Pancuran Pitu Baturraden Banyumas

Bukan kali pertama saya berkunjung ke Pancuran Pitu Baturraden, di kawasan pegunungan yang berada di sebelah utara Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Namun kunjungan sebelumnya ke tempat ini terjadi sudah sangat lama, puluhan tahun berselang, sehingga ingatan yang masih tersisa sangatlah samar.

Hal yang saya ingat adalah ketika mobil mas Bambang Sumitro, abang saya almarhum (semoga diampuni dosanya, amin), tetiba mesin mobilnya mati dan mobil yang saya kendarai berada tiga meter di belakangnya. Jalan aspal terkelupas parah, dengan kerikil dimana-mana. Beruntung mobilnya tidak mundur, dan beruntung pula ketika ia menghidupkan mesin mobil dan menekan gas, ban mobil tidak selip dan bisa naik di tanjakan dengan kemiringan lebih dari 45 derajat itu. Jika saja mundur, jurang di sebelah kiri sudah menanti …

Beberapa bulan lalu ketika berkunjung lagi ke Pancuran Pitu Baturraden, jalanan lumayan lebih baik, meskipun tidak bisa dikatakan mulus. Banyak bagian jalan yang aspalnya terkelupas. Sarana jalan mestinya menjadi prioritas utama yang harus dibenahi pengelola untuk kenyamanan para pengunjung.

pancuran pitu baturraden
Area parkir Pancuran Pitu Baturraden yang diteduhi pohon-pohon damar, diambil sesaat setelah meninggalkan Paseban Batur Sengkala.

Cungkup di sebelah kanan adalah loket penjualan karcis, dan di sebelah kirinya adalah gapura bertuliskan “Sumber Air Panas Pancuran 7 Baturraden” yang merupakan awal jalan menurun dengan lebih dari dua ratus undakan berkelok menuju ke lokasi Pancuran Pitu Baturraden.

Karcis masuk adalah Rp. 7.500 per orang, di luar karcis masuk ke Wanawisata Baturraden jika naik mobil, atau karcis Lokawisata Baturraden jika berjalan kaki.

pancuran pitu baturraden
Dua buah tengara yang sempat saya lihat ketika mulai menuruni undakan ke Pancuran Pitu di hari yang masih cukup pagi.

Tengara pertama menyatakan bahwa sumber daya alam dan hutan di kawasan ini cukup terpelihara dengan baik, sehingga potensi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, kecil kemungkinannya akan terjadi, serta ajakan untuk menjaga kelestariannya.

Tengara kedua dibuat oleh PT Perhutani Alam Wisata, atau Palawi, diantaranya menyebutkan bahwa di kawasan ini pengunjung bisa melihat Air Panas Belerang Pancuran 7, Pancuran 3, Tebing Belerang, Goa Selirang, Goa Sarabadak, dan pemandangan alam lainnya.

pancuran pitu baturraden
Salah satu pemandangan alam sangat indah yang saya temui ketika tengah menuruni undakan Pancuran Pitu.

Di ujung sana tampaknya adalah jalan treking melewati Desa Kalipagu dan Kolam Tando PLTA Ketenger. Lintasan ini biasa dilalui penduduk yang berdagang di lokasi Pancuran Pitu Baturraden. Melewati jalan ini selain gratis untuk masuk ke Pancuran Pitu Baturraden, pemandangan di sepanjang perjalannya pun sangat indah.

pancuran pitu baturraden
Lokasi Pancuran Pitu akhirnya terlihat di bawah sana, setelah sempat berhenti beberapa kali di sepanjang undakan yang berkelak-kelok dan memiliki kemiringan yang cukup tajam ini.

Atap-atap plastik berwarna ungu adalah warung-warung yang berada di dataran di atas lokasi Pancuran Pitu Baturraden. Saya sempat berhenti di salah satu warung di sini, dan makan beberapa potong gorengan panas yang baru saja diangkat dari wajan, serta membeli air minum.

Di warung ini ada juga bakso, dan camilan. Minuman panas pun ada jika ingin menghangatkan tubuh di udara pegunungan yang dingin ini. Sementara di bawah sana ada lagi beberapa petak warung lebih kecil

pancuran pitu baturraden
Inilah ketujuh deretan pancuran di Pancuran Pitu yang dinding dan batuan bagian bawahnya dibalut warna kuning belerang khas yang terbentuk selama berpuluh atau ratus tahun, dengan sedikit garis-garis hijau lumut.

Meskipun saat itu berada di ujung musim kemarau namun debit air yang memancar dari setiap pancuran terlihat cukup besar, terutama di pancuran nomor 1,3, 5 da 7. Padahal air panas di Pancuran Pitu Baturraden ini juga terbagi dengan pancuran yang berada di tempat pemandian privat di ujung sebelah kiri kompleks ini.

Hanya ada seorang pria berusia sekitar 50-an tahun yang tengah mandi di Pancuran Pitu Baturraden ini, dengan mengenakan kancut mempertontonkan sebagian besar badannya yang berkulit putih dan rada gendut.

Masih lumayan lama bapak itu mandi tanpa pesaing, karena jika di akhir pekan atau hari libur maka orang akan mengantri naik ke area tepat di bawah pancuran untuk mendapatkan air panas belerang langsung dari pancurannya.

pancuran pitu baturraden
Tepat di sebelah kiri deretan Pancuran Pitu Baturraden adalah sebuah cungkup petilasan Panembahan Atas Angin, atau mBah Atas Angin, nama lain dari Syekh Maulana Maghribi atau Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Petilasan mBah Atas Angin, dengan bentuk bangunan yang lebih baik dan artistik, juga saya temui sebelumnya ketika berkunjung ke Pancuran Telu di Baturraden juga.

Konon ketika menderita penyakit gatal yang tidak sembuh-sembuh, mBah Atas Angin mendapat petunjuk untuk datang ke Gunung Gora guna mendapatkan obat bagi penyakitnya itu. Maka pergilah ia ke Gunung Gora ditemani oleh Haji Datuk.

Setibanya di lereng Gunung Gora, Haji Datuk diminta oleh mBah Atas Angin untuk menunggu di sebuah tempat yang datar, dan ia sendiri meneruskan langkah mendaki lereng gunung dan akhirnya sampai ke sebuah sumber air panas yang kemudian ia sebut sebagai Pancuran Pitu karena memiliki tujuh lubang sumber air panas.

Setelah secara teratur berendam di sumber air panas Pancuran Pitu ini, sembuhlah penyakit mBah Atas Angin. Setelah mengucap syukur, turunlah ia ke tempat Haji Datuk menunggu. Gunung Gora kemudian diganti namanya oleh mBah Atas Angin menjadi Gunung Slamet, sedangkan tempat dimana Haji Datu dengan setia menunggunya kemudian dikenal sebagai Baturraden.

pancuran pitu baturraden
Masih diperlukan penataan yang lebih untuk area di lokasi utama Pancuran Pitu Baturraden ini agar terlihat lebih rapi dan cantik.

Jika saja ada ahli arsitektur lanskap yang bisa memberi sumbangsih bagi perbaikan dan peningkatan kawasan utama Pancuran Pitu Baturraden ini tentu lebih baik. Pemakaian semen dan beton untuk membangun kawasan ini sebaiknya dihindari agar menyatu dengan alam dan tidak mengurangi area untuk resapan air.

pancuran pitu baturraden
Bangunan di sebelah kiri area utama Pancuran Pitu Baturraden yang menyediakan kamar mandi rendam air panas bagi pengunjung yang ingin menikmati privasi. Di tempat ini juga tersedia musholla serta air dingin untuk bersuci.

Secara umum Pancuran Pitu lebih baik dari saat terakhir saya berkunjung ke tempat ini. Namun masih ada cukup banyak ruang bagi peningkatan dan perbaikan kawasan sumber air panas yang memiliki panorama perbukitan Gunung Slamet yang sangat indah ini.

Pancuran Pitu Baturraden

Alamat : Kawasan Hutan Wisata Baturraden, Banyumas. Lokasi GPS : -7.310087, 109.21784, Waze. Rujukan : Peta Wisata Banyumas . Tempat Wisata di Banyumas . Hotel di Purwokerto.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Banyumas » Pancuran Pitu Baturraden Banyumas

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 14 Juli 2017. Tag: ,

Tulisan lainnya : Hotel di Blora | Situs Candi Jiwa Karawang | Konser Java Jazz | Museum Monumen Pers Nasional Solo | Air Terjun Sipiso-Piso, Sumatera Utara | Masjid Al-Arif Bekasi | Petilasan Keraton Kasunanan Kartasura | 34 Peta Wisata Sleman | Kuil Shri Mariamman Medan | Masjid Luar Batang Jakarta |