Museum Perjoangan Bogor

Museum Perjoangan Bogor merupakan sebuah museum yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah dan cerita perjuangan para pahlawan, khususnya di Bogor, yang berada di Jalan Merdeka No.56, Bogor. Koleksi museum ini terlihat mulai menua, dan disimpan di tempat-tempat pajangan yang juga sudah mulai kusam. Namun tampak depan museum terlihat masih cukup baik.

Gedung yang sekarang ditempati museum ini dibangun pada tahun 1879 oleh seorang pengusaha Belanda bernama Wilhelm Gustaf Wissner. Gedung Museum Perjoangan Bogor pernah digunakan sebagai tempat kegiatan pergerakan pemuda pada tahun 1935, dan pada Perang Pasifik digunakan oleh balatentara Jepang untuk menyimpan barang-barang milik tawanan perang Belanda.

Sejumlah koleksi Surat Kabar tua dari jaman sebelum kemerdekaan tampak disimpan di lantai 1 Museum Perjoangan Bogor. Penyimpanan Surat Kabar tua ini nampaknya harus sudah lebih diperhatikan, agar tidak semakin rusak dan hancur dimakan waktu. Seluruh koleksi Museum Perjoangan Bogor disimpan dan dipajang di lantai 1 dan lantai 2 gedung tua ini.

museum perjoangan bogor
Koleksi pistol dan senapan mesin di Museum Perjoangan Bogor. Ada cukup banyak koleksi pistol dengan berbagai ukuran yang dipajang dengan menempelkannya pada dinding tembok gedung. Bentuk pistol itu sudah terlihat antik untuk ukuran sekarang. Ukuran pistol juga sudah terlalu besar dibandingkan dengan kebanyakan pestol yang digunakan sekarang ini.

Suasana di dalam Museum Perjoangan Bogor saat itu cukup sepi. Tampaknya masih sangat sedikit pengunjung yang menyempatkan datang berkunjung ke museum. Kota Bogor memang lebih terkenal dengan wisata kuliner, belanja pakaian di factory outlet, serta beberapa tempat wisata yang sudah jauh lebih terkenal seperti Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor.

museum perjoangan bogor
Salah satu diorama di Museum Perjoangan Bogor, menggambarkan pertempuran yang terjadi di wilayah Bojongkokosan pada 9-12 Desember 1945. Pertempuran itu terjadi antara pasukan pejuang Republik Indonesia melawan konvoi tentara sekutu yang akan menangani pemulangan tentara Jepang yang telah menyerah tanpa syarat setelah kalah perang.

Di ruangan yang sama ada koleksi foto para pejuang dan pahlawan kemerdekaan serta tokoh nasional lainnya. Di sebuah lemari di dekatnya disimpan dengan koleksi pakaian seragam Badan Keamanan Rakyat yang digunakan para pejuang pada tahun 1945. Mesin Jahit merk Singer yang digunakan untuk menjahit pakaian seragam BKR pada tahun 1945 juga disimpan di museum ini.

museum perjoangan bogor
Koleksi sebuah senapan mesin dan mortir yang disimpan di lantai 2 Museum Perjoangan Bogor. Senjata yang sudah tidak lagi digunakan itu terlihat masih saja garang. Di latar belakang foto di atas sebuah relief besar yang menggambarkan kronologis perjuangan para pahlawan di Bogor dan sekitarnya, dalam kurun waktu antara 1945 sampai 1950.

Letak Museum Perjoangan Bogor sebenarnya berada di pinggir jalan yang ramai, bahkan persis di depan Pusat Grosir Bogor dan hanya beberapa puluh meter dari kompleks Pasar Merdeka, dan tak jauh pula dari Stasiun Kereta Api Bogor. Namun memang agak kurang menguntungkan karena jalan di depan museum merupakan jalan searah, sehingga orang harus memutar terlebih dahulu.

museum perjoangan bogor
Koleksi senapan mesin di dekat poster Panglima Besar Jenderal Sudirman. Koleksi benda antik lainnya di Museum Perjoangan Bogor adalah beberapa lembar Oeang Republik Indonesia (ORI) yang pernah beredar pada jaman revolusi fisik antara tahun 1945 – 1950, dalam pecahan Rp.1, Rp.5, dan Rp.25. Ada pula beberapa uang logam dari jaman kolonial Belanda yang disimpan di sebuah lemari pajang.

Di ruangan depan museum terdapat lambang Angkatan ’45 dan patung kepala Kapten Tubagus Muslihat, seorang pahlawan perjuangan yang tewas pada 25 Desember 1945 ketika melakukan penyerangan ke kantor Polisi di jalan Banten (sekarang jalan Kapten Muslihat) yang saat itu dikuasi oleh tentara Inggris dan pasukan Gurkha.

Museum Perjoangan Bogor diresmikan pada 10 November 1957 oleh Komandan Korem 061/Suryakancana, Bogor, Letkol Isak Juarsa. Pemilik terakhir gedung yang digunakan Museum Perjoangan Bogor ini adalah Umar Bin Usman Albawahab yang kemudian menghibahkan gedung ini pada 20 Mei 1958 untuk dijadikan Museum Perjoangan Bogor.

Museum Perjoangan Bogor

Alamat : Jalan Merdeka No.56, Bogor. Telp. 0251- 9135879. Lokasi GPS : -6.59314, 106.78798, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Galeri : 14 foto. Terdekat : Museum Etnobotani (1,1 km), Wayang Golek Pak Dase (1,8 km). Rujukan : Tempat Wisata di Bogor, Peta Wisata Bogor, Hotel di Bogor. Galeri (14 foto) Museum Perjoangan Bogor : 1.Pistol, 2.Diorama, 3.Lantai dua, 4.Senapan mesin, 5.Tampak Muka, 6.Gelora Rakjat 7.Buitenzorg Dagblad 8.ORI 9.Uang Logam … s/d 14.Lantai Satu.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Barat » Bogor Kota » Museum Perjoangan Bogor

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email. Diperbaiki 17 Juli 2017. Tag: