Pantai Teluk Awur Jepara

Seingat saya Pantai Teluk Awur Jepara tidak masuk ke dalam daftar kunjung yang saya buat, atau memang ingatan ini sudah sangat pendek sehingga begitu mudahnya lupa. Meskipun air dan pantai tak begitu akrab dengan kehidupan saya, namun sering terasa asik melihat tingkah orang, terutama anak, saat bermain pasir dan air laut.

Menyenangkan juga buat menikmati panorama alam saat bulatan besar matahari berwarna kemerahan bergeser turun mendekati garis cakrawala. Tentu jika langit cerah dengan hanya sedikit awan mengambang. Akan jauh lebih elok lagi jika ada kapal besar berada di dekat bulatan matahari, membentuk siluet yang sedap dipandang.

Saat tiba di Pantai Teluk Awur Jepara sudah mendekati jam enam sore. Tertera 5:45 PM pada foto pertama di lokasi ini. Tidak di area utama, namun kami berhenti di pinggir jalan dekat lokasi cungkup makam mbah Joko Laut (sebagian menyebutnya Jogo Laut). Adalah Kasmudi (Budi Rentcar 0858 6572 5176) yang menentukan tempat dimana kami merapat.

pantai teluk awur jepara
Saat memasuki area pinggiran pantai, pemandangan ini menarik perhatian saya. Ada sepotong kayu tegak, dikelilingi empat onggok batu tak beraturan bentuknya, dengan papan kecil melintang di bagian atas kayu bertulis “P. SARAH”. Di sebelahnya ada abu bekas bakaran dahan ranting, namun tak ada arang dupa.

Tak saya temukan keterangan tentang benda ini, yang letaknya tak jauh dari cungkup Makam Mbah Joko Laut. Sebelumnya kami menyelinap masuk dari lubang tembok yang memisahkan jalan dengan tepian pantai. Ada sejumlah rumah di tepian jalan, dan segerembolan anak muda tengah duduk-duduk di atas sadel sepeda motor mereka, entah menunggu apa.

pantai teluk awur jepara
Beberapa buah perahu nelayan yang terlihat mulai menua tampak teronggok di atas pasir kecoklatan tepian Pantai Teluk Awur. Motor penggeraknya, jika pun ada, biasanya dipanggul dan disimpan di rumah. Bibir pantai ini bentuknya melengkung, dengan tanjung di kedua ujung yang rentang jaraknya sekitar 3 km. Sedangkan kedalaman teluk sekira 1,5 km.

Di ujung sana adalah area utama tempat wisata pantai ini, dengan dermaga kayu menjorok ke laut tempat pelancong naik turun dari perahu. Juga bisa menjadi tempat mangkal yang nyaman bagi para pemancing. Dari kejauhan terlihat ada banyak orang bergerombol di sana, sepertinya hendak menikmati panorama jelang matahari terbenam.

pantai teluk awur jepara
Pandangan lebih dekat pada area utama wisata Pantai Teluk Awur, kerumunan pelancong, serta dermaga, yang saya ambil dengan lensa 200mm. Terlihat beberapa orang tengah bermain di genangan air laut yang dangkal. Tempat ini menyediakan wahana Banana Boat, Flying Fish Boat, dan Jet sky. Sewa Ban Dalam untuk mengambang di permukaan air laut juga ada.

Dengan begitu panjang dan lebarnya garis pantai, tempat ini bisa menjadi area olah raga jalan kaki dan jogging yang sanggup mengucurkan deras keringat dari sela pori, meski belum terlihat adanya jogging trek. Jika ingin bersantai tanpa perlu memeras peluh, maka baiknya membawa sepeda untuk dikayuh menyusur pantai dari ujung ke ujung.

pantai teluk awur jepara
Pemandangan pada tanjung di ujung teluk di sisi sebelah kiri Pantai Teluk Awur, dengan bola matahari yang mulai turun mendekati garis cakrawala. Adanya dermaga yang menjorok jauh ke laut, bangunan joglo tak berdinding, menara bambu di sebelah kanan, perahu nelayan, serta gerumbul pepohonan lebat di sisi kiri, ikut mempercantik panorama.

Meski sempat mendekati cungkup Makam mBah Joko Laut, namun pintunya terkunci. Jarang orang datang sore hari ke tempat seperti ini. Menarik, karena namanya Joko Laut atau perjaka laut. Jika namanya mbah Jogo Laut, atau si mbah yang menjaga laut, mungkin lebih mudah dipahami maknanya. Sayang Kasmudi tak paham kisah tentang si mbah ini.

Nama Teluk Awur konon berasal dari “teluk” (takluk) dan “ngawur”, perkataan yang dikeluarkan Joko Wongso, seorang raja yang menyamar menjadi nelayan, sebelum tewas dibunuh oleh pengawal kerajaannya sendiri. Adalah perempuan cantik bernama Den Ayu Roro Kuning yang bersama Syeikh Abdul Aziz, suaminya, yang merancang pembunuhan sang raja. Itu lantaran Joko Wongso hendak memperistri Roro Kuning.

Makam Joko Wongso kabarnya berada di Pantai Teluk Awur. Boleh jadi yang disebut mbah Joko Laut adalah Joko Wongso ini, raja yang mati tragis justru oleh perempuan yang diharapkan bisa menjadi pemuas cinta birahinya. Selain kisah Jokow Wongso, yang juga menarik adalah bawah Mas Ajeng Ngasirah, ibu kandung RA Kartini, juga berasal dari Desa Telukawur ini.

Pantai Teluk Awur Jepara

Alamat : Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Lokasi GPS : -6.6178933, 110.6462288, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sembarang waktu. Harga tiket masuk : gratis. Rujukan : Peta Wisata Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Hotel di Jepara. Galeri (17 foto) Pantai Teluk Awur Jepara : 1.Sarah . 2.Nelayan . 3.Pelancong . 4.Matahari . 5.Laut . 6.Lengkung . 7.Joko Laut . 8.Pantai . 9.Menara … s/d 17.Sunset.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Jepara » Pantai Teluk Awur Jepara
Tag : , , , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 22 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap