Museum Rudana Peliatan Gianyar

Museum Rudana Peliatan Gianyar kabarnya merupakan salah satu museum terbaik yang berada di wilayah Bali, dan karena itu pada sebuah hari ketika tengah berada di sekitar Ubud kami menyempatkan mampir ke tempat itu. Lokasi Museum Rudana berada di daerah Peliatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, wilayah yang terkenal dengan seni budayanya.

Halaman Museum Rudana cukup luas dengan sebuah pendopo terbuka di bagian tengahnya, taman di sisi sebelah kanan, sebuah bangunan rumah tradisional di ujung yang menjadi tempat bagi Rudana Fine Art Gallery, dan bangunan utama Museum Rudana yang megah di sebelah kiri.

Bangunan museum seluas 500 m2 ini didirikan oleh Nyoman Rudana di atas tanah seluas 2.500 m2, dengan peletakan batu pertama dilakukan pada 22 Desember 1990. Pembukaan museum untuk pertama kali dilakukan pada 11 Agustus 1995, dan peresmiannya dilakukan oleh Presiden Soeharto pada 26 Desember 1995.

museum rudana peliatan gianyar
Bangunan utama Museum Rudana bergaya arsitektur Bali yang megah dengan sepasang naga bermahkota pada bahu undakan yang menuju ke pintu masuk museum.

Di depan undakan, di sisi kiri kanan terdapat batu besar dengan goresan tanda tangan tamu VIP di atasnya. Di sebelah kiri ada empat tanda tangan, bertanggal 13 Oktober 2010. Pada batu di sebelah kanan juga ada tanda tangan serta tulisan “Vrindavana, Memuliakan Ketulusan” pada permukaan batu sisi kiri.

Museum Rudana merupakan bangunan tiga lantai sesuai konsep Triangga, yaitu tiga bagian tubuh manusia: kepala, badan, serta tangan kaki. Juga konsep Tri Mandala sebagaimana sebuah pura, yaitu ada bagian jeroan, jaba tengah dan jaba sisi. Mengikuti pula konsep Tri Loka dimana alam semesta terdiri dari bhur, bwah, swah atau alam bawah, menengah dan atas.

museum rudana peliatan gianyar
Pendopo yang ada di tengah halaman Museum Rudana dengan pilar-pilar kayu yang tinggi serta beberapa stel meja kursi, serta bangku kayu. Dua buah batu di ujung kanan juga merupakan sebagian prasati bagi VIP yang terlihat cukup banyak di sekeliling halaman museum.

Museum Rudana saat itu tengah bersiap-siap menerima kunjungan rombongan tamu negara yang datang ke Bali untuk menghadiri sebuah acara regional. Saya sempat berbincang dengan seorang pengurus senior museum tentang latar belakang dan filosofi berdirinya Museum Rudana.

museum rudana peliatan gianyar
Di sebelah kiri adalah patung wanita elok bertangan empat dengan sebuah kendi di kakinya. Batu di bagian depan bertuliskan “Museum Rudana” serta ada torehan tulisan di permukaan batunya.

Sedangkan batu besar berwarna kecoklatan di kanan belakang merupakan tengara kunjungan Presiden Amerika Barrack Obama dan Michelle Obama. Keduanya membubuhkan tanda tangan di atas nama masing-masing pada sisi samping batu. Diantara tamu VIP lain yang pernah berkunjung ke Museum Rudana adalah Presiden Cina Jiang Zemin, Presiden Hongaria, Presiden Bulgaria, dan juga Presiden Amerika Jimmy Carter.

Museum Rudana menyimpan koleksi lebih dari 400 lukisan dan patung karya seniman Bali, seniman luar Bali dan seniman asing. Di lantai bawah dan tengah gedung meuseum dipamerkan lukisan karya Affandi, Basuki Abdullah, Soepono, Dullah, Fadjar Sidik, Abas Alibasah, Srihadi Soedarsono, Nyoman Gunarsa, Made Wianta, dan karya sejumlah seniman nasional lainnya. Juga ada karya pelukis Antonio Blanco, Yuri Gorbachev, Jafar Islah, serta Iyama Tadayuki.

Di lantai atas dipamerkan karya seni lukis Bali klasik, serta lukisan tradisional Bali gaya Ubud dan gaya Batuan, diantaranya karya I Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Ketut Kobot, Ida Bagus Made, Wayan Bendi, dan Wayan Jujul. Seperti kebanyakan museum di Bali, pengunjung Museum Rudana juga tidak diperbolehkan untuk memotret koleksi museum.

Museum Rudana Ubud

Alamat : Jalan Cokorda Rai Pudak No. 44, Peliatan, Ubud, Gianyar, Bali. Jam Buka : Senin s/d Minggu 08.00 – 17.00. Rujukan : Hotel di Bali . Tempat Wisata di Gianyar . Peta Wisata Gianyar . Tempat Wisata di Bali.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Bali » Gianyar » Museum Rudana Peliatan Gianyar
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 14 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap