Pantai LaPade, Sumbawa Besar

Home » Nusa Tenggara Barat » Sumbawa » Pantai LaPade, Sumbawa Besar
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Pantai Labu Pade atau disingkat Pantai LaPade berada di Kecamatan Utan, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Sepanjang perjalanan kami melewati pinggiran pantai dan peemukiman warga. Masih terlihat juga sisa-sisa bangunan yang hancur berantakan akibat kerusuhan antar etnis yang terjadi pada 22 Januari 2013 lalu.

Tidak terpikir bahwa kerusuhan meluas ke pinggir kota. Ingat obrolan santai sambil minum es campur ala Sumbawa pagi tadi dengan seorang mahasiswa mengenai asal kerusuhan. Awal terjadinya kerusuhan yang saya baca di media ternyata berbeda jika didengar langsung dari masyarakat.

Jarak antara Kota Sumbawa Besar menuju Pantai LaPade cukup jauh. Kira-kira 1 jam lebih tanpa hambatan. Seingat saya tidak ada lampu merah yang menghentikan kami. Seperti perjalanan saya di Pulau Sumbawa sebelumnya, di kiri-kanan jalan banyak pohon dan tanaman yang menyejukkan mata. Hewan ternak sapi dan kerbau juga dibiarkan lepas mencari rumput.

IMG_2467s
Warna hijau rerumputan di sepanjang jalan menuju Pantai LaPade

Mendekati kawasan Pantai LaPade, sebelumnya harus memasuki kawasan penduduk desa Pukat. Rumah penduduknya berbentuk rumah panggung yang katanya sebagian dihuni oleh pendatang luar Sumbawa. Saya menyukai arsitektur rumah panggung dan suasana desa Pukat yang asri ini.

IMG_2460s
Salah satu bentuk rumah panggung memasuki kawasan Pantai LaPade

Harga tiket masuk Pantai LaPade pada saat kunjungan saya kemarin lima ribu rupiah per orang, tidak termasuk biaya parkir. Saya rasa sepadan dengan kondisi pinggir pantai yang bersih dan juga fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola.

Di pantai ini juga ada taman bermain anak, yang kebetulan saat itu sedang dilakukan pengecatan ulang. Ada juga panggung musik untuk tambahan hiburan pengunjung yang hadir. Biasanya, panggung musik ini digunakan pada hari Sabtu dan Minggu.

IMG_2453s
Panggung musik yang berada di satu area Pantai LaPade

Kalau belum pernah main Perahu Kano, bisa di coba di sini, karena Pantai LaPade ada tempat penyewaan Perahu Kano. Jika hanya ingin bersantai, pengelola mendirikan Berugak dengan jumlah yang memadai bagi pengunjung pantai.

IMG_2446s
Pemandangan pinggir pantai LaPade

Nah yang unik adalah spanduk-spanduk yang tergantung di tembok, dekat dengan bangunan-bangunan Berugak. Isi spanduk bukan iklan tetapi berupa kalimat-kalimat renungan dan ada juga obrolan humor dengan bahasa tradisional yang saya kurang pahami artinya.

IMG_2443s
Spanduk-spanduk unik yang digantung di sepanjang tembok batas pinggir pantai LaPade itu.

Jika saja tulisannya dibuat juga dalam Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris jika perlu, tentu akan lebih menarik dan menghibur bagi pejalan yang lewat, sekaligus mengenalkan budaya tutur yang hidup di daerah ini.

IMG_2459s
Pemandangan indah juga terlihat dari lokasi parkir Pantai LaPade

Sudah mulai sore, saatnya kembali ke Sumbawa Besar, yang adalah ibukota Kabupaten Sumbawa. Jalan menuju pulang lebih akrab di mata saya, dibandingkan dengan saat kami berangkat. Keadaan jalannya sama ketika kami keluar dari Pelabuhan Poto Tano. Jadi kalau kita berkendara kira-kira satu jam dari Pelabuhan Poto Tano, maka akan melewati Simpangan Penyorong. Nah dari simpangan inilah kita akan menemukan tanda jalan menuju Pantai LaPade. Untuk amannya, tanya penduduk atau tukang ojek yang sedang menunggu penumpang jika ingin kesana.

Kami mampir sebentar di rumah makan Soponyono yang ada di pinggir jalan untuk makan sore. Rumah makan sederhana, menunya juga sederhana, tapi ternyata cukup enak. Bang One yang mengantar kami belum puas memamerkan pantai-pantai indah di Sumbawa. Sebagai putra asli daerah dia berhasil memaksa kami untuk mengunjungi satu lagi lokasi pantai yang searah dengan jalan pulang.

Pantai LaPade

Kecamatan Utan, Sumbawa Besar
Nusa Tenggara Barat

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Fina Hastuti. Penduduk Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Indonesia. Senang keluyuran melihat pemandangan hilir-mudik ikan-ikan elok di lautan dan pencinta komik hiburan, suka berfikir praktis dan anti ribet. Melihat semua hal dalam hidup dengan cara yang indah saja. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 7 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »