Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi

Home » Jawa Barat » Sukabumi Kabupaten » Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi berada di Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, merupakan pantai teluk di pesisir Samudera Hindia yang sangat terkenal, dan merupakan perpaduan antara pantai terjal dan pantai yang landai, tebing karang terjal, dan hutan cagar alam. Palabuhanratu di masa penjajahan Belanda disebut Wijnkoops-baai.

Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi

Alamat: Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Lokasi GPS: -6.9858531, 106.5433502, Waze. Rujukan: Hotel di Pelabuhan Ratu. Tempat Wisata di Sukabumi, Hotel di Sukabumi, Peta Wisata Sukabumi.

Lokasi Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi berada sekitar 60 km dari Kota Sukabumi, arah ke Selatan, dengan ombak sangat kuat sehingga amat berbahaya bagi mereka yang hendak bermain dan berenang di tepian pantai. Karena keindahannya, Presiden Soekarno mendirikan tempat peristirahatannya pada tahun 1960 di Tenjo Resmi.

Samudera Beach Hotel juga didirikan di Pantai Pelabuhan Ratu atas inisiatif Presiden Soekarno, yang merupakan salah satu hotel mewah pertama yang dibangun di Indonesia, bersamaan dengan pembangunan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, dan ToSerba Sarinah, yang semuanya dibangunan menggunakan dana pampasan perang dari Jepang.

Di Pantai Pelabuhan Ratu juga ada Taman Samudera Indonesia Water Park Palabuhanratu yang merupakan taman rekreasi air. Fasilitas lainnya adalah Masjid, Mushola, area parkir luas, pos, penukaran uang, Pusat Informasi Pariwisata, Hotel dan Penginapan, kuda sewa, papan seluncur sewa, taman bermain, restoran, dan Penyelamat Pantai.

Sebagian masyarakat Palabuhan Ratu masih percaya dengan adanya Ratu Kidul sebagai mahluk halus penguasa laut selatan. Kepercayaan ini dikaitkan dengan seringnya korban yang terseret ombak yang ganas karena kurang berhati-hati saat bermain di tepian pantai.

Setiap bulan April masyarakat di sekitar Pantai Palabuhan Ratu biasanya menyelenggarakan ritual upacara adat Hari Nelayan, sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan Yang Mahaesa dan agar dijauhkan dari bencana, dengan melarung sesajen ke laut selatan berupa kepala kerbau dan sesajian lainnya.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 28 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »