Pantai Congot Cilacap

Home » Jawa Tengah » Cilacap » Pantai Congot Cilacap
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Pantai Congot di batas timur Kabupaten Cilacap juga dikenal dengan nama Pantai Jetis, karena berada di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu. Di Desa Jetis ini dipromosikan adanya Desa Wisata Karang Banar yang terdiri dari Pantai Congot, Pantai Bunso, dan Pantai Cemara Sewu, yang berurutan dan bersebelahan dari Timur ke arah Barat.

Pantai Congot Cilacap

Alamat: Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Lokasi GPS: -7.72317, 109.39280, Waze. Rujukan: Peta Wisata Cilacap, Tempat Wisata di Cilacap, Hotel di Cilacap.
Galeri (9 foto): 1.Dinding batu, 2.Perahu nelayan, 3.Kolam renang, 4.Pasar Ikan, 5.TPI Congot 6.Ikan Layur 7.Nelayan 8.Cadik 9.Talut.

Di Pantai Congot Cilacap ini terdapat TPI Congot atau TPI Jetis, yang menjadi pemasok ikan segar setiap harinya. TPI Congot berada di pinggir muara Kali Bodo atau Kali Ijo, sungai berukuran cukup besar yang memisahkan wilayah Kabupaten Cilacap dengan Kabupaten Kebumen.

Karena adanya TPI Congot inilah maka orang biasa datang untuk menikmati wisata kuliner ikan segar yang dibakar atau digoreng di warung-warung sederhana di pinggiran Pantai Congot. Ketika saya berkunjung, akses ke pantai ini masih berupa jalan tanah yang diperkeras dengan batuan dan diapit pepohonan pelindung di sepanjang jalan.

pantai congot cilacap
Sisi kiri Pantai Congot Cilacap terlihat dengan dinding batu memanjang hingga menjorok ke laut di ujung sana yang berfungsi sebagai talut pemecah gelombang Laut Selatan yang terkenal ganas. Adanya talut ini, serta talut yang ada di Pantai Logending, membuat gelombang laut menjadi jinak di bagian muara Kali Bodo dimana TPI Congot berada.

Untuk berkunjung ke Pantai Congot ini sebenarnya pejalan bisa menyeberang Kali Bodo dengan naik perahu nelayan dari dermaga yang ada di area wisata Pantai Logending yang berjarak hanya sekitar 375 meter ke dermaga TPI Congot. Jika saja bisa naik perahu nelayan persis dari seberang TPI Congot maka jaraknya hanya sekitar 100 meter.

pantai congot cilacap
Sejumlah perahu nelayan terlihat baru saja mendarat di tepian Pantai Congot di dekat TPI Congot untuk menjual ikan hasil tangkapannya. Kebanyakan perahu nelayan di daerah ini menggunakan penyeimbang di kiri kanan perahu, yang disebut cadik. Maklum mereka mencari ikan di perairan Laut Selatan yang sering tak ramah kepada para nelayan.

Jaring penangkap ikan yang mereka pakai sepertinya masih tradisional yang ramah lingkungan, tidak sebagaimana cantrang atau pukat harimau yang digunakan oleh banyak kapal-kapal nelayan di Pantai Utara Jawa. Sejauh ini memang saya belum melihat adanya kapal-kapal nelayan berukuran sedang dan besar di wilayah Kebumen dan di Pantai Congot ini.

pantai congot cilacap
Pemandangan pada kolam renang yang berada di dalam area Pantai Congot. Ada kolam dalam untuk dewasa dan ada pula kolam dangkal untuk anak-anak yang dilengkapi dengan ban apung. Namun saat itu tak terlihat ada anak yang sedang bermain air di sana. Hanya terlihat serombongan pengunjung yang tengah duduk-duduk pada amben di sebelah kolam.

Di TPI Congot masih terlihat ada beberapa orang yang sibuk menata ikan hasil tangkapan nelayan. Yang banyak terlihat adalah Ikan Layur yang badannya langsing panjang dan berwarna keputihan. Ada pula seekor Ikan Pari berukuran sedang yang ekornya telah dipotong dan masih berdarah. Agak kasihan juga melihatnya terkapar di sana.

Pasir Pantai Congot terlihat kecoklatan dan menjadi lebih gelap ketika terkena air laut. Gelombang air pada pantai di sebelah kanan yang menghadap langsung ke laut terlihat masih sangat kuat, khas pantai Laut Selatan, karena tak terpengaruh oleh adanya talut. Talut tampaknya hanya berpengaruh pada muara Kali Bodo dan area Pantai Logending.

Masih banyak yang perlu dibenahi di kawasan wisata Pantai Congot Cilacap ini, agar bisa bersaing dengan pantai-pantai terdekat di daerah Kebumen, terutama Pantai Menganti dan Pantai Suwuk yang memiliki fasilitas lebih baik dan lebih menarik. Selain akses masuknya yang perlu segera diperbaiki, fasilitas bagi pengunjung juga perlu ditambah dan ditingkatkan.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 29 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »