Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra TMII Jakarta

Gagasan dibuatnya Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra TMII Jakarta Timur muncul pada konvensi IPA ke-14 pada Oktober 1985, yang dimaksudkan sebagai Monumen Peringatan 100 Tahun Usaha Perminyakan Indonesia. Pembangunan fisik dimulai pada Juli 1987, dan diresmikan oleh Presiden Suharto pada 20 April 1989.

Bangunan Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra (Gawitra) ini letaknya berdekatan dengan area wisata Taman Burung yang elok, gedung Museum Listrik dan Energi Baru, serta Monumen KTT-Non Blok, yaitu di sisi bagian Timur kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Gedung Utama Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra memiliki danau buatan di depannya sehingga terlihat sebagai anjungan lepas pantai yang diapit oleh dua tangki timbun berupa jembatan penyeberangan.

Benda peraga yang dipamerkan di luar gedung Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra adalah pompa bensin engkol buatan tahun 1930, sebuah truk logging tua, pompa angguk Conadish sumbangan PPT MIGAS Cepu, Crude Battery dari kilang Sungai Gerong, serta kepala sumur Cinta -1 yang merupakan sumur produksi lepas pantai pertama di Indonesia.

Di lantai dasar gedung utama Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra terdapat Mini Teater yang memutar film-film animasi anak-anak seperti “Asal mula minyak bumi”, “Aku juga berasal dari minyak”, film dokumenter kegiatan perminyakan dan film umum.

Masih di lantai dasar gedung utama terdapat Ruang Peran dengan peragaan-peragaan yang menggambarkan pentingnya Migas sebagai sumber energi, penghasil BBM dan non-BBM serta produk-produk petrokimia. Ada pohon minyak dengan cabang-cabang berupa ragam jenis produk yang dihasilkan lewat proses pengolahan Migas.

Ruang Sejarah di lantai bawah gedung utama Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra menyajikan sejarah pemanfaatan minyak bumi pada jaman prakomersial, usaha para perintis di bidang perminyakan, perkembangan usaha perminyakan dari sejak jaman Hindia Belanda, penjajahan Jepang, hingga Pelita V Orde Baru, serta perkiraan peran gas bumi di masa depan.

Diorama Peradaban Manusia yang berada di tengah gedung utama di sepanjang ram menuju ke Anjungan Kegiatan Hulu menggambarkan pesatnya perkembangan peradaban manusia setelah ditemukan minyak bumi, serta malapetaka yang akan dihadapi bila penggunaan migas mengabaikan kelestarian lingkungan.

Anjungan Kegiatan Hulu di sisi kanan Gedung Utama berbentuk tangki timbun minyak, memperagakan sejarah pergeseran bumi, terjadinya fosil, asal terjadinya migas, teknologi pencarian cadangan minyak, cara pengeboran sumur serta cara memproduksinya.

Di Ram menuju Anjungan Kegiatan Hulu ada contoh-contoh perangko yang dikeluarkan untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting dalam dunia perminyakan di Indonesia.

Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra memiliki fasilitas penunjang berupa taman dan kolam dengan sepeda air untuk rekreasi, kantin sederhana, perpustakaan dan mushola di lantai-3.

Ada pula ruang yang dapat disewa, yaitu Plaza Penerima (200 kursi), Ruang Penerima (50 kursi), Lobby Informasi, lantai dasar (100 kursi), Ruang kelas lantai 3 (50 kursi), Auditorium lantai 4 (150 kursi), dan Ruang Kurator lantai 4 (12 kursi rapat). Perlengkapan yang tersedia adalah Over Head Projector, Slide Projector, Sound System, Wireless Microphone, Desk Microphone, serta ada pula mesin photocopy dan mesin facsimile.

Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra TMII Jakarta

Alamat : Taman Mini Indonesia Indah, Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur. Telp 021-8401686, 8408418, Fax 021-8408417. Lokasi GPS : -6.301348, 106.904432, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam Buka : Hari Selasa s/d Hari Minggu jam 8.30 – 16.00. Harga Tiket Masuk : Peragaan Dalam: Rp. 2.000 / pengunjung. Peragaan Luar: Rp. 500 / pengunjung. Rujukan : Peta Wisata Jakarta . Tempat Wisata di Jakarta . Hotel di Jakarta Timur.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jakarta » Jakarta Timur » Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra TMII Jakarta
Tag : ,

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 4 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap