Bendungan Pice Belitung Timur

Home » Bangka Belitung » Belitung Timur » Bendungan Pice Belitung Timur
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Nama Bendungan Pice Belitung Timur terbaca cukup unik di mata, terdengar sedikit seksi di telinga. Begitu singkat, sehingga sempat timbul keraguan apakah merupakan nama dengan cara tulis yang benar. Lagipula ketika kata Pice dibaca, akan terdengar di telinga seperti memiliki tekanan bunyi tersendiri.

Lokasi Bendungan Pice Belitung Timur berada di wilayah Desa Lenggang, Kecamatan Gantung. Rupanya bendung ini mendapatkan namanya dari plesetan bunyi nama arsitek yang merancang bendungan, yaitu Vince. Tidak jelas mengapa huruf ‘n’-nya kemudian lenyap tanpa permisi.

Jarak dari Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi ke Bendungan Pice ini tidak begitu jauh, hanya sekitar 1,2 km, arah ke Timur. Area parkirnya lumayan lega. Ada pula tempat duduk bertutup payung di tepian bendung. Cukup menyenangkan buat pejalan yang ingin menikmati suasana.

bendungan pice
Sebuah benda terbuat dari besi bercat kuning yang telah mulai karatan, dengan roda-roda besar dan kecil, terlihat berada di area parkir Bendungan Pice, dipagar kawat dan beratap, namun tidak memiliki tengara.

Benda ini mungkin adalah roda penggerak pintu air Bendungan Pice yang telah rusak, dan di-‘museum’-kan di sini. Meskipun secara fisik Bendungan Pice masih terlihat baik, namun pintu-pintu airnya tidak lagi bisa dioperasikan, sehingga tidak mampu secara optimal mengairi jaringan irigasi Selinsing yang luasnya mencapai 4.388 ha. Rencana revitalisasi Bendungan Pice ini tampaknya tengah dibicarakan oleh pemda setempat.

bendungan pice
Papan nama dari dinas pekerjaan umum di tepian Bendungan Pice yang memberi informasi bahwa bendung ini nama resminya adalah Bendung Pice Besar, yang artinya ada bendung lain yang namanya Bendung Pice Kecil, dan memang benar ada. Tulisan mengenai Bendung Pice Kecil, atau Bendung Pice Kecik / Pice Kecit bisa dibaca di sini.

Lalu bahwa Bendung Pice Besar ini dibangun mulai 1933 s/d 1936. Informasi ini membantu, karena situs yang menulis tentang Bendungan Pice memberi informasi yang berbeda-beda tentang kapan bendung ini dibuat. Data lainnya adalah luas bendung 140 m2, serta luas sawah yang diairi oleh Bendungan Pice ini. Tidak ada data pada tengara mengenai panjang bendungan, namun diperkirakan sekitar 50 m.

bendungan pice
Jalur jalan di atas Bendungan Pice yang cukup untuk berpapasan dua orang. Motor pun mestinya bisa melaluinya, meskipun sepertinya tidak diperbolehkan, karena tidak ada satu pun motor terlihat lewat selagi saya berada di sana.

Cat pada besi dan tembok Bendungan Pice yang terakhir kalinya diperbarui tampaknya ketika jembatan ini menjalani rehabilitasi ulang pada 2006, sudah mulai terlihat pudar, dan mengelupas di sana-sini.

bendungan pice
Aliran Sungai Lenggang, yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Belitung, terlihat masih cukup berlimpah setelah melewati Bendungan Pice. Sayang jika air sebanyak ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik lantaran pintu air Bendungan Pice tidak bekerja sebagaimana mestinya.

bendungan pice
Salah satu roda pemutar pintu air di Bendungan Pice yang terlihat digembok. Mungkin roda penggerak yang ini masih berfungsi.

Selain peremajaan pintu-pintu air dan penggeraknya, yang mungkin perlu menggunakan penggerak bertenaga listrik (dari matahari idealnya), kekuatan Bendungan Pice ini juga perlu dikaji ulang. Karena dengan semakin rusaknya area hutan di hulu Sungai Lenggang, tentu akan berpengaruh langsung pada jumlah air yang langsung masuk ke dalam sungai ketika terjadi hujan yang deras.

bendungan pice
Area di sisi lain Bendungan Pice tampaknya juga memiliki bentuk dan fasilitas yang sama dengan area di sisi dimana saya berada. Tidak terpikir waktu itu untuk menyeberang bendung dan melihat langsung sisi itu.

Suasana di sekitar bendung relatif sepi. Hanya ada dua pasang pengunjung saat itu, kesemuanya perempuan. Tidak terlihat ada orang memancing atau menjala ikan di sekitar Bendungan Pice ini, padahal kabarnya Sungai Lenggang sangat kaya dengan air tawar, termasuk Ikan Cempedik yang rasanya gurih, sebagai cemilan atau dijadikan teman nasi, dan hanya ditemukan di sekitar hulu Sungai Lenggang di Kecamatan Gantung ini.

Uniknya, Ikan Cempedik biasanya menghilang pada musim kemarau, dan kemudian tiba-tiba muncul dalam jumlah sangat banyak pada musim penghujan.

Di Sungai Lenggang juga terdapat Ikan Arwana, yang oleh masyarakat setempat dinamakan Akan Kelesak. Namun keberadaan ikan langka ini dilindungi oleh UU No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

bendungan pice
Panoraman Bendungan Pice dilihat dari samping salah satu gazebo.

Terlihat ada usaha untuk menjadikan area Bendungan Pice ini menjadi asri dan sedap dipandang, dengan menanam bunga dan tanaman lainnya di dalam pot beton. Tentu akan lebih asri lagi jika jumlahnya ditambah, dan dirawat.

bendungan pice
Hutan bakau di tepian Sungai Lenggang, di sebelah atas Bendungan Pice, yang memberi warna tersendiri pada dasar air di sekitarnya. Semoga mereka tetap lestari.

bendungan pice
Panoraman Bendungan Pice dilihat agak jauh dari sisi sebelah kanan.

Seluruhnya ada 16 pintu air di Bendungan Pice ini, dengan masing-masing pintu memiliki lebar 2,5 meter. Ketika Belanda membuat bendungan ini, tujuannya bukan sebagai sarana irigasi, namun lebih sebagai pengatur tinggi rendahnya permukaan air Sungai Lenggang ketika kapal keruk timah tengah bekerja.

bendungan pice
Cukup menyenangkan suasana, silir angin, dan panorama di sekitar Bendungan Pice ini, dan menurut saya tempat ini sangat layak untuk dikembangkan lebih maju lagi sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Belitung Timur.

Sebuah papan berisi tulisan tentang riwayat Bendungan Pice tentu akan bermanfaat bagi pejalan yang mampir, sebagai bahan cerita ketika mereka pulang nanti.

Bendungan Pice

Alamat: Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Belitung Timur. Tempat Wisata di Belitung TimurPeta Wisata Belitung, Hotel di Belitung Timur

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »