum dari arah Jakarta ke Sukabumi, turun di Cisaat (lampu merah, pertigaan), ambil jalan yang ke arah kiri, sampai pertigaan tempat ngetem angkutan umum berwarna merah jurusan ke Danau Situ Gunung.

Situ Gunung Sukabumi

Alamat : Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat. Lokasi GPS : -6.8328128, 106.9249454, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Harga tiket masuk : Rp 5.000 pada hari biasa, Rp 10.000 pada hari libur. Galeri : 9 foto. Rujukan : Tempat Wisata di Sukabumi, Hotel di Sukabumi, Peta Wisata Sukabumi. Galeri (9 foto) Situ Gunung Sukabumi : 1.Berkemah, 2.Situ Gunung, 3.Bayang dedaunan, 4.Rumah Panggung, 5.Kamar Tidur 6.Ayam Bakar 7.Jalan Diperkeras 8.Pemancing 9.Rakit.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Barat » Sukabumi Kabupaten » Pantulan Dedaunan Situ Gunung

Oleh Ika Rahutami. Merasa orang Jogja, namun weekdays tinggal di Semarang dan weekend sering berada di Jakarta. Suka jalan, selalu jatuh cinta bila melihat kabut yang beraroma mistis romantis dan sinar matahari pagi yang lembut, senang memotret dan terkadang menulis catatan perjalanan. Subscribe via email. Diperbaiki 16 Juli 2017. Tag: