Museum Nasional Jakarta

Museum Nasional Jakarta atau Museum Gajah, karena di halaman ada patung gajahnya, merupakan salah satu museum paling besar dengan koleksi terbanyak yang ada di tanah air. Museum ini ada di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, dengan tempat parkir cukup luas di bagian bawah gedung.

Cikal bakal terbentuknya Museum Gajah ini adalah adanya Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada 24 April 1778. Ketua perkumpulan yang bernama J.C.M. Radermacher kemudian menyumbang gedung yang ada di Jalan Kalibesar serta buku-buku dan benda-benda budaya yang menjadi koleksi awal museum.

Raffles membuat gedung di Jalan Majapahit No. 3 (sekarang bagian Sekretariat Negara) untuk museum dan ruang pertemuan Societeit de Harmonie (Literary Society). Lalu tahun 1862 Hindia Belanda mendirikan gedung Museum Nasional yang dibuka tahun 1868. Pada 17 September 1962, Lembaga Kebudayaan Indonesia menyerahkan pengelolaan museum kepada pemerintah RI.

museum nasional jakarta
Tampak depan Museum Nasional Jakarta yang cantik. Di halaman museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara ini ada patung gajah dibuat dari bahan perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) Thailand ketika berkunjung pada 1871. Patung itulah yang membuat Museum Nasional Republik Indonesia, nama resmi sejak 28 Mei 1979, juga disebut sebagai Museum Gajah.

Setelah membayar tiket masuk yang relatif sangat murah, di ruangan bagian pertama saya jumpai Koleksi Etnografi, berisi berbagai benda budaya tanah air, seperti tutup kepala, patung etnik, topeng, keris dan senjata mematikan lainnya, gamelan lengkap, wayang, mainan tradisional, miniatur rumah adat, dan perahu panjang dalam ukuran sebenarnya. Keris adalah kebudayaan Indonesia yang terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 2005. Keris sering dianggap memiliki tuah tertentu bagi pemiliknya, diantaranya Keris Mpu Gandring, Kyai Setan Kober, Kyai Sengkelat, Nagasasra dan Sabuk Inten, serta Kyai Condong Campur. Keris sangat berbahaya, karena dilumuri racun yang sangat mematikan.

museum nasional jakarta
Koleksi mengesankan dari masa lalu di Museum Nasional Jakarta, yaitu Prasasti Ciaruteun atau Prasasti Ciampea. Prasasti yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta ini ditemukan dipinggir Sungai Ciaruteun, dekat muara Sungai Cisadane, Bogor. Pada prasasti terdapat lukisan laba-laba dan lekukan sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.

Benda arkeologi yang sangat berharga lainnya adalah Prasasti Wurudu Kidul bertahun 922 M, Mukhalingga 1283 Saka (1361 M) asal Singasari, arca Ganesha abad ke-8 asal Candi Banon, serta arca Nandi abad ke-13 asal Singosari. Ada pula arca Bhairawa setinggi 414 cm dari abad ke 13, yang ditemukan di Padang Roco, Sumatera Barat.

Miniatur Bale Piasan (tempat sesajen) bisa dijumpai di tempat wisata yang anggun ini, juga miniatur rumah tradisional, dan perahu kayu ukuran utuh. Dulu ada boneka Nini Thowok untuk memanggil roh gaib. Kepalanya dari batok kelapa dilukis muka pengantin perempuan, badannya dari bubu rotan dan tangannya dari segepok lidi. Pada kunjungan terakhir saya tak melihat koleksi ini.

museum nasional jakarta
Sebuah koleksi elok Museum Nasional Jakarta berupa timbangan antik berukir indah setinggi manusia dewasa. Timbangan ini dahulu digunakan untuk membayar pajak hasil bumi di jaman Kesultanan Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Konon yang menjadi anak timbangan adalah Sultan Banjar sendiri. Timbangan adalah lambang keadilan, dan kejujuran dari pemiliknya.

Selanjutnya ada ruangan luas dengan meja marmar bundar, lampu gantung, lemari antik, guci dan tempayan, serta lantai keramik anggun. Kebanyakan koleksi keramik di museum ini berasal dari Cina, Vietnam, Thailand, Jepang, Timur Tengah dan Eropa. Ada piring jaman Edo abad ke-17, vas abad ke-15 asal Vietnam, dan tempat minum jaman Dinasti Sui abad 6-7.

museum nasional jakarta
Batu elok bertulis di Museum Nasional Jakarta ini adalah Prasasti Tugu yang ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, yang berasal dari jaman Tarumanagara, salah satu kerajaan tertua yang meninggalkan catatan sejarah. Taruma pernah berkuasa di bagian barat Pulau Jawa pada abad ke-4 sampai abad ke-7 Masehi.

Ada juga Prasasti Mulawarmman dari Kutai, Kalimantan Timur, berasal dari abad ke-5. Prasasti ini adalah satu dari tujuh prasasti yang diukir pada Yupa (tiang batu), dan merupakan prasasti tertua di Indonesia. Prasasti ditulis memakai huruf Pallawa Kuno dan Sanskerta, menceritakan silsilah keluarga Mulawarmman, raja terbesar dari kerajaan Kutai kuno.

Lantaran banyaknya arca yang menjadi koleksinya maka musem ini juga disebut Gedung Arca. Sedangkan diantara koleksi Numismatik Museum Nasional adalah koin Gobog dari jaman Kerajaan Majapahit (antara abad 13-16), uang kertas dan token, cap asal Palembang berangka tahun 1876, serta alat cetak uang asal Aceh yang berasal dari tahun 1851.

Museum Nasional Jakarta merupakan kompleks museum luas dengan koleksi berharga sangat langka yang amat banyak jenisnya. Anda akan terpesona ketika melihatnya dengan mata kepala sendiri. Ketika saya berkunjung, Museum Nasional tengah berencana untuk membuka lantai tiga yang akan khusus dipakai memajang koleksi benda-benda etnik dari berbagai daerah di Nusantara.

Lokasi Museum Nasional Jakarta mudah diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Letak museum sangat dekat dengan Monumen Nasional, Museum Taman Prasasti, dan sejalur ke Kota Tua jika menggunakan bus TransJakarta jurusan Blom M – Kota.

Museum Nasional Jakarta

Alamat : Jl. Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat. Telp 021 3868172, 3811551, Fax: 021 3447778. Lokasi GPS : -6.176162, 106.822418, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : Selasa s/d Jumat 08.00-16.00. Sabtu-Minggu 08.00-17.00. Senin, hari besar nasional tutup. Harga tiket masuk : Rp 5.000, anak Rp 2.000. Rombongan 20+ orang Rp 3.000, anak Rp 1.000. Wisman Rp 10.000. Tur dalam bahasa asing hubungi 021-5725870. Rujukan : Tempat Wisata di Jakarta, Peta Wisata Jakarta, Hotel di Jakarta Pusat. Galeri 63 foto Museum Nasional Jakarta : 1.Depan, 2.Ciaruteun, 3.Timbangan, 4.Prasasti Tugu, 5.Arkeologi, 6.Canggal, 7.Arab, 8.Betang, 9.Sinyal … s/d 63.Ornamen.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jakarta » Jakarta Pusat » Museum Nasional Jakarta

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 18 Juli 2017. Tag: ,

Tulisan lainnya : Hotel di Palangkaraya | Menyembunyikan Adsense Pada Tulisan tertentu | Situs Baron Sekeber Rogoselo Pekalongan | Cinta Jarang Buta | Monday Michiru di JakJazz 2006 | Balon Raksasa TMII Jakarta | Newseum Cafe Jakarta | Pantai Karang Nini Pangandaran | Pertapaan Eyang Loko Joyo Rahtawu Kudus | 4 Tempat Wisata di Ogan Komering Ulu Timur |