Museum Katedral Jakarta

Lokasi Museum Katedral Jakarta berada di balkon Gedung Katedral Jakarta yang sebelumnya merupakan tempat bagi paduan suara gereja yang kemudian beralih fungsi menjadi museum karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan lagi.

Museum Katedral diresmikan pada 28 April 1991 oleh Mgr Darmaatmadja SJ saat ia menjabat Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia dan Uskup Agung Semarang. Di Museum Katedral pengunjung bisa melihat koleksi alat-alat peribadatan, kasula, patung, koleksi buku, lukisan, foto, ruang duduk, dan benda-benda lainnya yang disimpan di tempat ini.

    Diantara koleksi alat peribadatan adalah:

  • Monstrans bercorak barok yang digunakan Pastor Limburg. Benda ini dibuat di Kota Roermond sekitar tahun 1700. Monstrans adalah wadah yang digunakan untuk memajang Hosti Ekaristi yang sudah dikonsekrasi dalam upacara Pemberkatan Sakramen Maha Kudus.
  • Tongkat gembala bertuliskan “Huldeblijk van Sittard 1875? yang dihadiahkan kepada Mgr. Claessens oleh penduduk kota kelahirannya
  • Piala yang diberikan tahun 1876 oleh umat Katolik Hindia Belanda kepada Mgr. A. Claessens
  • Tongkat yang dihadiahkan Paus Paulus VI kepada Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, SJ, pada Desember 1970
  • Piala yang digunakan Paus Yohanes Paulus II pada 1989 saat di Jakarta
  • Teks doa berbingkai yang sampai tahun 1965 berdiri di meja altar
  • Sibori berangka tahun 1956 dan Sibori buatan 01 November 1965
  • Piala dengan gambar 6 Orang Kudus di kakinya, yaitu St. Aloysius Gonzaga, St. Petrus, St. Ignatius de Loyola, St. Fransiskus Xaverius, St. Yohanes de Brito, dan Yesus disalibkan.
  • Monstrans yang dipakai pertama kali pada masa Alm. Romo Soenarwidjaja, SJ
  • Monstrans dengan 6 gambar Santo Santa pada kakinya serta relief kecil malaikat dan Orang Kudus, yaitu St. Ignatius, St. Vincentius, St. Lurentius, St. Carolus Borromeus, St. Comelius, dan St. Elizabeth

Sedangkan koleksi kasula disimpan di dalam lemari antik. Kasula adalah lapis terluar busana yang digunakan rohaniwan katolik. Ada kasula model kuno lima warna, kasula untuk Misa Tripria, kasula tiga rangkap yang dipakai uskup dalam Misa Pontifikal sebagai lambang pangkat selaku diakon, imam dan uskup. Ada pula mitra atau topi ibadat uskup, diantaranya mitra Mgr Willekens yang dihiasi lambangnya, dan mitra Paus Paulus VI.

Kasula putih lazim dipakai untuk ibadah sehari-hari, sedangkan kasula merah dan ungu digunakan untuk acara duka cita, seperti pada acara paskah dan misa tutup peti.

    Diatara koleksi patung di Museum Katedral adalah

  • Hati Kudus Yesus
  • Sepasang malaikat yang berasal dari makam para imam di pekuburan Tanah Abang
  • Bunda Maria berkonde, diapit sepasang pria wanita Jawa yang sedang menyembah.
  • Tiga arca kecil yang dibuat Pater Reksaatmadja, SJ sekitar tahun 1930 di Negeri Belanda.
  • Perahu dayung yang dinaiki Pastor Bonneke SJ, Imam Jesuit yang wafat di Flores lebih dari 200 tahun yang lalu.
  • Petrus Paulus
  • Suster Ursulin
    Koleksi Buku di Museum Katedral adalah

  • Buku Pemberkatan Perkawinan Tahun 1886
  • Buku Baptis tahun 1811
  • Buku-buku Misa berbahasa Latin
  • Buku lagu Gregorian untuk koor
  • Buku-buku profan, buku-buku Ilmiah dan hiburan tentang Hindia Belanda
    Diantara lukisan dan Foto di Museum Katedral

  • Foto Batavia tempo dulu dan dua peta besar yang menunjukkan perkembangan Gereja Katolik di Indonesia dan di Jakarta
  • Foto-foto bersejarah yang menggambarkan proses pembangunan gedung Gereja Katedral
  • Lukisan kecil dari katedral serta pastoran dibuat antara tahun 1880 – 1890.
  • Lukisan dari gedebok pisang, karya Kusni Kasdut yang dibaptis di penjara Cipinang padan bulan Desember 1968

Di Ruang Duduk Museum Katedral terdapat satu set meja kursi terbuat dari marmer dan alat-alat (timbangan, filter air, meja kaca) dari Belanda untuk Pastoran. Ada pula jam antik buatan Belanda dari abad 17 dengan penunjuk hari dan tanggal.

Koleksi lain yang disimpan di Museum Katedral adalah organ, relikwi dari delapan orang Santo anggota Sarikat Yesus, vandel dari Suatu Perkumpulan Pemuda St. Yohanes Berchm, surat ijin dari Kantor Gubernur Jenderal, vandel lambang gereja, Kaleng Misi untuk menampung uang logam bagi karya misi pater-pater Yesuit di Indonesia, serta Alat Mati Raga

Akses ke Museum Katedral dengan TransJakarta turun di Halte Juanda, lanjut jalan kaki sekitar 300 m. Kereta Api Commuter Line turun di Stasiun Juanda, lanjut jalan kaki 500 m. MetroMini P-15 arah ke Senen dan minta diturunkan di Katedral.

Museum Katedral Jakarta

Alamat : Jl. Katedral No.7B, Pasar Baru. Sawah Besar, Jakarta Pusat. Lokasi GPS : -6.169334,106.832822, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : setiap Senin, Rabu dan Jumat, pukul 10.00 – 12.00. Harga tiket masuk : gratis. Rujukan : Peta Wisata Jakarta . Tempat Wisata di Jakarta . Hotel di Jakarta Pusat.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jakarta » Jakarta Pusat » Museum Katedral Jakarta
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 4 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap